<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045</id><updated>2012-02-16T22:11:23.938+11:00</updated><category term='ikan'/><category term='agriculture'/><category term='simalungun'/><category term='Berita'/><category term='tokoh'/><category term='sosial'/><title type='text'>SIMALUNGUN TODAY</title><subtitle type='html'>News About Simalungun. Its society and so on</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mussim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-6659604674803270079</id><published>2010-01-30T00:21:00.001+11:00</published><updated>2010-01-30T00:23:20.838+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simalungun'/><title type='text'>Klaster Industri Simalungun Dibangun 2011</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2008/10/sawit.jpg" border="0"&gt;Klaster berbasis industri pertanian dan oleochemical di Sei Mangke, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, akan dimulai 2011 mendatang. Masih banyak tahapan yang harus dilalui mewujudkan pembangunan megaproyek itu, termasuk mempersiapkan grand design.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun Ir Jhoni Siahaan kepada METRO SIANTAR (grup Sumut Pos) di ruang paripurna DPRD Simalungun, Kamis (28/1) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Grand design-nya dibuat pemerintah pusat. Jadi masih menunggu, karena tidak mungkin melakukan pembangunan tanpa ada master plan. Ini adalah program jangka panjang, mungkin untuk 10 tahun mendatang,” kata Jhoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, program pembangunan klaster berbasis industri pertanian merupakan jawaban atas ketertinggalan Indonesia di bidang industri hilir kelapa sawit. Sementara kenyataan, Indonesia termasuk salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar dunia. Dan Sumatera Utara, termasuk Simalungun, adalah daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dia mengatakan, pemilihan Sei Mangke sudah melalui berbagai pertimbangan. Lokasi itu mudah diakses dari sisi transportasi baik darat, laut, dan udara. Selain itu, ketersediaan bahan baku di tempat itu juga cukup menjanjikan, karena PTPN III Sei Mangke memiliki lahan yang dapat mencukupi kebutuhan industri itu nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya soal pendanaan, Siahaan menjelaskan, sesuai rencana proyek itu akan menyedot anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Dana berasal dari pemerintah pu­sat dan kemungkinan bekerja sama dengan PTPN III Sei Mangke. Namun tidak tertutup kemungkinanan adanya campur tangan investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan Ganda&lt;br /&gt;Siahaan berpendapat, pembangunan klaster itu paling tidak memiliki dua arti strategis, yakni mendorong laju pertanian sawit dan meningkatkan daya saing produksi.  Kebiasaan ekspor minyak sawit mentah selama ini secara perlahan akan berubah menjadi ekspor bahan turunan. Bagi kabupaten Simalungun secara khusus, hal itu akan membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Otomatis, jika proyek itu terealisasi, akan tercipta lapangan kerja baru. Bahkan peluang usaha baru juga akan terbuka lebar. Dan ini adalah sebuah keuntungan bagi daerah kita,” tegas Jhoni, diamini Kabaghumasy Pim dan Protokoler Simesono Hia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPRD Simalungun Drs Johalim Purba mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan klaster berbasis industri pertanian itu. Namun, perlu dilakukan penjajakan ke daerah-daerah lain di Simalungun yang berpotensi di bidang perkebunan kelapa Sawit. Penjajakan itu perlu untuk pertimbangan mendirikan Pabrik Kelapa Sawit mini di daerah-daerah tertentu.&lt;br /&gt;“Raya Kahean dan Silau Kahean memiliki potensi kelapa sawit yang besar, namun produksi di daerah itu harus dibawa ke Tebing Tinggi atau Sergei karena tidak ada tempat pengolohan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jakarta dilaporkan, pemerintah tengah menyiapkan insentif bagi pengembangan industri hilir produk pertanian yang menjadi unggulan ekspor Indonesia. “Pemerintah akan memberi insentif bagi yang mengembangkan industri downstream (hilir), karena di samping meningkatkan value added tapi juga membuka lapangan kerja,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela acara “Feed The World” di Jakarta, Kamis (28/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menyebutkan, delapan komoditas pertanian unggulan ekspor Indonesia yang berpotensi didorong pengembangan industri hilirnya di antaranya, sawit, karet, kopi, kakao, lada, ikan, kayu manis, dan rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu masuk lima besar dunia. Kalau kita berkonsentrasi, bisa memasok dunia,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan insentif tersebut akan diberikan khusus bagi komoditas tertentu. “Pengembangan industri hilir yang harus dikejar. Insentifnya sedang dirancang by products,” ujarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebijakan disinsentif terhadap ekspor produk mentah (bahan baku) yang seharusnya bisa didorong menjadi produk bernilai tambah lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, kebijakan Bea Keluar (BK) pada produk kelapa sawit. Ekspor Tandan Buah Sawit (TBS) dikenakan bea keluar 40 persen, tapi kalau diolah dan makin tinggi nilai tambahnya maka pungutannya makin rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain produk kelapa sawit, pemerintah juga berencana mengenakan bea keluar untuk produk kakao dengan tujuan mendorong ekspor produk olahannya. Bea keluar kakao saat ini tengah dibahas di Tim Tarif Depkeu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara seminar dan pameran Pasok Pangan Dunia (Feed the World) bikinan Kadin Indonesia sempat dinilai pesimis oleh banyak pihak. Itu karena boro-boro bisa memasok pangan dunia, untuk memenuhi pangan nasional saja, impor masih kentara dilakukan.&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti justru membantah. “Pasok pangan dunia? Kenapa tidak?” ujarnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, yang justru menjadi faktor Indonesia tak bisa memasok pangan ke seluruh dunia karena larangan ekspor yang digembar-gemborkan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ekspor sedikit saja dipermasalahkan. Kalau di pangan, yang impornya paling besar itu terigu,” kata Bayu.&lt;br /&gt;Impor terigu disebutnya menjadi penyumbang defisit terbesar di neraca perdagangan Indonesia, yakni mencapai 5 juta ton per tahun. “Jadi kurangi konsumsi terigu dong, kurangi makan mie instan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi ketergantungan pada terigu impor, dia menambahkan, pemerintah telah mengembangkan terigu alternatif, semisal dari umbi-umbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umbi yang bisa didapatkan di dalam negeri bisa menjadi alternatif bahan baku pengganti gandum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-6659604674803270079?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6659604674803270079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6659604674803270079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2010/01/klaster-industri-simalungun-dibangun.html' title='Klaster Industri Simalungun Dibangun 2011'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-7172965310145594765</id><published>2010-01-28T22:51:00.000+11:00</published><updated>2010-01-28T22:52:17.216+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simalungun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Simalungun akan jadi Supermarket CPO</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://kabarsawit.files.wordpress.com/2008/10/kebun-sawit.jpg" border="0"&gt;Rencana membuat Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, menjadi kluster industri berbasis pertanian dan oleochemical akan mengubah daerah itu menjadi "supermarket CPO".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi saat pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu (27/1).  "Semua yang dibutuhkan terkait pemanfaatan CPO, akan ada di Simalungun," ujar Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu memperkirakan, Indonesia mampu menghasilkan minyak sawit mentah sebanyak 21 juta ton pada 2010. Sedangkan pada 2020, jumlah produksi minyak sawit mentah nasional itu akan ditingkatkan dan diperkirakan mencapai 40 juta ton. Dari jumlah itu, 40 persen atau sekitar 16-17 juta ton akan dimanfaatkan menjadi oleochemical atau industri turunan. Sekitar 20 persen atau sekitar delapan juta ton akan digunakan untuk minyak makan serta 30 persen tetap diekspor sebagai minyak sawit mentah. Sedangkan sekitar 10 persen atau mencapai 4-5 juta ton akan dimanfaatkan menjadi bahan kimia untuk kepentingan industri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Bayu, jika dilihat berdasarkan persentase, jumlah minyak sawit mentah yang diolah menjadi oleochemical terkesan sedikit. "Namun, nilai tambahnya akan sangat besar," pungkasnya. Menteri: Ada yang Hambat Pengembangan Sawit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui beberapa pihak berupaya menghambat upaya pengembangan industri sawit nasional dengan isu lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diutarakannya usai meresmikan kluster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu (27/1) kemarin. Hidayat mengatakan, produksi industri sawit Indonesia sangat diperhitungkan karena memiliki peranan dominan dalam perdagangan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya ini dihambat oleh pihak yang ingin menghambat berkembangnya produk sawit nasional dan beranggapan bahwa pengembangan usaha persawitan tidak sesuai dengan upaya penjagaan kelestarian lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah itu dengan mempersiapkan beberapa payung hukum. Salah satunya adalah mempersipkan peraturan dari Kementerian Lingkungan Hidup," sebut Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi sendiri menjamin pengembangan industri kelapa sawit oleh pemerintah tidak akan menggangu kelestarian lingkungan hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-7172965310145594765?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7172965310145594765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7172965310145594765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2010/01/simalungun-akan-jadi-supermarket-cpo.html' title='Simalungun akan jadi Supermarket CPO'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-179058083741855002</id><published>2009-11-24T12:42:00.001+11:00</published><updated>2009-11-24T12:45:21.165+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>PTPN IV Peduli Masyarakat Simalungun, Bantu Rp6,8 Miliar</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://www.inimedanbung.com/files/imagecache/DisplayForContent/files/PKS%20Adolina.jpg" border="0"&gt;Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM menilai bahwa kepedulian PTPN IV kepada lingkungannya perlu disikapi dan didukung agar ke depan perusahaan ini tetap eksis dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepedulian PTPN IV kepada petani melalui kelompok tani yang mendapat alat mekanisasi pertanian dengan nilai yang cukup besar; bantuan kepada Rumah Sakit Bethesda berupa alat USG; membantu beasiswa kepada anak didik kita serta para pelaku usaha yang mendapat bantuan modal usaha, yang semua merupakan wujud rasa kepedulian PTPN IV bagi masyarakat lingkungannya. Lalu pertanyaannya, apa sikap kita terhadap perusahaan ini yang peduli kepada lingkungannya”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PTPN IV adalah milik bangsa, milik kita. Bukan milik orang per orangan. Oleh karena itu, kepedulian ini harus terus dikembangkan agar dilihat oleh pengusaha perkebunan lain,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberi apresiasi kepada PTPN IV, karena BUMN ini terus menunjukkan rasa kepedulian bagi lingkungannya dengan memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.&lt;br /&gt;“Kalau PTPN IV kaya dan tak peduli terhadap kita, dosa dia,” kata Bupati berguyon, yang disambut applaus hadirin, seraya mengajak anak-anak penerima beasiswa agar setiap pagi tidak lupa mendoakan PTPN IV tetap maju dan berkembang karena sudah membantu anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kelompok tani yang sudah menerima bantuan hari ini, tahun depan jangan meminta lagi, agar dapat diberikan kepada yang lain, serta mengimbau pelaku usaha yang menerima bantuan modal usaha dapat memanfaatkan dana ini dengan sebaik-baiknya, sehingga pengusaha yang sekarang menerima bantuan, pada saatnya kelak mampu menjadi pemberi bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTPN IV menyerahkan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp6,8 miliar kepada masyarakat Kabupaten Simalungun, di Wisma Sitalasari PTPN IV Kecamatan Jawamaraja, Kamis (19/11) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan bantuan PKBL dihadiri Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM, Dirprod Balaman Tarigan, Direnbang Ahmad Haslan Saragih, Danrem 022/ PT, Dandim 0207, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Danrindam, Kabag, Manajer Grup, Manajer Unit serta undangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan untuk 30 kelompok tani diberikan masing-masing 1 unit hand tractor senilai Rp672 juta; untuk rumah sakit GKPS Pematang Raya 1 unit alat Ultra Sonography (USG) senilai Rp385 juta; untuk 1.214 siswa SD, SMP, SMA diberikan beasiswa sebesar Rp556 juta; untuk pembangunan Masjid Al Munawaroh Perdagangan sebesar Rp250 juta; untuk 42 UMKM diberikan pinjaman modal usaha sebesar Rp4,9 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direnbang Ahmad Haslan Saragih mengatakan, PTPN IV merupakan salah satu BUMN di sektor perkebunan yang mengemban tugas selain berupaya meningkatkan kinerjanya, juga sebagai agent of development bagi masyarakat sekitarnya, yang khusus hari ini disalurkan untuk daerah Simalungun dan sekitarnya program KEMITRAAN diberikan kepada 196 UMKM dengan dana lebih dari Rp4,9 miliar. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun 2008 yang lalu sejumlah Rp2,5 miliar, sedangkan program BINA LINGKUNGAN sudah mencapai Rp4,4 miliar dan meningkat dibanding tahun 2008 yang lalu sejumlah Rp3,6 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaluran dana bantuan pinjaman lunak kepada UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan usahanya untuk menjadi tangguh dan mandiri. Selain memberikan bantuan permodalan kepada UMKM, PTPN IV juga memfasilitasi sejumlah UMKM yang sedang dan telah menerima bantuan permodalan mengikuti pelatihan peternakan lebah di Jawa Barat, serta mengikuti pameran baik di dalam maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabag PKBL Muhtadin Harahap pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa pemberian bantuan merupakan wujud kepedulian PTPN IV terhadap masyarakat lingkungannya melalui program KEMITRAAN dan BINA LINGKUNGAN, yang pada tahun 2009 ini atas dasar alokasi biaya dari laba bersih perusahaan tahun buku 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-179058083741855002?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/179058083741855002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/179058083741855002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/11/ptpn-iv-peduli-masyarakat-simalungun.html' title='PTPN IV Peduli Masyarakat Simalungun, Bantu Rp6,8 Miliar'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-4462304505068815087</id><published>2009-11-24T12:41:00.000+11:00</published><updated>2009-11-24T12:42:25.060+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Dugaan Korupsi Dana Bansos Pematangsiantar Rp16, 6 M</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://www.abc.net.au/ra/img/news/base/feature/suharto_rupiah_rtr_feature.jpg" border="0"&gt;Setelah selama beberapa hari berada di Pematangsiantar untuk mengumpulkan bahan dan keterangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil saksi bahkan tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemko Siantar tahun 2007 sebesar Rp16,6 miliar. Kemarin (23/11) rombongan tim KPK telah bertolak kembali ke Jakarta.  Selanjutnya tim akan mengevaluasi bahan dan keterangan yang telah dikumpulkan, dan menentukan langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humasy KPK Johan Budy yang dihubungi melalui sambungan telepon kemarin petang membenarkan timnya telah kembali dari Pematangsiantar ke Jakarta. Menurutnya, anggota tim itu kembali setelah informasi dan keterangan yang dibutuhkan untuk sementara dianggap cukup. "Untuk sementara kita anggap cukup. Namun nantinya setelah melalui evaluasi, jika masih dirasa perlu, bisa saja kita kembali ke Pematangsiantar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung soal lanjutan proses itu, Johan mengatakan, sesuai prosedur jika telah dianggap mencukupi unsur, penyidikan akan segera dimulai dengan memanggil para saksi bahkan tersangka. Namun, ia enggan menerangkan siapa saja yang kemungkinan besar dijadikan saksi atau tersangka. Bahkan saat ditanya kemungkinan Wali Kota Pematangsiantar Ir RE Siahaan menjadi tersangka, Johan enggan memberikan keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tunggu saja hasil evaluasi dari penyelidikan dan pengumpulan bahan serta keterangan kemarin. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan ini segera kita tuntaskan," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-4462304505068815087?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4462304505068815087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4462304505068815087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/11/dugaan-korupsi-dana-bansos.html' title='Dugaan Korupsi Dana Bansos Pematangsiantar Rp16, 6 M'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-2892674110295019993</id><published>2009-10-27T00:00:00.000+11:00</published><updated>2009-10-27T00:01:07.294+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Budidaya Wortel</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://asroll.files.wordpress.com/2009/02/img_0347small.jpg?w=468&amp;h=312" border="0"&gt;Wortel/carrots (Daucus carota L.) bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah, menyebar luas ke kawasan Eropa, Afrika, Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2009/06/wortel-daucus-carrota-l-i.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-2892674110295019993?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/2892674110295019993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/2892674110295019993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/10/budidaya-wortel.html' title='Budidaya Wortel'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-4300352066078287070</id><published>2009-10-26T23:58:00.001+11:00</published><updated>2009-10-27T00:00:02.272+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Budidaya Belut</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://2.bp.blogspot.com/_1OwVJwU19kA/SfaYoUpsMJI/AAAAAAAAAYc/e8HsdrofdIQ/s200/DSCI0151.jpg" border="0"&gt;“Siapa bilang belum ada petani belut yang berhasil dalam budidaya??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang budidaya belut tidak sulit lagi, kalau kita benar-benar menguasai tehnik-tehniknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata telah ada banyak petani yang sudah "sukses" yang panennya memenuhi standar ekspor. Perkilo dibawah 7 ekor dalam waktu 5 - 5,5 bulan "hanya dengan pakan Yuyu &amp; Keong Sawah" namun kita juga mengharapkan dan mengajarkan kepada para petani agar budidaya Cacing &amp; Bekicot sehingga pasokan pakan tetap terjaga pada musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tehnikbudidayabelut.blogspot.com/"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-4300352066078287070?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4300352066078287070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4300352066078287070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/10/budidaya-belut.html' title='Budidaya Belut'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1OwVJwU19kA/SfaYoUpsMJI/AAAAAAAAAYc/e8HsdrofdIQ/s72-c/DSCI0151.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-4638430946474286535</id><published>2009-10-26T23:48:00.001+11:00</published><updated>2009-10-26T23:49:39.450+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Teknik Budidaya Durian</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://4.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RySw8zWmEeI/AAAAAAAAAEE/O-2KTJPruXs/s1600/DURIAN.jpg" border="0"&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses.&lt;br /&gt;PT. Natural Nusantara membantu alternative solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-durian.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-4638430946474286535?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4638430946474286535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4638430946474286535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/10/teknik-budidaya-durian.html' title='Teknik Budidaya Durian'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RySw8zWmEeI/AAAAAAAAAEE/O-2KTJPruXs/s72-c/DURIAN.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-7768786669149723271</id><published>2009-10-26T23:28:00.005+11:00</published><updated>2009-10-26T23:34:12.522+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Budidaya Bawang Merah</title><content type='html'>&lt;img width="580" src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Pertanian/images/bawangmerah.jpg" border="0"&gt;Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan tersebut. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K - 3 ), sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PRA TANAM&lt;br /&gt;1. Syarat Tumbuh&lt;br /&gt;Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 - 6.5, ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-320 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-bawang-merah.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-7768786669149723271?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7768786669149723271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7768786669149723271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2009/10/budidaya-bawang-merah.html' title='Budidaya Bawang Merah'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-2033271762805310778</id><published>2008-11-15T12:26:00.000+11:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.390+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Simalungun bangun pabrik pengolahan pupuk organik</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s1600-h/becak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s200/becak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044162285522631410" /&gt;&lt;/a&gt;Pemkab Simalungun TA 2009 akan membangun pabrik pengolahan pupuk organik di sentra-sentra daerah pertanian. Pembangunan itu dikatakan untuk mengatasi kesulitan petani terhadap pupuk.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.waspada.co.id/berita/simalungun-bangun-pabrik-pengolahan-pupuk-organik.html"&gt;&lt;br /&gt;"Agar ketergantungan terhadap pupuk dapat teratasi, tahun 2009 kita akan bangun pabrik pengolahan pupuk organik," tandas Bupati Simalungun, Zulkarnain Damanik, saat berdialog dengan tokoh masyarakat dan para pangulu  dari lima kecamatan se Kab. Simalungun di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Saribudolok, Kec. Silimakuta, Kamis (23/10).&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-2033271762805310778?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/2033271762805310778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/2033271762805310778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2008/11/simalungun-bangun-pabrik-pengolahan.html' title='Simalungun bangun pabrik pengolahan pupuk organik'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s72-c/becak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-4312021299594430478</id><published>2008-07-28T03:05:00.000+10:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.399+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Bos Gudang Garam...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s1600-h/becak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s200/becak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044162285522631410" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa menit setelah kedatangan jenazah Rachman Halim, Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk., Minggu (27/7) petang sekitar pukul 17.30 wib, kesibukan menjadi makin bertambah di sekitar rumah duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan lampu tambahan yang masing-masing berkekuatan 100 watt secara mendadak dipasang para petugas khusus di sepanjang jalan menuju kediaman lelaki kelahiran Kediri pada tahun 1947 yang bernama asli Tjoa To Hing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memasang lampu, ratusan Satpam dibantu aparat TNI/Polri juga melakukan pemblokiran jalan menuju rumah duka. Ribuan masyarakat yang ingin mendekati rumah di Jalan Demak Nomor 1 di kompleks pabrik itu diminta untuk menjauh hingga radius 200-500 meter dari rumah duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu mengapa jalan-jalan ini ditutup. Saya hanya menjalankan perintah atasan," kata Mochamad Sokip, petugas satuan pengamanan di kediaman rumah Rachman Halim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun melarang masyarakat melewati rumah duka, terlihat puluhan kendaraan mewah terus memasuki jalan menuju rumah seluas 1 hektare lebih yang dikelilingi pagar besi bertinggi sekitar 4 meter itu. Mobil-mobil keluaran terbaru itu kebanyakan milik para petinggi dan pejabat Gudang Garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kesibukan juga terlihat di hampir seluruh unit di pabrik rokok terbesar di Asia itu. Meskipun banyak karyawan yang libur hari Minggu, begitu mendengar bos tertinggi perusahaan di tepi Sungai Brantas itu meninggaldunia, tiap divisi langsung memerintahkan anak buahnya masuk kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang tidak sedih mendengar pimpinan kami wafat. Saya ikhlas masuk kantor mendadak meskipun sebenarnya waktunya libur," kata salah seorang karyawati di Unit I yang berada di kawasan Semampir Kota Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini belum ada kepastian akan dimakamkan dimana jenasah Rachman Halim. Waktu pelaksanaan pemakaman juga belum bisa diketahui. "Mohon maaf saya belum bisa menjawab hal itu. Itu murni kewenangan keluarga. Mohon tunggu saja perkembangan selanjutnya," kata Slamet Budiono, Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Umum PT Gudang Garam Tbk. Minggu (27/7) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.text-link-ads.com/?ref=55257"&gt;&lt;img src="http://www.text-link-ads.com/images/text_link_ads_D_468x60.gif" border="0" alt="Text Link Ads"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-4312021299594430478?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4312021299594430478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4312021299594430478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2008/07/bos-gudang-garam.html' title='Bos Gudang Garam...'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s72-c/becak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-6351540918579620578</id><published>2008-01-18T10:16:00.000+11:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.408+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Hepeng Di Internet</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s1600-h/arabmarket2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s400/arabmarket2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156583870567932962" /&gt;&lt;/a&gt;Ada info bisnis tuk gabung. DAFTAR GRATIS,TANPA MODAL SEPESERPUN &amp; DAPATKAN 50 $. (Tidak ada ruginya untuk dicoba, karena tanpa modal sedikitpun) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bisnis MLM berstatus Global &amp; 100% menggunakan tehnologi internet dengan memberikan kepada anggotanya berbagai manfaat &amp; keuntungan. MLM ini akan mengelegarkan dunia bisnis MLM mulai Januari 2008¦.. bisnis ini bernama DubaiMLM. DubaiMLM akan menjadi \"THE FINANCIAL CAPITAL OF THE WORLD\", dimana rekening DubaiMLM Anda akan menjadi lebih penting daripada rekening Bank Anda. Info selengkapnya klik url di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DubaiMLM akan diluncurkan secara resmi pada 30 Januari 2008. Jika Anda mendaftar sekarang (4 Anggota Baru mendaftar setiap 1 menit Sekarang!!!) dan sebelum 30 Januari 2008, Anda akan mendapatkan: &lt;br /&gt;1. $50 untuk setiap Anggota Baru. &lt;br /&gt;2. $10 untuk setiap Anggota Baru yang Anda sponsori. &lt;br /&gt;3. $1 untuk setiap Anggota Baru di bawah Anda hingga Level 50. &lt;br /&gt;4. 150 MIR Rewards Dollars. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah yang terawal kerana DubaiMLM akan memiliki 300,000 anggota sebelum hari peluncuran resminya pada 30 Januari 2008. Info selengkapnya klik url dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftarlah sekarang Gratis sebelum 30 Januari 2008, (tidak ada ruginya untuk dicoba, karena tanpa modal sedikitpun). Anda akan mendapatkan semua manfaat dari No.1 hingga No.4 di atas, selain itu pemberian dan penyusunan downlines diberikan dan dibuatkan secara automatis. Semua fasilitas sistem pelaporan pendapatan &amp; kelebihan DubaiMLM dapat Anda pelajari pada Member Area. Info selengkapnya klik url dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-6351540918579620578?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6351540918579620578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6351540918579620578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2008/01/hepeng-di-internet.html' title='Hepeng Di Internet'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s72-c/arabmarket2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-7255922597566838221</id><published>2007-09-05T23:05:00.000+10:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.422+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Tren Sosial</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s1600-h/becak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s200/becak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044162285522631410" /&gt;&lt;/a&gt;Senin, 03 September 2007 09:24 WIB  &lt;br /&gt;Di Simalungun, Main Bunuh Dan Bakar        &lt;br /&gt;Simalungun, WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi pembunuhan sadis kembali terjadi di Simalungun. Setelah dibunuh dengan cara mengampak kepala korban, kemudian mayatnya dibungkus tikar plastik dan dibakar hingga hangus.&lt;br /&gt;Aksi pembunuhan diduga karena masalah ketersinggungan, antara tersangka RSS, 29, penduduk Dolok Marawa, Kec. Silau Kahean, Kab. Simalungun dengan korban Budi Hartono, 29, alias Budiman yang beralamat di Kec. Tanjung Morawa, Deli Serdang. Korban dikabarkan sudah dua bulan bekerja sebagai buruh di kebun milik orang tua tersangka RSS, di Nagori Dolok Morawa, Silau Kahean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan diperoleh, peristiwa pembunuhan sadis itu berlangsung di dapur rumah orang tua RSS yang juga majikan Budi Hartono, di Nagori (Desa) Dolok Marawa, Sabtu (l/9), berkisar pukul 14.00. Saat peristiwa itu terjadi, rumah majikan Budi Hartono yang juga merupakan tempat tinggal RSS sedang sepi, karena sang majikan bepergian ke Kisaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Hartono diduga dibunuh dengan kampak tepat mengenai belakang kepala. Setelah korban terkapar dan berlumuran darah, kemudian tersangka membungkus korban dengan tikar plastik lalu membakarnya hingga tubuh korban hangus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan, warga baru mengetahui setelah curiga melihat adanya kepulan asap hitam dari rumah orang tua RSS. Warga tidak dapat berbuat banyak dan baru berani mendekati lokasi setelah tubuh korban hangus mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak Polsek Silau Kahean turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan berhasil menciduk tersangka RSS. Kini RSS meringkuk di tahanan Polsek Silau Kahean. Selain itu, petugas juga mengamankan kampak, tikar dan kayu baker sebagai barang bukti. Sedangkan mayat Budi Hartono dibawa ke RSU dr. Djasamen P. Siantar, untuk visum.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ponijan, 60, orang tua korban yang datang dari Tanjung Morawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih, kepada wartawan menyatakan tidak punya firasat apa-apa atas kematian anaknya. Dia datang ke RSU tersebut untuk  menjemput jenazah anaknya agar bisa dikebumikan di kampung halamannya, di Tanjung Morawa. "Biarlah aparat penegak hukum yang memprosesnya,'' sebut Ponijan, lirih.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.text-link-ads.com/?ref=55257"&gt;&lt;img src="http://www.text-link-ads.com/images/text_link_ads_D_468x60.gif" border="0" alt="Text Link Ads"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-7255922597566838221?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7255922597566838221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7255922597566838221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/09/tren-sosial.html' title='Tren Sosial'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s72-c/becak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-4440453136647070014</id><published>2007-07-20T01:47:00.000+10:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.555+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>UGM: Nuclear Campus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/Rp-eptmv7tI/AAAAAAAAAGs/igKVC8O-GDQ/s1600-h/ugm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/Rp-eptmv7tI/AAAAAAAAAGs/igKVC8O-GDQ/s400/ugm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088960543405895378" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 8 Juli 2005 Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) menyelenggarakan workshop bertemakan energi nuklir. Hadir dalam workshop bertajuk Prospek Energi Nuklir di Indonesia ini para praktisi, pemegang kepentingan, serta ahli di bidang nuklir. Workshop yang diselenggarakan di Ruang Konferensi Program Studi Fisika, FMIPA ITB ini memberikan pemaparan menyeluruh namun singkat mengenai implementasi teknologi nuklir, mulai dari basis kebijakan pengembangan energi nuklir di Indonesia, prospek dan tantangan, teknologi reaktor, pembiayaan, hingga aspek sosial politik pengembangan energi nuklir di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini dilatarbelakangi oleh munculnya kebijakan pasokan energi nasional dari energi nuklir sebesar dua persen pada tahun 2025. Wujud nyata dua persen sumber ini adalah pembangunan empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria. PLTN perdana akan mulai konstruksinya pada 2010 dan direncanakan mulai beroperasi pada 2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan energi nuklir yang persentasenya dua persen ini merupakan bagian dari skenario optimalisasi "energy mix" yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Mix Nasional. Indonesia memang menyadari bahwa kondisi eksisting perolehan sumber energi yang tergantung pada minyak tidaklah sehat. Karenanya kemudian disusunlah sebuah strategi berisi target penggunaan sumber–sumber lain selain minyak, gas, dan batu–bara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini dihadiri para pakar di bidang nuklir, seperti Ir. Ariwardojo, Deputi Kepala Badan Atom Nasional (Batan), Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir dan Dr. Zaki Su’ud, staf pengajar Program Studi Fisika, FMIPA ITB, seorang ahli reaktor nuklir. Mantan Kepala Batan yang sekarang duduk sebagai anggota Dewan Pengawas HIMNI pusat Ir. Iyos Subki, M.Sc, mengungkapkan bahwa workshop ini memang luas dan hanya menyentuh permukaan. "Setiap sub tema dari workshop ini bisa dijadikan seminar sehari," katanya sambil tertawa. Dr. Ari Darmawan Pasek, Ketua HIMNI cabang Jawa Barat, yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Pusat Rekayasa Industri ITB (dulu PAU, Pusat Antar Universitas) mengakui bahwa workshop ini luas dan hanya bisa menyentuh permukaan, namun dengan memberikan pemahaman menyeluruh justru menurutnya ini diharapkan menjadi pemicu kepedulian terhadap pengembangan energi nuklir di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-4440453136647070014?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4440453136647070014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/4440453136647070014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/07/ugm-nuclear-campus.html' title='UGM: Nuclear Campus'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/Rp-eptmv7tI/AAAAAAAAAGs/igKVC8O-GDQ/s72-c/ugm.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-5245034301528858607</id><published>2007-04-12T07:51:00.000+10:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.563+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Melanggar Binneka Tunggal Ika</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s1600-h/becak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s200/becak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044162285522631410" /&gt;&lt;/a&gt;10 Apr 07 19:54 WIB&lt;br /&gt;VCD Pelecehan Islam Beredar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Probolinggo, WASPADA Online&lt;br /&gt;Peredaran VCD yang berisi pelecehan terhadap agama Islam terus merambah berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sebagian sudah beredar ke luar negeri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pembuat VCD tersebut, Selasa (10/4). VCD SARA yang berisi kegiatan training doa yang digelar sebuah kelompok bernama Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Wilayah Jatilira itu direkam di sebuah hotel di Kota Batu, 17-21 Desember 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digambarkan dalam VCD berdurasi 1 jam itu, para peserta training doa mengenakan busana Muslim, bahkan sebagian mengenakan sorban. Diiringi musik, mereka menyanyikan lagu-lagu nasrani. Dalam rekaman itu juga diperlihatkan seorang pendeta yang sedang membaca doa, sementara peserta training doa lainnya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ceramahnya, seorang pemimpin kelompok itu menghina Islam dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas dan sangat provokatif sambil mengangkat sebuah Mushab Alquran edisi terjemahan. Sebenarnya tak banyak yang istimewa dari video ini, selain hanya kata-kata pujian, nyanyian doa-doa dan petuah-petuah agama dari beberapa sang pemimpin agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, di antara isinya yang cukup meresahkan adalah beberapa potongan kalimat dan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai pelecehan atau penistaan agama. Isi ringkas video ini dimulai dari nyanyian lagu-lagu ruhani olah jamaah pria dan wanita. Sebagaimana khas baju kebesaran kaum Muslim, sang wanita, rata-rata menggunakan kerudung dan baju Muslimah. Sedang sebagaian besar pria menggunakan sarung, baju koko dan kopiah haji berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, jamaah menghentikan nyanyiannya untuk mendengar petuah seseorang. "Ada hal yang akan menghalangi pertemuan kita dengan tuhan malam hari ini, yaitu dosa….sebagai kerendahan hati kita pada tuhan. Marilah kita mengambil posisi sujud ke hadirat tuhan." Para jamaah kemudian duduk. Sebagian ada yang bersujud. Mereka berdoa sembari dipandu salah seoarang yang memimpin doa. Tak beberapa lama, acara dilanjutkan menyanyikan lagu puji-pujian kembali. Acara seperti ini, berlangsung beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gambar, nampak beberapa foto kegiatan bertuliskan; "Pelayanan Dalam Stop Out Malang". Ada gambar beberapa orang melakukan pelayanan sosial di tengah-tengah masyarakat. Gambar dilanjutkan dengan empat foto. Ada orang berkumpul, beberapa orang nampak mengenakan jilbab. Di atas foto ada tulisan besar berbunyi, "Friendship Evangelism" dan "Pelayanan Komunitas". Dilanjutkan foto-foto kegiatan bertuliskan, "Profesional Disciplesship Training (PDT)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, ketika ada seseorang menggunakan kopiah putih (kemungkinan salah satu pemimpin) berdiri di antara para jamaah yang sedang duduk mengelilingi. Sambil berkhotbah, di tangan kirinya terlihat sedang memegang dua kitab. (belakangan kitab itu adalah Al-Quran dan Injil). "…..kalau kita dalam keadaan sehat, semata-mata karena anugrah Tuhan yang ajaib!." Dari mulutnyalah kemudian keluar kata-kata yang merupakan penistaan terhadap agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.text-link-ads.com/?ref=55257"&gt;&lt;img src="http://www.text-link-ads.com/images/text_link_ads_D_468x60.gif" border="0" alt="Text Link Ads"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengutuk&lt;br /&gt;MUI Probolinggo yang mendapatkan keping VCD itu sangat mengutuk pembuat VCD tersebut. Sebab isi VCD itu bisa dikhawatirkan menimbulkan persoalan antar agama. Meskipun VCD ini belum jatuh ke tangan masyarakat, namun MUI minta polisi melakukan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCD itu sudah merambah Probolinggo, Jawa Timur. VCD yang juga pernah menggegerkan Kota Batu dan Malang itu dinilai bisa menimbulkan ketegangan antar agama. "Kami minta kepada aparat keamanan untuk segera menghentikan peredaran VCD itu. Dan yang paling prinsip adalah tangkap pelakunya dan hukum," pinta Sekretaris MUI H Yasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasin belum menerima langsung adanya VCD di tangan masyarakat. "Tapi siapa yang tahu. Sangat mungkin sudah beredar," tambah dia. Ulama dan kiai di Probolinggo, kata Yasin, meminta kepolisian bergerak cepat. "Saya bilang ke Kapolres kita berlomba dengan waktu, sangat mungkin dimanfaatkan pihak pihak lain. Sangat berbahaya itu. Jangan sampai timbul konflik," kata H Yasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H Yasin mencontohkan upaya mengadu domba dengan isu agama saat ini mulai terjadi di Jawa Timur. Dia mencontohkan soal warga yang menghadang warga Syiah di Sampang, kemudian di Pasuruan ada isu soal aliran sesat. "Ulama dan polisi harus bahu membahu mengamankan umat," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak jelas dari organisasi apa dan lembaga agama mana, sebagian masyoritas Muslim meyakini, kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok non Muslim. Namun kenyataan ini dibantah kalangan Nasrani. Ketua Umum Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kota Batu, Micha NL Tobing mengatakan sudah membuat keputusan bersama terkait kasus ini untuk menepis anggapan bahwa kegiatan itu sengaja dilakukan kaum Nasrani, seperti tercantum di VCD. "Kami sangat menyesalkan beredarnya VCD ini. Karena itu, pengusutan kasus ini kami serahkan sepenuhnya ke aparat keamanan," ujarnya di Harian Surya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-5245034301528858607?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/5245034301528858607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/5245034301528858607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/04/melanggar-binneka-tunggal-ika.html' title='Melanggar Binneka Tunggal Ika'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s72-c/becak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-1649988684983320954</id><published>2007-03-21T11:10:00.000+11:00</published><updated>2008-11-15T18:38:36.588+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Orang Simalungun</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s1600-h/becak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s200/becak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044162285522631410" /&gt;&lt;/a&gt;Dr. H. Rahmat Shah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemburu dan Petualang  Belantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha sukses dan diplomat yang memperoleh gelar Lord of Rudge dari Inggris, ini telah memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional dalam berbagai bidang. Pendiri dan pimpinan Rahmat International Wildlife Museum &amp; Gallery, Medan, satu-satunya di Asia untuk pendidikan konservasi, ini seorang pemburu dan petualang yang telah menjelajahi hutan belantara, menyelami sungai dan laut di berbagai belahan dunia. Ia satu-satunya putera Indonesia yang namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama memperoleh African Big Five Grand Slam Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dengan apa yang kita dapat tetapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan. Begitu kata pengusaha, anggota&lt;br /&gt;MPR-RI dan diplomat, ini mengungkap prinsip hidupnya. Ia seorang putra Indonesia yang telah banyak mengharumkan Indonesia di mancanegara. Sebagai seorang pengusaha sukses ia telah banyak membantu pembangunan sarana olahraga, pendidikan, tempat ibadah, tempat hiburan masyarakat, membangun museum satu-satunya di Asia, dan melakukan kegiatan sosial di mana-mana, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah heran bila ada yang berkata,” Andai hati semua orang berpunya sepertinya, Alangkah indahnya. Andai semua pengusaha seperti beliau, barangkali tidak ada lagi kesenjangan sosial yang setiap saat bisa memicu kerusuhan. Ah seandainya !” Kalimat di atas merupakan penggalan dari sepotong surat yang dikirim oleh seorang guru SMP di kota Medan ke Harian Waspada dan dimuat di rubrik “Surat Pembaca” 17 Maret 1997. Surat tersebut menggambarkan kekaguman sosok rakyat biasa terhadap Rahmat yang dikenalnya lewat berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Shah lahir tanggal 23 Oktober 1950 setelah 12 bulan dikandung oleh ibunya, Hj. Syarifah. Ia anak laki-Iaki kedua dalam keluarga besar Gulrang Shah. Kakak lelakinya, Anif Rahmat adalah anak keenam, tiga saudara lain di atasnya semuanya wanita. Sebetulnya ada satu lagi kakak Rahmat, Habib Shah namanya, namun meninggal dunia di zaman revolusi saat berusia lebih kurang lima tahun. Keluarga Rahmat tergolong keluarga besar, yakni 16 bersaudara, delapan lelaki dan delapan wanita. Mereka semua tinggal di sebuah kota yang bernama Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Semasa kecil Rahmat adalah seorang anak yang aktif. Ia suka berenang, memancing, menjala ikan, dan berburu ke hutan dengan ketapel. Kesenangannya pada hewan-hewan langka dan berbisa juga telah kelihatan sejak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya sangat keras menanamkan prinsip-prinsip hidup yang baik kepada semua anak-anaknya, terutama tentang hidup disiplin, kerja keras, jujur dan cara hidup hemat. Selama Rahmat sekolah di Medan, mereka diberi bekal sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan ia tidak mampu, tetapi ingin semua anaknya terbiasa belajar hemat agar kelak bisa menjadi orang yang berhasil dan berguna serta bisa mengatur kehidupan sesuai dengan apa yang dimilikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk di bangku sekolah, entah karena memegang prinsip hidup yang diajarkan orang tua, prestasi Rahmat di bangku sekolah berjalan biasa-biasa saja. Bahkan rankingnya hampir selalu berada di urutan bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu tidak membuatnya rendah diri dan kehilangan ia malah pandai bergaul. Ia bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang bulu. Prinsip yang dipegang dalam pergaulan: ‘selalu menepati janji, rajin, ramah dan sopan, serta tanpa pamrih.’ Sikap yang membuatnya cepat akrab dan mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan di Indonesia dan negara lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kebolehan bergaul di masa remaja, ada cerita tersendiri. Di tahun 70-an, ia merupakan remaja berpostur tubuh tinggi dan berwajah tampan sehingga menjadi idola remaja. Dalam Festival Medan Fair ia terpilih sebagai “Pangeran Muda” sebuah simbol kesuksesan, ketampanan dan kegagahan kaum muda Medan saat itu. Hanya bedanya, ia sangat pemalu sehingga selalu diganggu dan dikejar-kejar karena membuat penasaran lawan jenisnya. Ketika ditanya, kenapa ia tidak mempedulikan wanita? Dijawabnya, karena ia belum sukses dan tidak punya uang untuk mentraktir mereka. Ia malu dan tidak pantas kalau harus dibayari dan dibiayai hidup oleh wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketampanan tidak membuatnya hanyut atau terperosok jauh ke dalam hingar-bingar pergaulan remaja. Ia berusaha membatasi diri, tetap bekerja keras untuk menggapai cita-citanya sambil tetap bergaul dan aktif berolahraga. Olahraga yang diminatinya adalah boling, biliar dan menembak. Ia juga bermain radio amatir. Ia beberapa kali menjadi juara pada hampir semua olahraga yang ditekuninya. Ketika ditanya, kenapa ia dengan mudah mendapat juara? Dijawabnya dengan singkat, “Untuk menjadi juara sangat mudah tetapi dituntut disiplin yang tinggi dalam latihan dan percaya diri serta mental yang baik jangan selalu berdalih dalam kejuaraan atau pun pertandingan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala anak-anak muda seusianya asyik menikmati keindahan dunia remaja, ia malah tetap sibuk bekerja keras di sebuah bengkel mobil milik keluarga untuk mencapai tekadnya. Hampir setiap hari ia bermandi keringat dan berlumur oli kotor. Setiap hari ia mengayuh sepeda membawa alat-alat mobil yang berat dan besar ukurannya hingga berpuluh kilometer jauhnya. Dengan kerja keras itulah ia kemudian tertempa menjadi seorang montir serta pekerja yang handal. Sejak usia remaja (lebih kurang 14 tahun) ia sudah terbiasa melakukan proses belajar sambil bekerja learning by doing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia rajin, ulet dan cepat beradaptasi dengan pekerjaan. Anif, kakaknya bertutur: “Saya selalu menugasinya membeli spare parts dengan mengendarai sepeda. Amat orangnya cekatan. Memakai tas punggung belakang sambil membawa plat baja dan tas besar yang diletakkan di boncengannya, ia mengayuh sepeda membawa pesanan spare parts dan peralatan berat untuk diperbaiki oleh tukang bubut. Karena kerajinannya, tepat janji dan ramah, salah seorang tukang bubut langganan bengkel saya, Pak Simin sangat sayang padanya dan memberinya seekor domba.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harus bekerja guna mencapai cita-citanya ia terbiasa bangun pagi pukul enam dan sering kembali ke rumah dari bekerja dengan tangan, muka dan badan hitam-hitam kena oli kotor. Tidak jarang tiba di rumah sudah larut malam dan langsung terbaring kelelahan terkadang tanpa makan. Banyak sekali pengalaman pahit dan terhina yang dialaminya saat itu, akan tetapi justru hal tersebut yang memacu dan memotivasinya bekerja keras agar dapat berhasil sesuai dengan tekadnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pengorbanan dan perjuangan Rahmat. Ia merelakan sebagian masa remajanya yang indah dilalui dengan kerja keras. “Saya hampir tak punya kesempatan melewati serba-serbi masa remaja. Selalu sibuk bekerja dan belajar seluk-beluk usaha. Saya ingin menjadi seorang yang sukses,” tuturnya. Keinginan mencapai sukses merupakan motivasi dan pemicu yang kuat. “Saya harus sukses dan punya agar bisa membantu keluarga, teman-teman, bangsa, dan negara,” begitu tekad yang sudah tertanam di dalam hatinya sejak usia muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadiannya yang memiliki semangat bekerja keras dan ulet, membuat Surya Paloh, pengusaha muda Medan yang sukses saat itu, menaruh simpati. Suatu hari, Surya Paloh (kini pengusaha dan publisher terkemuka di Indonesia pemilik Surat Kabar Media Indonesia, Lampung Pos, Metro TV, dan berbagai usaha besar lainnya), mengajak Rahmat bergabung, bekerja pada perusahaan miliknya, PT Ika Diesel. Perusahaan ini menjadi agen tunggal mobil Ford dan memiliki workshop (bengkel) khusus yang lengkap, serta pembuat berbagai karoseri untuk badan truk dan bus berbagai model yang saat itu satu-satunya di Sumatera Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat menyambut tawaran itu dengan senang hati. Baginya bekerja di perusahaan mobil dan bengkel tidaklah sulit karena telah punya pengalaman bekerja di bengkel. Jabatan pertama di PT Ika Diesel sebagai workshop manager. Semua tugas dikerjakan dengan baik, bahkan seringkali melampaui target yang diberikan oleh bosnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bekerja di perusahaan tersebut, menurut Kwik Sam Ho (A HO), rekan kerjanya, Rahmat mampu melakukan lobi-Iobi yang luar biasa, terutama menerobos pasar asuransi dan perkebunan. Hampir semua merek kendaraan, di antaranya Toyota, Daihatsu, Chevrolet, Volks Wagen (YW), dan Ford menjadi langganan PT Ika Diesel karena approach dan janji Rahmat yang tepat. Ia selalu melakukan pekerjaan seperti perusahaan itu adalah miliknya. Itulah yang membuat karir dan namanya terus melejit dan dipercaya di mana-mana. Karirnya terus berkembang hingga ia dipercaya menjadi kuasa direksi dan akhirnya menjadi mitra usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepercayaan penuh telah diberikan, semua fasilitas sudah ada, tinggal bagaimana meningkatkan prestasi yang dapat menguntungkan usaha. Untuk dapat menjangkaunya, kita harus konsentrasi pada pekerjaan, melakukan segala sesuatu dengan segera sebagaimana mestinya serta harus menganggap perusahaan itu milik kita, sehingga dapat merasakan pahit ruginya dan manis untungnya,” kenang Rahmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bersaudara, Surya Paloh dan Rusli Paloh, merupakan atasannya yang selalu memberi kesempatan dan mendorongnya agar berkembang menjadi seorang pengusaha. Melihat cara kerja, penampilan dan wawasan Rahmat yang mengesankan, mereka berdua yakin suatu saat Rahmat bisa menjadi orang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perkenan dan dukungan kedua bosnya, Rahmat berhenti dari PT Ika Diesel. Kemudian ia membuka usaha sendiri. Tahun 1980 ia mendirikan PT Unitwin Indonesia yang bergerak dalam keagenan berbagai produk dari dalam dan luar negeri, di samping supplier dan kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Surya Paloh dan Rusli Paloh tentang masa depan Rahmat, menjadi kenyataan. Begitu ia membuka usaha sendiri, nama Rahmat cepat berkibar dan terkenal sebagai pengusaha muda yang ulet dan tangguh. Dalam waktu relatif siligkat, kegiatan usahanya merambah ke berbagai proyek berskala besar. Mulai dari proyek pembangunan pabrik, jalan, irigasi, perumahan, sampai memasok alat-alat berat untuk perusahaan perkebunan. Wilayah ekspansinya terus meluas hingga ke Jakarta, Kalimantan, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Jepang, Korea, USA dan Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan memimpin usahanya dari sana pada tahun 1984, bersama isterinya yang cantik, Rose, gadis Melayu asal Singapura yang disuntingnya pada tahun 1983 ketika berusia 33 tahun, yang memberinya tiga anak, satu puteri dan dua putra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di kota metropolitan, ia mengembangkan diri ke pergaulan bisnis yang lebih luas. Tekadnya untuk menjadi salah seorang pengusaha nasional yang tangguh makin besar. Ia bergaul dengan orang-orang penting, mulai dari birokrat, politisi, sampai militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang jenderal yang kemudian dianggap sebagai pengganti orang tua di perantauan yang selanjutnya menjadi mitra usahanya ialah Jenderal TNI Widjojo Soejono, mantan Kaskopkamtib, dan Jenderal Pol. Widodo Budidarmo, mantan Kapolri. Bersama mereka, ia mendirikan PT Wiraco yang bergerak dalam perdagangan dan keagenan dari USA, Kanada, Singapura dan beberapa negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kepemimpinannya yang ulet, gigih dan pantang menyerah, perusahaan ini berhasil memenangkan sejumlah tender proyek besar, di antaranya menjadi pemasok produk luar negeri dan Robco Canada untuk sejumlah perusahaan industri besar, seperti PT Krakatau Steel, Semen Padang, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung, PT PAL dan lain-Iain industri besar yang membutuhkan produk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan usahanya, Jenderal TNI Widjojo Soejono memiliki filosofi jitu yang hingga saat ini tetap dipegang dan diamalkan Rahmat, “Low Profile, High Profit”. &lt;br /&gt;Dari Jakarta, Rahmat juga membuka dan mengendalikan PT Agrowiratama, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kakao dengan luas areal mencapai lebih kurang 11.000 hektar di Padang. Suatu hal yang patut menjadi kebanggaan baginya, ketika perusahaan besar dari beberapa negara, Kanada, USA, Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, mendirikan sebuah perusahaan patungan (joint venture) di Singapura. Ia diperca-ya menjadi Presiden Direktur. Suatu keper-cayaan internasional yang tidak mudah mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 990, tatkala Gubernur Sumatera Utara mencanangkan program gerakan Marsipature Hutana Be, semacam ajakan kepada pengusaha kelahiran Sumut yang telah sukses di perantauan agar kembali memperhatikan tanah kelahiran, hati Rahmat tergugah. Setelah kurang lebih delapan tahun menetap di Jakarta, ia memilih untuk kembali ke daerah asal kelahirannya, Medan, Sumatera Utara. Ia kembali justru ketika begitu banyak peluang dan kesempatan di ibukota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medan, ia mendirikan pabrik pengolahan aluminium PT Cakra Aluminium Industry (CAI), bekerja sama dengan salah seorang pengusaha daerah yang kemudian berubah menjadi Cakra Compact Aluminium Industries dan statusnya menjadi perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) karena bermitra dengan Compact Metal Industry, sebuah perusahaan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini PT Cakra telah go public di Singapura, juga telah menerima sertifikat 1S0 9002. Selain itu, PT Cakra telah mengirimkan para tenaga kerjanya untuk belajar ke berbagai negara Eropa dan Asia. Hasilnya saat ini produksinya lengkap terpadu (integrated). Artinya, segala yang menyangkut aluminium dapat dilakukan oleh PT Cakra dari awal peleburan hingga tinggal pakai dengan kualitas standar internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali menghidupkan PT Unitwin yang pernah ditinggalkan ketika ia hijrah ke Jakarta. Perusahaan itu kini kembali berjalan efektif mengelola berbagai kegiatan usaha: real estate, ekspor-impor, perdagangan, serta kontraktor. Salah satu karyanya yang kini sudah dinikmati manfaatnya oleh sebagian masyarakat kota Medan ialah Perumahan Cemara Hijau di Jalan Metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha perumahan yang dibangunnya ternyata membutuhkan perjuangan yang cukup berat, mungkin Rahmatlah satu-satunya pengusaha yang mampu mengalahkan Grup Lamtoro pada saat lelang penjualan lahan perumahan di Indonesia. Pihak Lamtoro merupakan milik keluarga Cendana, sehingga tidak ada yang bisa mencegah apa yang mereka inginkan saat itu. Rahmat cukup repot dan mengalami kesulitan menghadapi oknum Grup Lamtoro yang berupaya mengganjal usahanya. Namun, Rahmat yang berasal dari desa, dapat mengatasinya hanya dengan kuasa Tuhan Yang Mahakuasa. &lt;br /&gt;Ia bergabung kembali di Medan Club, sebuah klub eksk1usif yang berdiri sejak tahun 1879. Tidak berapa lama kemudian, ia memberi penataran Perbakin di Medan Club. &lt;br /&gt;Lalu, ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Ketua termuda dan langsung mengadakan renovasi, pembangunan, dan penertiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penertiban yang dilakukannya pada awal memimpin klub dengan mengeluarkan 14 orang anggota yang tidak melaksanakan kewajibannya dan tiga orang pengurus yang tidak bisa menjaga amanah yang diberikan anggota. Dua tahun setelah habis masa jabatannya, ia terpilih kembali untuk periode selama empat tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilannya mengembangkan dunia usaha dan kegiatan sosial kemasyarakatan menarik perhatian para duta besar serta diplomat asing dari berbagai negara ketika melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara. Rahmat oleh Kadin Sumut, sesuai dengan jabatannya dipercaya menjamu belasan duta besar dari berbagai negara di pabriknya PT Cakra. Di antara para duta besar itu terdapat duta besar dari Republik Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat posisi strategis Rahmat dan potensi wilayah Sumatera Utara untuk kerjasama perdagangan bilateral, beberapa negara menawarkan kepadanya untuk menjadi diplomat mereka. Tetapi Rahmat memilih negara Turki karena negara ini bergabung dalam NATO dan memiliki latar belakang sejarah yang sangat luar biasa. Tahun 1995 ia resmi diangkat menjadi Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk hubungan perdagangan langsung meliputi wilayah Sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya mengembangkan dunia usaha di daerah membuat ia terpilih menjadi Warga Negara Indonesia yang mempunyai posisi terhormat dan memperoleh sejumlah penghargaan. Tahun 1999, ia memperoleh anugerah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Lincoln, San Fransisco, Amerika Serikat, atas prestasinya memadukan perkembangan dunia usaha dengan pertumbuhan ekonomi di daerah. Disertasinya untuk meraih gelar doktor tersebut mengulas tentang “Peranan Dunia Usaha sebagai Penopang Perekonomian Daerah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, tahun 1993, ia menerima penghargaan “Sahwali Award” dari satu Badan Pengawas Lingkungan dan Pemerintah di Bali, sebagai pengusaha yang berwawasan lingkungan. Kemudian tahun 1997, ia mendapat anugerah “Primaniyarta” dari Presiden Republik Indonesia yang diterima di Istana Negara karena perusahaannya dinilai paling berprestasi mengembangkan usaha ekspor non migas, tidak bermasalah dengan lingkungan, buruh, bank, pajak dan pihak-pihak lainnya, justru di tengah krisis ekonomi di mana sebagian besar perusahaan di tanah air sedang mengalami kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualang Dunia&lt;br /&gt;Kesenangannya pada alam, berburu, berenang, menyelam dan memancing kini bukan lagi dilakukan di pinggir hutan dan di sungai Bah Bolon dekat rumah orang tuanya di kampung. Kini ia melakukan itu semua di tempat-tempat yang jauh dari tanah kelahirannya, di berbagai negara, tempat ia bisa belajar tentang arti penting pelestarian lingkungan hidup. Ia pernah menjelajahi hampir sebagian besar hutan belantara mancanegara, menyelami sungai panjang dan laut dalam di berbagai negara, seperti Amerika, Kanada, New Zealand, Australia, Turki, Spanyol, Kazakhstan, Rumania, sebagian besar Afrika, dan belahan dunia lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia telah memperoleh sejumlah kepercayaan dan penghargaan bergengsi di tingkat nasional maupun internasional di bidang pelestarian lingkungan hidup. Ia juga berburu untuk konservasi yang telah nyata penerapan dan hasilnya di hampir seluruh negara. Ia adalah satu-satunya putera Indonesia yang kini namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang memperoleh African Big Five Grand Slam Award. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga tercantum dalam Record Book dan tertera di dinding Museum Safari Club International (SCI) di Tucson, Amerika. Dia juga telah menerima International Conservation Award, Dangerous Game of Africa, memperoleh World Hunting Award, mendapat puluhan Gold Award, sebagai SCI Master Measurer, dan telah menerima penghargaan-penghargaan tertinggi dunia lainnya. Ia merupakan anggota seumur hidup Safari Club International dan International Professional Hunter Association, ia dipercaya untuk ketigakalinya menjadi Ketua Regional Representative SCI untuk negara China dan Jepang serta anggota supporter Green Peace International selama puluhan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat menginginkan pengalamannya yang beragam dan unik, terutama dalam kegiatan pembinaan dan berburu, bisa juga dinikmati orang lain. Untuk itu, ia mengabadikan semua hewan liar hasil buruannya dengan mendirikan dan mengelola Museum dan Galeri satwa liar bertaraf internasional pada tanggal 14 Mei 1999 yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Satu-satunya museum satwa di Asia yang memamerkan lebih kurang 600 jenis satwa liar dunia, sebagian hasil buruannya dari berbagai negara, hewan-hewan mati dari taman hewan, dan pembelian secara legal serta pemberian teman-teman dari beberapa negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu dua tahun, eksistensi dan aktivitas museum ini telah beberapa kali meraih penghargaan, di antaranya masuk dalam Museum Record Indonesia (MURI) dan Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang masuk nominasi calon penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2001 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2001 dan penghargaan-penghargaan internasional lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di museum ini terdapat bukti tentang betapa concern Rahmat dengan konservasi. Tahun 1995, saat diadakan konferensi di Amerika, ia meraih penghargaan International Conservation Award, penghargaan tertinggi konservasi. Ia ingin Amerika dan negara-negara lainnya tahu bahwa Indonesia juga sangat peduli pada penyelamatan kepunahan hewan-hewan yang ada. Itu dibuktikannya ketika ia memenangkan lelang foto tiga Presiden Amerika serikat masing-masing Gerald Ford, George Bush dan Bill Clinton sedang bermain golf bertiga. Hal ini merupakan kejadian langka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lelang pertama yang sangat langka itu dimenangkannya dengan nilai US $ 16.500. Dananya disumbangkan untuk kepentingan konservasi. Saat ini foto tiga Presiden di lapangan golf tersebut ada di museumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam negeri, ia mendapat kepercayaan menjadi pengurus sejumlah organisasi menembak, taman hewan, dan lingkungan hidup, permuseuman, misalnya Pengurus Besar Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia) selama empat periode, sampai saat ini dipercaya sebagai Penatar Nasional, pengelola Taman Hewan Pematang Siantar (Siantar Zoological Park), dan Dewan Pembina Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) dan Bendahara Umum Badan Musyawarah Museum Indonesia (BMMI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kini dikenal sebagai pengusaha, diplomat, pemburu kelas dunia, dan politisi (tahun 1999 terpilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah Sumatera Utara), banyak membina dan memimpin organisasi. Sejumlah organisasi usaha dan kemasyarakatan yang turut dibinanya antara lain sebagai Dewan Kehormatan BPP HIPMI, Dewan Pembina Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara, Dewan Pembina Asosiasi Manajer Indonesia (AMI), Dewan Pengurus Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS), Ketua Medan Club selama tiga periode (10 tahun), Ketua Dewan Pakar Inkubator Bisnis USU, pendiri Yayasan Rahmat, pendiri Yayasan Sumatera Lestari (Yasri), pendiri Pesantren H. Mohammed, Dewan Pembina YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Medan, Dewan Pembina Yayasan UISU Medan, Dewan Penasehat Majelis Adat Budaya Melayu, dan Dewan Penyantun IAIN Sumatera Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peduli Sosial &lt;br /&gt;Kiprahnya dalam kehidupan sosial bukanlah sesuatu yang istimewa. Baginya memberi bantuan merupakan sesuatu yang biasa dan mengalir begitu saja, meskipun sebagian besar orang menganggap apa yang dilakukannya di bidang sosial sebagai hal yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini telah dibuktikannya, dengan memberi bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar lingkungan usaha berupa tempat ibadah, sekolah dan lain sebagainya. “Dua pertiga hidup saya saat ini untuk kegiatan sosial,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang datang dan menyuratinya. Ada yang meminta modal untuk berjualan, membeli becak, biaya pendidikan dan sebagainya. Umumnya permintaan mereka dikabulkan meski dengan persyaratan bantuan yang diberikan harus benar-benar sesuai untuk keperluannya. Jika ia mengetahui dari pemberitaan di media massa atau sumber lain ada orang yang mengalami kesulitan dan sangat tersiksa atau merana tanpa bisa mengatasi karena tidak mempunyai biaya, ia langsung mengirimkan staf untuk mengecek kebenarannya, kemudian mengirimkan bantuan yang pantas dan sesuai kebutuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Moralitas Politik&lt;br /&gt;Kehadirannya di dalam dunia politik ditempuh melalui jalan yang cukup berliku. Semula bergabung dan aktif di Golongan Karya (Golkar), sempat terpilih menjadi salah seorang jurkam (juru kampanye) terbaik dan telah banyak memberi kontribusi waktu dan dana. Belakangan merasa kecewa karena perjuangannya mendorong dan menampung aspirasi rakyat kurang mendapat dukungan dari para oknum elit di partainya. Ketika Pemilu 1999 berlangsung dan saat Golkar secara resmi berubah menjadi partai, ia menyatakan keluar dari Golkar dan bersikap netral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala mendapat kesempatan untuk menjadi anggota MPR Utusan Daerah Sumut, ia diharuskan memilih salah satu partai. Pilihannya jatuh pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambang Ka’bah ini dianggap cukup fokus dan konsekuen dalam memperhatikan serta mempedulikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat serta konsisten dengan perjuangan demi bangsa dan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia dianggap cukup berjasa dalam menyukseskan Sidang Istimewa MPR yang lalu, sejumlah teman-temannya di PPP dan tokoh-tokoh masyarakat di daerah berharap dan menyarankan agar ia mengambil peluang dan kesempatan duduk di posisi penting di pemerintahan. Tetapi apa kata Rahmat “Ibarat saya sedang duduk di depan meja makan. Semua jenis menu makanan terbaik dan lengkap sudah tersedia di atas meja. Apakah saya harus mengambil makanan lain lagi di meja orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Segalanya &lt;br /&gt;Banyak orang bertanya bagaimana Rahmat bisa membagi waktu untuk membina keluarga. Kapan dan bagaimana pula kiatnya bisa membangun hubungan harmonis dengan keluarga di tengah kesibukan mengurus usaha, kegiatan sosial politik, hobi dan lainnya. Banyak contoh di masyarakat mengenai keberhasilan seseorang dalam dunia usaha kegiatan sosial politik dan karir profesi tetapi gagal membina dan memiliki keluarga yang bahagia. Sebaliknya malah mengorbankan kepentingan isteri dan anak-anaknya. Kurang memperhatikan keluarga sehingga menjadi fatal akibatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sepanjang hari Sabtu dan Minggu, biasanya ia menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Walau sedang di Jakarta, Singapura atau Malaysia, jika pekerjaan belum selesai pada hari Sabtu ia akan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga, menghindar dari berbagai acara undangan resmi. Saat liburan sekolah anak-anak, ia membawa seluruh anggota keluarga berlibur ke luar kota, ke luar daerah, atau ke mana saja. Kadang-kala juga mengajak keluarga masuk tengah hutan di berbagai belahan dunia. Pendeknya, ia selalu berupaya berkumpul dan makan bersama keluarga pada setiap hari Sabtu-Minggu. Hari untuk keluarga itu, diupayakan tidak terganggu oleh pekerjaan serta acara-acara yang tidak ada habisnya. “Saya beruntung mempunyai keluarga yang penuh pengertian sehingga saya berhasil mencapai posisi seperti ini,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengusaha, menurutnya, belum bisa disebut sukses bila tidak berhasil membangun keluarga. Pengusaha yang sukses selalu bersikap baik terhadap keluarga, memberikan perlindungan, memelihara, membesarkan dan memperlakukan isteri serta anak-anak dengan baik, agar mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keluarga pulalah, ia bersyukur karena tidak bisa berdansa dan menyanyi. Buatnya itu tidak masalah. Berarti Tuhan Yang Mahakuasa sayang dan tahu apa yang baik dan buruk untuk dirinya, sehingga ia bisa membatasi diri untuk keluar rumah seperti ke diskotek, night club, bergembira bersama orang-orang yang tidak dikenal sebelumnya yang penuh kepalsuan belaka yang tujuannya tidak lain hanya berfoya-foya dan menghamburkan harta. Ada hikmah tersendiri baginya, karena tidak bisa berdansa dan bernyanyi sebagai-mana teman-temannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-1649988684983320954?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/1649988684983320954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/1649988684983320954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/03/orang-simalungun.html' title='Orang Simalungun'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ozzVFEFiA08/RgB236H_uvI/AAAAAAAAABU/GOYpaq3v5Tg/s72-c/becak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-7896875751764519250</id><published>2007-03-16T17:36:00.000+11:00</published><updated>2007-03-16T17:42:22.686+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Taman Hewan Siantar</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt; Peresmian Renovasi Taman Hewan Siantar dan Rahmat Galery Tetap Meriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar 13, 2007 at 08:06 AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan (SIB)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono batal menghadiri peresmian pengembangan Taman Hewan Pematang Siantar (THS) dan DR H Rahmat Shah International Wildlife Gallery (RSIWG) Rabu (7/3) lalu, acaranya tetap meriah. Puluhan tokoh nasional dan luar negeri dari kalangan pencipta binatang tetap hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedua lokasi konservasi dan wisata yang dikelola Rahmat itu bahkan hadir perwakilan Kebun Binatang (zoo) negara Malaysia, Pemilik Taman Safari Indonesia Tonny Sumampau, Hotma Sitompul dan beberapa pemuka masyarakat Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, menurut Rahmat, kehadiran Presiden pada peresmian pengembangan THS bertujuan untuk meningkatkan semangat konservasi masyarakat. Sebab kehadiran THS atau kebun binatang pada umumnya memiliki fungsi berganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fungsinya bukan hanya sekedar untuk wisata belaka. Di sana kita bisa menjadikannya sarana pendidikan dan konservasi,” ungkap Rahmat kepada wartawan di Aula RSIWG, Kamis (8/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan renovasi besar di THS, Rahmat juga melakukan pengembangan RSIWG Gallery yang dibangunnya sekitar tujuh tahun silam sudah mengalami perubahan yang cukup besar. Perubahan itu dilakukan Rahmat mengingat semakin tingginya minat wisatawan asing mengunjungi satu-satunya gallery hewan liar di Asia Tenggara. Sayangnya, menurut Rahmat, kerja kerasnya itu masih belum mendapat dukungan serius dari kalangan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dibuktikan Rahmat dari masih adanya suara sumbang yang dilontarkan segelintir masyarakat terhadap kehadiran RSIWG dengan perburuan. “Seharusnya mereka mempelajari apa sebetulnya yang telah saya kerjakan ini. Seandainya saja mereka tahu, mereka akan mengerti apa sebenarnya perburuan konservasi yang saya terapkan,” tutur Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, Rahmat tetap yakin, belajar dari kenyataan yang ada, masyarakat kita akan berubah dan mengerti betul akan kerja konservasi yang dilakukannya. Apalagi saat ini dia percaya memegang kepercayaan masyarakat kebun binatang Indonesia sebagai Ketua Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia dan beberapa organisasi konservasi lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-7896875751764519250?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7896875751764519250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7896875751764519250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/03/taman-hewan-siantar.html' title='Taman Hewan Siantar'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-7776213856367890369</id><published>2007-03-14T20:26:00.000+11:00</published><updated>2007-03-14T20:38:57.864+11:00</updated><title type='text'>Mengenang Peran Para Sufi Batak</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt;Parmalim, Tasawuf dan Penjajahan &lt;br /&gt;Parmalim, Tasawuf, Suluk dan Penjajahan Belanda&lt;br /&gt;By. Julkifli Marbun&lt;br /&gt;Dari: humbahas.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf sebagai sebuah fenomena penghayatan agama Islam diperkirakan mulai masuk secara sistematis ke Tanah Batak sejak abad ke-10 M. Walau begitu, eksistensi masyarakat Islam di Tanah Batak telah dimulai sejak dua atau tiga abad sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya makam mahligai bertarikh abad ke-8 M di Barus yang menguatkan keberadaan komunitas Muslim yang mapan di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa utusan dagang telah melakukan kunjungan ke Barus, Tanah Batak dalam masa Rasulullah SAW, termasuk beberapa personal sahabat dan tabi’in yang melaut. Komunitas-komunitas muslim mulai eksis dan berasimilasi dengan penduduk Batak di masa pemerintahan Khulafa al-Rasyidin (663-661 M). Hubungan dagang semakin mengalami kemapanan dan kemajuan di masa pemerintahan Dinasti Umayyah (661-750 M). Pada era ini diyakini orang-orang Batak Islam masih menganut agama yang benar-benar dipraktekkan oleh para sahabat dan tabiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau nilai-nilai sufisme sama umurnya dengan lahirnya agama Islam itu sendiri, diperkirakan sufisme dalam bentuk pengetahuan yang mandiri baru mulai dimasyarakatkan pada masa-masa Abu Mansyur al-Hallaj (w. 922 M), seorang sufi besar dari Baghdad, yang kemudian diikuti oleh sufi-sufi besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merintis pengembangan ajaran yang berisi tingkatan-tingkatan, maqamat, berikut metode-metode pencapaian spiritual sebagai upaya untuk menemukan hakikat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui jaringan pedagang, pelaut, ilmuwan-ilmuwan dan para musafir yang lalu lalang antara Timur Tengah ke timur sampai Cina dan ke barat serta selatan menuju beberapa pusat perdagangan di Afrika, ajaran tasawuf mulai dikenal oleh masyarakat Islam di berbagai belahan dunia. Barus yang saat itu merupakan destinasi dan pusat perdagangan yang aktif, bersama Lamuri, Pidie dan Pasai serta kota-kota kerajaan penting di Nusantara di masa yang sama juga merasakan imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya sistem kekhalifahan di Baghdad mendorong desentralisasi pengembangan ilmu pengatahuan di dunia Islam. Umat Islam terpecah dalam kotak-kotak kekhalifahan, kesultanan dan kerajaan yang beragam. Akibatnya, kemandirian dan kematangan tasawuf bersama dengan ilmu pengetahuan lainnya mengalami kemapanan di beberapa pusat kebudayaan Islam di dunia, tidak hanya bersumber dari Baghdad. Di beberapa kerajaan dan kesultanan baru Islam di belahan dunia, termasuk Nusantara, tasawuf sebagai bagian dari ilmu pengetahuan mengalami pengembangan yang sangat pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil beberapa pemahaman tasawuf mengalami percabangan yang sangat variatif jumlahnya. Di antarannya adalah Tarekat Qadiriyah di Baghdad yang didirikan oleh Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir al-Jailani (w. 1166 M), Tarekat Rifa’iyah di Asia Barat yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Rifai (w. 1182 M), Tarekat Sadziliyah di Maroko yang didirikan oleh Syeikh Nuruddin Ahmad ibn Abdullah al-Syadzily (w.1228 M), Tarekat Badawiyah di Mesir yang erat hubungannya dengan Syeikh Ahmad Badawi (w.1276 M), dan Tarekat Naqhsabandiyah di Aria Tengah yang didirikan oleh Syeikh Muhammad Baha’uddin al-Naqhsabandiyah (w. 1317 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak, tidak banyak informasi yang didapat mengenai siapa tokoh yang paling berperan dalam mengembangkan tasawuf atau sufisme secara sistematis. Namun beberapa tokoh Batak yang diperkirakan ikut serta dalam mensosialisasikannnya adalah Syeikh Rukunuddin yang makamnya berada di kompleks makam mahligai, Barus-arah barat dari Danau Toba, bertarikh abad ke-8 M dan Tongku Malim Lemleman di abad ke-10 di Portibi, sebuah kerajaan kuno Batak di arah selatan Danau Toba. Sumbangsih mereka dalam sufisme tidak dapat dirinci secara detail karena belum ada riset mengenai biografi kedua tokoh tersebut. Semua informasi hanya didapat dari memori kolektif masyarakat dalam bentuk legenda dan beberapa bukti arkeologi dalam bentuk makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang perlu dicatat di sini adalah adanya faktor ketidaksengajaan dalam penyebarannya di Tanah Batak. Pertama dibawa oleh para kaum pedagang, musafir dan pengelana ilmu dan yang kedua tasawuf mengalami pengembangan dan perkembangbiakan akibat krisis politik di Baghdad. Maju mundurnya pengamalan tasawuf di Tanah Batak juga sangat dipengaruhi oleh iklim politik regional saat itu. Islam sebagai sebuah ajaran mengalami tekanan dari kalangan Buddha yang diback-up oleh Cina di masa pemerintahan Dinasti Tang (730 M). Orang-orang Cina merasa terancam karena kerajaan-kerajaan Nusantara mulai menguasai jalur perdagangan dan memeluk agama Islam seperti Sri Maharaja Sri Indra Warman, Raja Sriwijaya di Jambi pada tahun 718 M dan Raja Kalingga di Jepara yang bernama Raja Jaya Sinna di zaman yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Batak Islam mulai bergelut dengan masalah sendiri untuk mengembangkan Islam dengan metode mereka sendiri. Mereka berusaha melawan keterisolasian akibat krisis politik internasional saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang Mesir dari Dinasti Fathimiyah (978-1168 M) mulai mengirim bantuan dan dukungan militer terhadap kesultanan-kesultanan pribumi di Sumatera barulah perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Batak mulai bernafas kembali. Pasukan angkatan laut dan marinir Mesir ini menguasai kembali jalur-jalur perdagangan ke Sumatera yang mencakup Gujarat sehingga para musafir dan haji-haji dari Tanah Batak dapat melakukan kunjungan-kunjungan ke pusat-pusat ilmu pengetahuan di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari masuknya orang-orang Mesir ke Sumatera, yang juga mencakup Tanah Batak ini, adalah masuknya beberapa tarekat yang sama sekali baru dikenal di Sumatera. Salah satunya adalah Tarekat Badawiyah yang tidak diketahui pasti apakah tarekat ini mendapat anggota atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat krisis politik melanda Mesir dengan tumbangnya Dinasti Fathimiyah di tangan Dinasti Ayyubiah dengan pendiri Sultan Salahuddin pada tahun 1168 M, faham tasawuf diperkirakan semakin menancap dalam sistem adat, politik dan sosial pribumi di Sumatera. Orang-orang Mesir di Sumatera semakin leluasa untuk mengembangkan ajaran ini dan sekaligus mendirikan Kesultanan-kesultanan baru yang madiri dari kepemimpinan Mesir seperti Kesultanan Perlak pada tahun 1168 M. Para saudagar, musafir dan ilmuwan mesir ini dengan leluasa menguasai semua pusat-pusat perdagangan di Sumatera yang berakibat kepada makin banyaknya pribumi Sumatera mengenal ajaran tarekat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1191 M, komunitas Muslim di Kampung Minangkabau, Jambi mulai mengalami tekanan politik dari Tentara Darmasyara yang Buddha. Mereka, dengan pimpinan Panglima Zulfiqar Al-Kamil, mantan panglima Dinasti Fathimiyah di Sumatera menyelamatkan para muslim dan mengungsikannya ke Kampar. Di zaman inilah, 1191 M, dikenal seorang ulama sufi terkenal yang bernama Syeikh Burhanuddin Ulakan yang murid-muridnya menyebar ke segala penjuru Nusantara dan menguasai peta pendidikan dan organisasi tasawuf di Sumatera. Pengaruhnya diyakini mendapat pengikut yang sangat antusias di kalangan masyarakat Batak di Tanah Batak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Burhanuddin Ulakan yang diperkirakan meninggal tahun 610 H ini secara turun temurun menjadi imam para sufi di Sumatera sampai kepada generasi Syeikh Burhanuddin Ulakan Pariaman yang wafat pada tahun 1691 M. Orang-orang Batak yang paling dipengaruhi oleh paham mereka ini adalah orang-orang Batak di pesisir Barat (Natal, Singkuang, Barus, Singkil dan Sibolga) dan Timur Sumatera, orang Mandailing dan Toba. Khusus di daerah Toba, istilah yang paling lazim yang diambil dan diadopsi menjadi kata Batak adalah kata malim dan parmalim yang telah lama digunakan oleh para pengikut Syeikh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, di tanah Batak pada zaman ini, tidak dikenal ada sebuah aliran yang yang sangat dominan. Diperkirakan hal itu terjadi karena perubahan konstelasi politik yang sangat konstan. Belum lagi sebuah faham tertanam kuat, sebuah aliran lain yang berwarna syafii mulai berkembang di Tanah Batak saat Dinasti Mamluk berkuasa di Mesir pada tahun 1252 M. Hal itu diperparah dengan masuknya bentuk-bentuk lain dari pusat-pusat peradaban dan politik Islam seperti Persia, Maroko, Gujarat dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska hegemoni mazhab syiah dan sunni yang syafii, bersamaam pula muncul tokoh-tokoh Batak yang mempunyai faham yang berbeda seperti Abdul Rauf Fansuri dari Fansur Barus, Tanah Batak, yang disinyalir membawa ajaran Ibadiyah dan Abdulrauf Sungkily dari Singkel yang syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah Fansuri yang kemudian dikenal sebagai pentolan wahdatul ujud di Tanah Batak mendapat banyak kritikan dari ulama-ulama Aceh seperti Nuruddin al-Raniry. Akibat dari pertentangan ini semua adalah bahwa ajaran Islam yang di dalamnya sufisme mengalami kemandekan yang berakibat kepada melambatnya pengajaran Islam kepada para kaum animisme di perbukitan yang terisolir. Komunitas-komunitas yang animis dan terisolir itu akhirnya hanya mendapat informasi mengenai sufisme dari mulut-ke mulut melalui para pedagang Batak yang mengitari setiap huta untuk berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme kemudian hanya dikenal sepenggal-penggal dan mengalami sinkretisasi di dalam adat dan budaya Batak. Pengaruh sufisme tersebut masih tercermin dalam ritual-ritual dan tabas-tabas yang berfungsi sebagai kekuatan-kekuatan magis yang sangat diminati masyarakat Batak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme, tidak hanya di Tanah Batak tapi di seluruh dunia kemudian mengalami evolusi yang kemudian bersentuhan dengan politik praktis. Munculnya Dinasti Murabithun (1056-1147 M), Muwahhidun (1130-1269 M) di Spanyol dan Dinasti Safawiyah (1501-1732 M) di Persia merupakan realitas kehidupan sosial politik kaum sufi yang lebih nyata dalam membina, memelihara dan mengayomi masyarakat dan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya di abad ke-15 M sampai 18 M, di Sumatera bermunculan tarekat baru yang semuanya bermula dari hubungan dagang yang intens antara pribumi dengan dunia luar. Di antaranta Bektasyiah dari Turki, Khalwatiyah dari Persia, Sanusiyah dari Libya, Syattariah dari India dan Tijaniyah dari Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan bahwa di tanah Batak, walau dimasuki oleh beberapa faham tarekat tasawuf, tidak ada tarekat yang dominan, namun sebuah tarekat yang mempunyai akar yang sangat kuat sampai sekarang adalah tarekat Syattariyah. Tarekat ini bahkan menancap kuat dan sampai abad ke-21 beberapa komunitas muslim Batak masih mempraktekkannya dengan atau tanpa tahu bahwa hal tersebut merupakan bagian dari ajaran syattariyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat-pusat pengembangan syattariah adalah Barus, Sibolga, Singkuang dan Natal. Di tempat-tempat inilah ajaran tersebut mengalami pribumiisasi sebelum akhirnya menyebar ke pelosok dan pedalaman Tanah Batak yang terisolir oleh tangan-tangan para paronan. Daerah Natal, di Tapanuli Selatan, dengan eksistensi ulama-ulama lokalnya bahkan melahirkan ‘mazhab’ baru dalam sufi yang kemudian di kenal dengan mazhab Natal yang berkembang di abad ke-18. Para ulama-ulama lokal di Tanah Batak kemudian mendirikan pusat-pusat pendidikan yang baru di berbagai wilayah Tanah Batak yang benar-benar diawaki oleh orang Batak seperti yang ada di Huta Pungkut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Belanda dengan penjajahannya membawa kemelaratan dan kemunduran peradaban di Tanah Batak. Sufisme di Tanah Batak yang terwujud dalam organisasi-organisasi peribadatan suluk maupun dalam bentuk sinkretisme seperti parmalim, parhudamdam dan parsitekka yang dikenal dengan istilah mereka pitu hali malim pitu hali solam yang berarti tujuh kali suci dan tujuh kali keramat (Malim dari kata Muallim dan Solam dari kata Islam), sebuah istilah yang ditujukan kepada orang-orang Batak yang suci dan dianggap keramat, bangkit dan berada di garis depan dalam menentang para penjajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda dengan politik devide et impera dan eksploitasi tanpa prikemanusiaan menerapkan beberapa ordonansi yang berakibat kepada primitivisasi orang-orang Batak. Perbudakan digalakkan dengan ordonansi tahun 1808 dan disamarkan oleh pemerintah penjajah Belanda pada tahun 1856 dengan istilah kerja paksa. Antara tahun 1830-1870-an, penjajah memberlakukan pajak tanaman dan pencabutan hak atas tanah petani yang tak sanggup membayar pajaknya. Semua orang menjadi budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 1882, tiap-tiap kepala pribumi dikenakan pajak satu Gulden, apabila ia tidak sanggup bekerja di perkebunan-perkebunan para penjajah. Selain mengeksploitasi penduduk secara ekonomi, pihak penjajah juga menghancurkan sistem dan tatanan sosial orang-orang Batak. Orang Batak semakin melarat sementara Amsterdam dan Rotterdam semakin makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1849 Asisten Residen Mandailing Ankola, tangan penjajah di daerah, berusaha membasmi orang-orang Batak yang Islam, sesuai dengan misi Devide et Impera dengan menerapkan gagasan untuk memisahkan orang-orang Batak yang sudah Islam dengan mengkristenkan orang-orang Batak pelebegu. A.P. Godon yang sudah pensiun sejak tahun 1857 menyatakan dalam suatu diskusi: "Dalam laporan umum tahun 1849 selaku Asisten Residen Mandailing Angkola, saya menyatakan bahwa guru agama Kristen pada saat itu masih bisa bekerja dengan dengan baik. Saya sarankan agar antara suku Melayu-Batak Islam dan Batak harus dipisahkan dengan jelas. Metode yang paling baik adalah menyeru orang-orang Batak pelebegu agar masuk Kristen." (Lihat O.J.H. Graaf van Limburg Stirum, hal. 126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculikan dan pengusiran terhadap para tokoh masyarakat dan pengajar serta haji-haji orang Batak juga diterapkan melalui Beslit Rahasia Gubernur Jenderal No. 1,3 Juni 1889. Orang-orang marga Hutagalung dan Sitompul di Silindung merupakan kelompok masyarakat Batak Islam yang paling banyak diusir dari tanah leluhur mereka, di samping kelompok marga lain di beberapa wilayah Batak, karena mereka banyak yang sudah haji (lihat: Beslit Rahasia Gubernur Jenderal No. 1,3 Juni 1889).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi-organisasi suluk dan tasawuf Batak semakin meningkatkan perlawanan mereka terhadap penindasan para penjajah ini. Namun sayang kekuatan mereka tidak sebanding dengan hegemoni penjajah Belanda yang justru didukung oleh para pribumi Nusantara yang menjadi tentara bayaran. Para sultan-sultan Batak di Barus, Sibolga, Sorkam dan Singkil dikebiri dan hak-hak mereka sebagai sultan dihapuskan secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang residen penjajah di Tapanuli bernama Westenberg dan Barth merupakan sedikit contoh tokoh yang benar-benar mempraktekkan pembasmian orang-orang Batak yang Islam, bahkan Westenberg, secara politik, memberi contoh memecat kepala desa yang masuk Islam. Pemerintah penjajahan Belanda menyetujui hal itu karena sesuai dengan jiwa beslit rahasia 1889 tersebut. (M. C. Jongeling, Het Zendingconsulaat in Nederlands Indie, 1906-1942, (Arnheim, 1966) Hal. 112). Namun dukungan penjajah seperti ini tidak mampu menghentikan kekuatan pribumi yang anti-penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1903, Kepala Kampung Janji Angkola, Aman Jahara Sitompul, yang telah menjadi Kepala Kampung selama 23 tahun, masuk Islam berkat anaknya Syeikh H. Ibrahim Sitompul. Akibatnya Aman Jahara Sitompul diberhentikan sebagai Kepala Kampung atas dasar beslit rahasia 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh H Ibrahim melakukan perlawanan dan melakukan aksi politik dengan menayakannya kepada Dr. Hazeu, Adviseur voor Islandsche zaken. Alih-alih mendapat tanggapan, laporannya baru resmi diterima enam tahun kemudian, yaitu pada tahun 1909. Dr. Hazeu berusaha melakukan himbauan kepada kekuatan penjajah yang ditolak mentah-mentah oleh Residen Westenberg dengan penegasan sekali lagi bahwa pegawainya telah melaksanakan kebijakan yang digariskan pada tahun 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Residen Westenberg kemudian dipertegas oleh rezim penjajah dengan pernyataan Frijling, Penasehat Urusan Luar Jawa, untuk menerapkan kebijakan rahasia tersebut apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak pada tahun 1903, Janji Angkola Pabea Sitompul, saudara Syeikh Ibrahim Sitompul, berusaha keras untuk mengembalikan kehormatan ayahnya. Namun kali ini tanggapan keras datang dari pihak penjajah. Dia terbentur tembok dengan adanya surat keputusan dari pimpinan tertinggi penjajah di Indonesia yakni keputusan Gubernur Jenderal Penjajah tanggal 5 Juni 1919 yang tidak mengabulkan pengaduan tersebut. (Lihat; "Christelijke Zending en Islam in Indonesia", dalam Koleksi GAJ. Hazeu, No. 42, KITLV, Leiden. Bandingkan dengan Lance Castles, The Political Life of Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940, disertasi, Yale University, 1972, Hal. 91-93.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada bulan Maret 1919, di Janji Angkola diadakan pemilihan kepala kampung baru. Sekalipun jumlah warga Batak yang beragama Kristen sebanyak 400 orang, sedang warga Batak yang muslim hanya 60 orang, namun ternyata Syeikh Ibrahim Sitompul yang menang dalam pemilihan tersebut. Tapi Kontrolir Silindung Heringa menyarankan agar residen mengangkat Aristarous, bukan Syeikh Ibrahim Sitompul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Residen Vorstman sadar dengan instruksi rahasia 1889, kemudian mengadakan pemilihan ulang, dengan harapan pihak Batak Islam akan tersudut. Namun ternyata Syeikh Ibrahim Sitompul tetap keluar sebagai pemenang, dengan suara 218 lawan 204. Residen Vorstman tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kekuatan anti-penjajahan kali ini berhasil unjuk gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu hubungan perdagangan antara daerah Singkel dan Dairi juga diputus dengan alasan Devide et Impera. Dengan demikian orang-orang Batak di tanah Batak pusat akan terisolir dan mudah untuk ditaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Residen Bataklanden dan Residen Tapanuli kemudian melakukan langkah dengan memisahkan orang-orang Batak di Singkel dengan Dairi. Hubungan lalu lintas antara Singkel dan Dairi pun diputus. Raja Batu-batu, seorang Raja Batak Singkel, yang kebetulan seorang muslim dilarang untuk mendatangi rakyatnya di Dairi. (Surat Residen Tapanuli Westenberg ke Gubernur Jenderal tanggal 9 Oktober 1909, dalam Koleksi G.A.J Hazeu). Bahkan sejak tahun 1910 para pedagang Batak Singkel dilarang tinggal di daerah Batak, maksudnya Keresidenan Tapanuli, lebih dari 24 jam. (Nota Lulofs 11 Juli 1915, dalam Lance Castle, Hal 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha penjajah Belanda untuk mengkotak-kotakkan orang Batak dalam agama dan teritori agar mudah dijajah juga dilakukan di Silindung. Pada tahun 1915, Lulofs memberikan instruksi sektarian kepada bawahannya agar dibuat batas baru di sebelah utara Janji Angkola, dan politik anti-Islam hanya boleh dilaksanakan di sebelah utara desa tersebut. Dalam suratnya kepada Direktur Pendidikan dan Agama tanggal 16 Mei 1916, Lulofs menjelaskan bahwa dengan adanya garis pemisah, maka bisa diadakan tindakan tegas dalam daerah tertutup. Misalnya dengan menggunakan Ordonansi Guru 1905 untuk menghindari pendidikan Islam di daerah tersebut. Ordonansi Guru ini memungkinkan penjajah dapat memburu, mengusir dan mengasingkan guru-guru Batak Islam yang termasuk para haji-haji dari kalangan Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pihak zending menentang instruksi- yang dinilai terlalu menguntungkan Islam- ini. Dan menyatakan keheranannya mengapa sikap seorang pegawai demikian simpati kepada Islam. Karena menurut mereka di daerah ini terdapat 15.000 orang Kristen, 3000 orang Batak Islam dan masih banyak animis yang akan diserahkan kepada nabi palsu. (Lihat surat Lulofs kepada Direktur BB tanggal 16 Mei 1916).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pemisahan daerah Islam-Kristen semacam ini Hazeu tidak setuju, karena dia tidak membenarkan terjadinya pengusiran seseorang dari daerah tertutup. Dalam suratnya kepada Direktur Pendidikan dan Agama tanggal 29 Desember 1916, Hazeu menyatakan, "Saya memperingatkan dengan keras bahwa Ordonansi Guru tidak boleh digunakan untuk tujuan mengusir haji sebagaimana dibenarkan oleh tuan Lulofs" (Koleksi G.A.J.). Namun, pengusiran dan pemburuan tersebut tetap saja terjadi di tanah Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menghalangi gerak pedagang Batak Islam yang sejak abad 15 telah eksis dan menjadi tulang punggung perekonomian tanah Batak, khususnya dari marga Hutagalung, Hasibuan, Pasaribu dan Marpaung serta marga-marga lainnya, Asisten Residen Fraser mengusulkan dibentuknya koperasi antar sesama orang Batak yang tidak menentang kehadiran penjajah saat itu, di samping menganjurkan agar peternakan babi digalakkan di sana. Saran semacam ini pernah dikemukakan pula oleh seorang tokoh Lembaga Bijbel pertengahan abad lalu, yang ditujukan kepada propagandis Kristen di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah H.N. vander Tuuk yang pada tahun 1851 sampai tahun 1857 menetap di tanah Batak sebagai petugas dari Lembaga Bijbel. Ia memberikan beberapa saran, bagaimana seharusnya petugas Kristen bersikap di tanah Batak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus disebut Guru, bukan pendeta atau paderi; karena istilah pendeta kurang disukai, baik orang Eropa maupun orang Batak.&lt;br /&gt;2. Harus kawin dengan wanita Eropa, karena pembicaraan antara wanita lebih intim dan seorang wanita lebih berpengaruh daripada pendeta biasa.&lt;br /&gt;3. Harus mendapat gaji yang baik, lebih tinggi dari gaji pegawai pemerintah.&lt;br /&gt;4. Harus berpakaian seperti biasa, tidak memakai jas hitam pendeta.&lt;br /&gt;5. Harus bisa menerima gaji dengan mudah, tanpa dipotong dua setengah persen.&lt;br /&gt;6. Langsung masuk daerah Batak, tidak perlu lama-lama menunggu di Padang agar cepat bisa berbahasa Batak.&lt;br /&gt;7. Harus tinggal jauh dari orang Eropa, karena mereka pada umumnya tidak akrab dengan pribumi.&lt;br /&gt;8. Dalam taraf permulaan hanya omong-omong, secepat mungkin mengajar agar bisa cepat belajar bahasa pribumi. Hanya mengajar kalau diminta oleh mereka.&lt;br /&gt;9. Bersama murid-murid sekolah, harus membaca cerita Batak, baru kemudian membacakan Bijbel. &lt;br /&gt;10. Harus bergaul akrab dengan orang Batak, tapi jangan meminjam uang.&lt;br /&gt;11. Hendaknya tidak menerima hadiah, karena dia harus memberikan hadiah.&lt;br /&gt;12. Hendaknya tidak menghina orang Islam, tapi harus menunjukkan orang kafir sama baiknya dengan orang Islam.&lt;br /&gt;13. Andaikata mengetahui ilmu teknik, harus mengajarkan ilmu tersebut hanya kepada orang bukan Islam.&lt;br /&gt;14. Sebagai peternak harus memelihara babi.&lt;br /&gt;15. Andaikata mempunyai anak, harus hati-hati agar mereka tidak menghina pribumi.&lt;br /&gt;16. Dalam pelaksanaan vaksinasi hendaknya jauh dari pengawasan pegawai, Karena semua pegawai yang beragama Islam, biasa mengucapkan: "Jangan makan babi lagi" setelah memberikan suatu suntikan.&lt;br /&gt;17. Hendaknya tidak menggunakan pemadat sebagai pembantu atau murid.&lt;br /&gt;18. Andaikata memiliki toko, dia tidak hanya akan mendapatkan banyak uang, tapi juga pengaruh yang cukup besar.&lt;br /&gt;Sumber Lihat: R. Nieuwenhuys, H.N. van Der Tuuk: De, Pen in Gal Gedoopt, (Amsterdam, 1962) hal: 81-84.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1919, pihak zending mengeluarkan brosur dalam dialek Angkola berjudul Ulang Hamu Lilu (jangan sesat), untuk memperkenalkan Islam secara negatif kepada orang Kristen Batak, berdasarkan buku-buku Gottfried Simons yang biasa menentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gottfried Simons adalah seorang zendeling Jerman yang pernah bertugas di Sumatera dari tahun 1896 sampai tahun 1907, dikirim oleh RMG (Rheinische Mission Gesellschaft). Karyanya antara lain; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam und Christentum im kampf um die Eroberung der animimistischen Heidenwelt, beobachtungen aus der Mohammedaner-Mission in Biederlandisch-Indiesn, (Berlin 1910); (Islam dan Kristen dalam Perjuangan di dunia Animis; Tinjauan zending terhadap orang Islam di Hindia Belanda).&lt;br /&gt;2. Unter den Muhammedanern Sumatras, (Berlin, 1926).&lt;br /&gt;3. Reformbewegungen in Islam (Artikel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat brosur tersebut yang menurut Hazeu penuh dengan kebohongan dan kepalsuan tersebut, timbullah kehebohan, sehingga untuk mengatasinya brosur tersebut segera disita oleh kontrolir dari rumah zendeling Jerman, Ameler, di Bungabondar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Residen bermaksud memanggil pihak zending ke pengadilan, tapi Jaksa Agung di Batavia melarangnya. Kemudian pusat Zending di Tarutung meminta agar brosur yang disita itu dikembalikan secara resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 12 Juli 1919 brosur tersebut akan dikembalikan dan pihak zending mengumumkan hal itu sebelumnya, meskipun sudah diminta untuk merahasiakannya. Akibatnya timbul kehebohan sehingga zendeling Ameler meminta agar kontrolir tidak jadi datang, karena sudah memancing perhatian pelbagai organisasi beribadatan suluk di Tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brosur seharga f.0,15 per buah itu bisa laku f.2,-, (Lance Castle, Hal 110-112). Selama ini harapan demikian tinggi untuk bisa mengikis pengaruh Islam dari tanah Batak dengan jalan mempercepat kristenisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan semacam ini didasarkan atas kepercayaan berlebihan tentang superioritas Kristen atas Islam dan dugaan bahwa agama Islam yang sinkretis di negeri ini (seperti parmalim dan agama kepercayaan Batak lainnya yang mirip dengan Islam sedikit atau banyak) akan mudah dikristenkan. Banyak orang Belanda terutama pada abad ke-19 yang berpengharapan demikian (Lihat A. Retif, "Aspect Religiux de l'Indonesie", dalam Etudes, 1945, hal 371-381; Harry J. Benda, "The Crescent and the Rising Sun", op cit., hal. 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjuangan kemerdekaan dan pergumulan antara orang Batak dengan penjajah Belanda di tanah Batak ini nampaklah kesan bahwa di satu pihak agama Islam berkembang dengan segala kesederhanaannya, sedang di pihak lain agama Kristen dengan segala kelebihannya ditunjang oleh para pejabat dan pegawai kolonial pada umumnya. (Aqib Suminto; Politik Islam Hindia Belanda, LP3ES).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat berkembangnya Kristen di daerah ini jelas bukan semata-mata karena "gereja-gereja di sana memiliki semangat missioner yang besar" seperti pendapat Dr. F. Ukur yang menyatakan bahwa satu ciri gereja-gereja di Sumatera adalah memiliki semangat missioner yang besar, sehingga dapat berkembang cepat dalam waktu yang relatif singkat. Lihat: Walter Lempp, Benih Yang Tumbuh, XII (Jakarta, 1976), hal. 110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tahunannya 1906/1907, Konsul Zending mengakui bahwa pemerintah penjajahan Belanda sering mendukung aktivitas Kristen; bahkan kadang-kadang pemerintah meminta kepada zending agar mereka membuka cabangnya di suatu tempat, seperti di Simalungun tahun 1904 dan Pakpaklanden tahun 1906, dua daerah yang sudah banyak menganut agama Islam selain animisme. Lihat Laporan ke-25 Algemeene Nederlandse Zendingsconferentie, 1911, Hal. 80, tentang "De prediking des zendelings aan de Mohammedanen" atau lihat M.C.Jongeling, op cit., hal 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya memang perluasan kolonial dan ekspansi agama merupakan gejala simbiosis yag paling menunjang. Lihat: H. Kraemer, "De Zending en Nederlands Indie", dalam H. Baudet, &amp; I.J. Brugmans, op.cit., hal 294.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu zending Kristen dianggap sebagai faktor penting dalam proses penjajahan, walaupun tujuan zending hanya rohani. Semua yang menguntungkan pihak Batak yang Islam di Hindia Belanda berarti merugikan bagi kekuasaan moril pemerintahan penjajah Hindia Belanda. Lihat, Alb. C. Kruyt, "De Inlandsche Staat en de Zending", dalam Indisch Genootschap, 23 Oktober 1906, hal 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbiosis ini nampak jelas di tanah Batak. Seorang haji Batak asal Pangaribuan dilaporkan datang ke Huta Lumban. Ketika enam orang Batak pelebegu berkomunikasi dengannya dan menyatakan keinginannya masuk Islam dan zending Muller tidak berhasil memurtadkannya kembali, Residen Tapanuli memanggil keenam orang tersebut, tetapi mereka tetap tidak mau keluar dari Islam meskipun diancam akan dibuang. Lihat Buku Harian zendeling Muller di Toba, Juni 1916. Catatan buku harian tersebut dikutip oleh Residen Tapanuli dalam suratnya kepada pimpinan tertinggi penjajah Gubernur Jenderal tanggal 22 Juli 1916 No. 246 (Koleksi G.A.J Hazeu, op cit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan pula, adanya lima orang Batak Islam, yang menerima kesaksian syahadat para Batak pelebegu, yang dihukum. Dikatakan, berdasarkan beslit rahasia 3 Juni 1889 tersebut hal ini memang tidak bisa dibenarkan. Sebuah beslit yang berusaha menghilangkan Islam sebagai elemen anti-penjajahan dari tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dituduh telah menyebarkan agama Islam dan dihukum dengan hukuman satu bulan, karena tidak menaati peraturan pemerintahan penjajah Hindia Belanda. Lihat: Surat asisten Residen Bataklanden Fraser ke Residen Tapanuli, 16 Juli 1916. Gubernur Jenderal lebih keras dengan memerintahkan penghentian apa yang disebutnya propagandis Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani Batak di Sipakpaki Sibolga ada yang dikenakan kerja paksa sebulan, karena menerima syahadat Islamnya beberapa orang di Huta Husor. Penduduk Huta Husor bernama Hurlang dikenai hukuman tiga bulan, karena menyediakan rumahnya untuk acara tersebut. Lihat, Laporan penelitian anggota Desan Penasehat Hindia Belanda tahun 1917. (Lihat Lance Castle, op cit., hal 101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi masalah sosial yang timbul, sikap para pejabat penjajah Belanda nampak jelas memihak zending. Residen Tapanuli mengakui bahwa sikap netral di bidang agama akan berakibat gagal totalnya zending di daerah ini. Sebaliknya kemengangan kristen pasti terwujud, bila dibantu sepenuhnya oleh pemerintah Hindia Belanda. (Lihat: Surat Residen Tapanuli kepada Gubernur Jenderal Van Heutsz tanggal 31 Maret 1909. Ia menyatakan; Kita boleh memilih antara netral seratus persen terhadap agama dengan hasil pasti menurut matematika bahwa pekerjaan zending akan gagal total, dan lambat atau cepat seluruh daerah Batak akan masuk Islam. Atau membantu sepenuhnya kepada zending untuk menghindari propaganda Islam di daerah Batak. Dengan demikian kemenangan Kristen di daerah ini pasti terwujud. Andaikata pemerintah bersikap netral, akan berakibat seperti di daerah padang Sidempuan. Walaupun zending di sana cukup rajin di antara penduduk yang waktu itu masih pelebegu namun Islam ternyata menang di Mandailing, Angkola dan sebagian besar Sipirok. Justru pegawai-pegawai kita memegang politik nonintervensi (Koleksi G.A.J Hazeu, op. cit,. Hal 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Jenderal kemudian memerintahkan agar pegawai pemerintah penjajah Belanda, kapanpun dan dimanapun tidak memihak penduduk muslim; sebaliknya secara moril harus membantu dan mendukung zending. Sementara itu, peraturan rahasia itu ditambah lagi dengan satu artikel yang berbunyi; "Orang Kristren (yakni pribumi sebagai objek yang dijajah) tidak harus melakukan kerja paksa pada hari Minggu." Lihat: M.C. Jongeling, op cit., hal 114-115.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Sosial Politik Para Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sufi Batak sangat berperan penting dalam membangunan sosial dan adat di Tanah Batak. Pengaruh mereka tidak hanya dapat dilihat dari geneologi parmalim dan tabas-tabas para tabib Batak tapi juga secara pembangunan ekonomi dan ilmu pengatahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sufi dan ahli suluk yang memakai tongkat atau tungko yang khas tersebut selalu mengadakan perjalanan dan musafir ritual dari sebuah pusat peribadatan suluk ke yang lain di Tanah Batak. Selama perjalanan yang melewati beberapa huta tersebut mereka berhenti dan mendirikan musholla-musholla kecil yang pada akhirnya banyak dimanfaatkan oleh para paronan untuk berteduh dan bertransaksi antar sesamanya dan oleh para pengelana-pengelana tradisional Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musholla-musholla tersebut akhirnya menjadi partungkoan dan pusat-pusat perdagangan baru yang ramai dikunjungi oleh penduduk setempat. Para sufi-sufi pengelana tersebut banyak juga berperan dalam membangun infrastruktur di beberapa huta. Untuk memenuhi kebutuhan berwudhu mereka akan mencarikan mata air dan membangunkan pancuran yang permanen yang memudahkan para sufi untuk mandi dan berwudhu. Fasilitas tersebut akhirnya malah lebih banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat saat budaya untuk mandi lama-kelamaan mulai dipraktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pancur Hauagong di Pakkat, misalnya masih terdapat sebuah batu yang sudah disemen yang fungsinya sebagai tempat persalinan para malim atau sufi dalam perjalanan. Tempat persalinan ini selain untuk tempat ganti pakaian saat mandi juga berfungsi untuk melakukan sholat-sholat sunnah karena ada sebuah garis kotak persegi panjang yang berfungsi untuk batas-batas suci sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persalinan ini sekarang masih digunakan tapi sudah tidak ada sufi yang mengunjungi termpat ini lagi. Diperkirakan di seluruh huta di Tanah Batak juga terdapat fasilitas serupa yang pada mulanya hanya untuk keperluan para sufi tapi para akhirnya banyak bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska keroposnya kekuasaan para sultan-sultan di Tanah Batak, seperti kesultanan dinasti Pohan/Pardosi di Barus, kesultanan dari dinasti Pasaribu di Fansur, Sultan Tanjung di Sorkam dan kesultanan Sibolga serta dinasti Raja Batak Sinambela di Bakkara, kehadiran organisasi-organisasi tarekat membawa angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari belenggu penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran para sultan dan raja dapat diisi oleh organisasi yang memang sangat menentang kehadiran Belanda tersebut. Pada saat itu pula organisasi suluk dan tarekat tersebut memperoleh momentum dan pengikut yang luar biasa. Kondisi seperti ini memungkinkan terjalinnya ikatan antara kepentingan rakyat jajahan dengan lembaga tarekat; keduanya memberikan muatan yang saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Belanda tidak tinggal diam dengan situasi ini. Banyaknya aliran tarekat yang beroperasi di Tanah Batak membuat Belanda sangat mudah untuk melakukan politik pecah belah. Hal itu tampak saat krisis yang menimpa tarekat syattariah yang disebabkan oleh kritik para kaum revivalis ortodoks Makkah pada saat itu, karena praktik-praktiknya yang dianggap banyak menyimpang dari syariat. Perseteruan sesama Islam dapat pula dimanipulasi oleh pihak Belanda dan menjadi perang inter-etnis. Masuknya tarekat Qadiriyah dan Naqshabandiyah juga membuat perbendaharaan tarekat di tanah Batak semakin semerawut dan membuat Belanda dapat menguasai dengan mudah daerah jajahannya. Tarekat-tarekat di Tanah Batak menjadi sering terpecah dan tidak saling komunikasi satu sama lain. Antara tarekat syattariah yang sudah mengakar, tarekat made in Batak seperti mazhab Natal dan tarekat parmalim serta yang baru seperti Qadiriyah-Naqshanbandiyah dan lain-lain yang kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari itu semua, hampir semua aliran tarekat tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni mengusir penjajahan dan menghadirkan kemerdekaan bagi penduduk yang tersiksa. Lembaga-lembaga tarekat tersebut mengubah fungsi dan perannya dari “sistem sosial organik” ke sistem “religio-politik”, menggantikan peran-peran kesultanan dan raja-raja yang hilang kekuasaannya, sebagai aspirasi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui wadah tarekat, mereka membangun kesadaran kolektif atas dasar-dasar “sinkretik”, antara potensi yang dimiliki tarekat dan kebutuhan psikologis dan sosiologis rakyat yang terjajah. Ia telah menjadi katalisator dalam menggerakkan massa, bukan hanya dalam arti psikologis tapi juga dalam pemikiran politik, baik melalui konsep-konsep perlawanan maupun dalam menentukan sasaran-sasaran pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, akhirnya lembaga tarekat bukan lagi dipandang sebagai lembaga yang melangit tapi telah membumi sejalan dengan adanya kebutuhan duniawi para pengikutnya. Hal yang sama juga muncul di daerah-daerah yang terjajah selama ini di belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afrika pada abad yang sama (abad ke-19), muncul gerakan-gerakan sufi yang cukup beragam yang menjawab kolonialisme. Abdul Qadir di Aljazair dari tarekat Qadiriyah, Mahmud Ahmad dari Tarekat Sammani di Sudan Timur, Mahdi di Nilotik Sudan, Sanusiyyah di Libya, Saleh Idrisi di Somalia dan Ahmad al-Hiba di Maroko. Belum lagi di Asia Tengah, kelompok Naqshabandiyah mengguncang Tiongkok, Turkistan dan Yunnan, juga Afghanistan dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak muncul tokoh-tokoh lokal yang tidak sempat terdokumentasi di setiap huta-huta yang melakukan perlawanan ke pihak penjajah. Namun di antara yang besar dan sempat diingat oleh penduduk adalah, Syeikh Sulayman al-Kholidy Hutapungkut, Syeikh Basyir atau Tuan Basyir yang sangat terkenal di masyarakat Toba, Syeikh Ibrahim Sitompul, Abdul Fatah Pagaran Sigatal dari Natal, Syeikh Baleo Natal dan lain-lain dari tarekat-terekat yang sejalan dengan aliran di dunia. Beberapa tarekat buatan Batak sendiri, yang bersifat sinkretis, tokohnya adalah Guru Somalaing dari tarekat Parmalim dan beberap tokoh dari pecahan tarekat ini seperti ‘Tarekat Borkat Allah’ Parhudamdam dan Parsitekka serta lain sebagainya.&lt;br /&gt;Hampir bisa dikatakan bahwa imperialisme Eropa pada abad ke-19 selalu berhadapan dengan lembaga-lembaga Islam yang satu ini. Kenyataan-kenyataan historis seperti ini membuktikan bahwa kehidupan dunia sufi tidak selalu bergumul dengan kepasifan, kejumudan dan asketisme. Sayyed Hossein Nasr mengatakan, “Sufi is an active participant in a spiritula path and is intellectual in the real meaning of this word. Contemplation is sufism, the highest form activity, and in fact sufis has always integrated the active and contemplative lives. That is why many sufi have been teachers and scholars, artists and scientist, and even statesment and soldiers…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun ideologi perjuangan, lembaga tarekat memanfaatkan ideologi-ideologi perjuangan setempat yang sebelumnya telah memiliki akar-akar yang telah berkembang di kalangan jajahan, yang biasa mereka gunakan untuk menentang kolonialisme, seperti nativisme, millaniarisme dan ratu adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nativisme dan millaniarisme dapat dikukuhkan dalam doktrin wilayah harapan (the theater center, wilayah al-sufiyah), ratu adil yang banyak dianut di nusantara menempati konsep mahdiisme dalam tradisi tarekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul tenggelamnya ideologi-ideologi gerakan tersebut biasanya berbarengan dengan tindakan kolonial yang makin massif dan ekspansif. Sehingga secara psikologis dan sosiologis, kehadiran dan kemunculannya merupakan suatu bentuk respon penolakan atau protes sosial dari kalangan rakyat jajahan. Pertumbuhan mahdiisme di kalangan Parmalim bahkan mengasosiasikannya dengan sosok Sisingamangaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar-akar nativisme dan milleniarisme berasal dari pengalaman sejarah masyarakat yang sebelumnya merasakan kebebasan, kemerdekaan keharmonisan ketika berada di tengah-tengah penguasa pribumi (kerajaan atau kesultanan) Namun ketika kolonial berkuasa, keadaan dan kondisi kehidupan mereka secara total terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran etnik yang bertalian dengan sistem politik tradisional-yang defenisi-defenisi kebangsaannya berasal dari tradisi lokal, identitas religius dan tekanan politik kolonial ini-telah memancing kemarahan dan memberikan lahan subur bagi berbagai pemikiran untuk membangun wilayah otonom bagi prasyarat identitas pribumi atau yang dikenal dengan istilah nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh ideologi gerakan yang dijelaskan di atas, secara esensial dan formal memperoleh justifikasi dari doktrin perlawanan terhadap si bottar mata penjajah yang dalam praktiknya dilengkapi dengan kekuatan-kekuatan magico-mysticism atau tabas-tabas dalam hamalimon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi magis yang banyak dikembangkan lembaga sufi ini, secara antropologis dan psikologis, telah mengukuhkan para anggota gerakan, dan menumbuhkan perasaan bahwa gerakannya bersatu dengan kekuatan spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mistik Karismatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita bertanya kepada orang-orang Batak sekarang mengenai pemahaman mereka terhadap kaum parsolam atau malim atau kaum sufi, maka didapatlah bahwa banyak legenda atau cerita suhut-suhutan mengenai kegaiban para sosok orang-orang Batak suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah mengenai Tuan Basyir misalnya bahkan disinggung dalam buku Pustaha Tumbaga Holing. Dikatakan dia dapat tetap berada di Tanah Batak namun setiap jum’at akan pergi ke Mekkah untuk menunaikan sholat jumat. Begitu keramatnya sosok sang sufi sehingga banyak orang yang menaruh hormat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tabas-tabas, azimat, kemampuan bathin yang katanya membuat mereka kebal dan dapat mengatasi siatusi dengan cepat. Kondisi yang istimewa tersebut membuat para sufi mendapat tempat yang istimewa di kalangan masyarakat Batak seperti halnya para datu dan lain sebagainya yang parbetengan. Bandingkan misalnya ini dengan kisah Sisingamangaraja XII, dengan ilmu hikmatnya, yang katanya dapat menghilang dari kepungan belanda setelah melafalkan zikir lailahaillallah dan hu..hu..hu… secara wirid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tokoh di Pakkat yang datang secara berkala dari Manduamas dikabarkan dapat terbang dari Pakkat ke Barus lebih cepat dari mobil. Tokoh ini bernama Guru Jeto, seorang ulama yang sangat dihormati di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi cerita mistis dan misteri di balik para sufi tersebut. Kemampuan magico-mystisism ini merupakan keistimewaan yang membuat banyak rakyat memihak para sufi dan malim dalam melawan kekuatan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Khaldun dalam Muqaddimah-nya dan al-Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal memperkirakan bahwa dunia mistis yang menggunakan kekuatan ruhani ini muncul dari orang-orang suci yang selalu mengolah kekuatan spiritualnya. Dunia sufi yang lekat dengan kontemplasi spiritual telah banyak menunjukkan hal ini. Memang, hanya orang-orang suci yang bisa memperoleh kekuatan ruhani semacam ini; mereka disebut ashhab al-ruhaniyah. Fenomena keterikatan tarekat dengan dunia magico-mystisism adalah suatu fenomena yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kontemplasi spiritual, sufi-sufi besar menggali sabda-sabda ilahi-melalui riyadhah dan kasf-telah melahirkan beberapa rumusan kekuatan ruhaniyah (mistis) dari firman-firman Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama hikmah menjelaskan, kekuatan magico-mysticism terbagi dua: magico mysticism dalam bentuk doa yang selalu diwiridkan dan dalam tradisi animisme disebut sebagai mantra, ada juga yang ditulis pada benda-benda khusus. Kedua bentuk ini sangat dominan dalam dua tarekat dan sampai sekarang masih diwarisi orang-orang yang memiliki keistimewaan dan kekebalan dalam masyarakat Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantra atau wirid ini sering disebut dengan istilah hizb. Di antaranya adalah hizb al-khairat, hizb rifai’yah, syadziliyah, hizb al-bahr dan lain sebagainya. Kembali ke situasi pada abad ke-20 mengapa magico-mysticism begitu dominan dalam menguatkan gerakan perlawanan terhadap kaum kolonialis, tentunya bukan hanya karena otoritas mistik ini lahir dari sufi-sufi besar, tetapi juga karena kepentingan-kepentingan psikologis masyarakat tradisional yang menyandarkan perlindungan pada kekuatan supernatural untuk menghadapi musuh yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjaun psikologis Michael Adas nampaknya bisa membantu menafsirkan hal tersebut, dia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jimat-jimat yang digunakan oleh para pendukung kegiatan dalam studi ini dirancang untuk menetralkan keunggulan teknologi dan organisasi musuh Eropa mereka. Melalui jimat-jimat ini, para pemimpin kenabian (syeikh-syeikh tarekat) berusaha untuk memindahkan perlindungan magis kepada para pendukung mereka untuk meyakinkan mereka akan kekebalan dalam peperangan yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan bagaimana masyarakat tradisional berhadapan dengan mesin-mesin pembunuh kolonial Belanda yang berteknologi tinggi, sementara mereka tidak memiliki atau belum memahami sama sekali. Tentunya hanya kekuatan mental dan luapan emosional yang selalu diibakar oleh para pemimpin anti-penjajahan yang bisa mengatasi keberanian untuk mengadakan revolusi fisik yang menuntut banyak pengorbanan ini. Di sinilah Islam mengajarkan bahwa keyakinan adalah induk segala tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori militer yang rasional menyatakan bahwa antara dua kekuatan yang sangat tidak seimbang, tidak memungkinkan bagi para pendukung revolusi berada di belakangnya. Tetapi di tangan para malim dan sufi Batak dan juga personalitas Sisingamangaraja XII, gagasan untuk mengusir penindas si bottar mata dan magico mysticism telah menjadi pucuk senjata yang paling ampuh dalam menentang Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara-upacara ritual yang sering diadakan oleh para syeikh tarekat dan raja-raja Batak, pemimpin anti-penjajahan menjelang penyerangan terhadap Belanda bukan hanya bermaksud untuk mengkoordinir pengikut dalam gerakan, tetapi juga bermaksud untuk mengukur kekuatan magis pengikut yang terlatih. Ritus magis ini secara formulatif verbal-yang di dalamnya diadakan sumpah magis dan pembagian azimat-azimat-telah menimbulkan efek psikologis yang mengerikan bagi penjajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-7776213856367890369?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7776213856367890369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/7776213856367890369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/03/mengenang-peran-para-sufi-batak.html' title='Mengenang Peran Para Sufi Batak'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-6776265066498904345</id><published>2007-03-11T04:46:00.000+11:00</published><updated>2007-03-11T04:47:36.604+11:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>PDAM Tirta Lihou Simalungun Dapat Anggaran Rp 2,8 M</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt;Saturday 10 March 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM Tirta Lihou Simalungun Dapat Anggaran Rp 2,8 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya masalah menggerogoti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou Simalungun berdampak pada buruknya pelayanan kepada pelanggan. Hal ini akan segera diperbaiki dengan naiknya anggaran dari Rp 600 juta menjadi Rp 2,8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini kemukakan Dirut PDAM Tirta Lihou Ir Benny Purba kepada Global, Jumat (9/3) di kantor DPRD Simalungun. Ia mengakui kebobrokan PDAM tidak terlepas dari nakalnya oknum petugas perusahaan yang dipimpinnya selama lebih kurang 6 bulan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu malah terjadi banyaknya sambungan liar, yang jelas mendatangkan kerugian perusahaan, karena pelanggan tidak membayar rekening. Tapi bukan itu saja, banyak juga sambungan ini karena ulah petugas yang nakal. Memasang sambungan pipa dan memungut biaya pemasangan, tetapi tidak menyetorkannya ke perusahaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny menyebutkan , biaya pemasangan sambungan baru pipa air PDAM maksimal Rp 660.000 tapi biaya ini tergantung jauh dekatnya lokasi. Pokoknya biaya yang disetorkan ke kantor Rp 660.000. Kenyataannya, ada petugas yang "nakal" menjaring sendiri pelanggan untuk kemudian memasang sambungan baru dan mengutip pembayaran, tetapi tidak melaporkannya ke kantor. Ini juga menjadi penyebab semakin tidak sehatnya perusahaan yang sebenarnya sudah cukup kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyehatkan perusahaan PDAM Tirta Lihou, salah satu upaya Pemkab Simalungun ke depan ,sebut Benny, mengambil langkah menaikkan tarif air minum dari yang semula Rp 480 per meter kubik menjadi Rp 650 per meter kubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang dilakukan adalah melakukan razia setiap bulan. Caranya dengan turun ke kecamatan untuk merazia pipa sambungan liar yang mencuri air dan mencek siapa petugas yang bertanggung jawab memasang instalasi air bila memang dipasang oleh petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan langkah lain, yakni menindak petugas yang bila terbukti memasang sambungan pipa liar. Dikenai berbagai tingkatan hukuman indisipliner seperti penurunan pangkat, penundaan gaji atau malah pemberhentian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya, setiap petugas yang merugikan perusahaan atau telah menggunakan uang perusahaan Rp 2 juta atau lebih pasti dikenai sanksi administrasi atau malah diberhentikan. Kepada pelanggan yang diketahui pada saat razia memakai air melalui sambungan liar, diwajibkan membayar biaya pemasangan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirut PDAM Tirta Lihou mengakui banyak pelanggan yang tidak memakai meteran. Dari 18.000 pelanggan, berda-sarkan data hanya sekitar 10.000 yang memakai meteran. Dengan tersedianya anggaran Rp 2,8 miliar, diharapkan bisa untuk perbaikan pelayanan kepada pelanggan, sehingga ini setara dengan kenaikan tarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global | Simalungun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-6776265066498904345?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6776265066498904345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/6776265066498904345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2007/03/pdam-tirta-lihou-simalungun-dapat.html' title='PDAM Tirta Lihou Simalungun Dapat Anggaran Rp 2,8 M'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116687525638373027</id><published>2006-12-23T23:00:00.000+11:00</published><updated>2006-12-23T23:00:57.050+11:00</updated><title type='text'>Mandailing</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt;Mandailing Mart: Trend Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebenarnya bukan lah sebuah artikel ekonomi perihal Mandailing Mart. Tapi hanya mengenai sebuah trend social yang menggejala. Mandailing Mart yang dimaksud adalah gejala kecenderungan sosial masyarakat Mandailing dalam menggeluti usaha kelontong kecil, mirip sebuah mart atau minimarket, yang menguasasi kelompok kecil dan menengah masyarakat di Jakarta atau mungkin di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya komunitas Tegal yang sangat terkenal itu yang banyak menggeluti rumah makan dari Tegal alias warung tegal yang disingkat 'warteg' yang dapat dikatakan menjadi tulang punggung masyarakat kecil di Jakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok komunitas Tegal ini, mengambil persan sosial yang sangat penting dengan menyediakan salah satu profesi yang ikut serta dalam membangun masyarakat Ibukota dan kota-kota lain di Indonesia dengan makanan dan rumah makan dengan harga yang relatif murah. Dengan dibandingkan misalnya dengan rumah makan Padang, yang dikelola oleh orang-orang Padang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan orang Mandailing. Namun spesialisasi mereka ini terletak pada barang kelontong atau sembako. Sebagaimana warteg, toko-toko sembako milik orang-orang Mandailing di Indonesia bukanlah tanpa pesaing. Sebut saj misalnya, toko grosir milik toke Cina, Alfa Mart, Super Market dan lain sebagainya. Namun bagai mana mereka survive???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertanyaan yang sering penulis lontarkan kepada mereka-mereka yang terlibat dengan usaha ini. Dari beberapa tanya jawab dengan orang-orang Mandailing dapat disimpulkan beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Survive:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko sembako yang dikelola oleh orang-orang Mandailing tersebut menyediakan barang-barang dengan harga yang murah. Sehingga banyak pelanggan yang datang. Resikonya, memang, adalah si pemilik toko harus sangat bersabar dengan untung yang sangat kecil dari setiap item barang yang dijualnya. Dengan demikian, walaupun harus bersaing dengan toko-toko grosil milik pemodal besar, mereka tetap survive dan dapat bertahan dengan pelanggan-pelanggan tetap mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko sembako milik para mandailing tersebut, mempunyai persatuan alias koperasi yang sangat kuat yang menjadi sumber permodalan dan sekaligus sumber supplai barang-barang dengan harga yang sangat murah. Dengan demikian, mereka yang terlibat dengan usaha ini dapat mendapat kemudahan mendapat permodalan dan supplai barang yang sedang tren dan lagi murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui paguyuban dan koperasi tersebut, setiap anggota dapat sharing informasi mengenai lokasi-lokasi strategis untuk membuka toko sembako. Sehingga setiap anggota yang sudah eksis dapat memperluas jaringan tokonya atau koperasi dapat menyarankan dan mengarahkan anggota barunya untuk membuka toko alias berinvestasi di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target-target lokasi mereka adalah daerah perumahan yang belum memiliki toko sembako dan kelontong yang lengkap, atau perumahan yang baru buka, atau perkampungan yang masih belum memiliki toko-toko atau perumahan yang sudah banyak toko-tokonya namun masih terbuka peluang untuk bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap toko selalu mengadakan perjumpaan secara berkala sehingga mereka dapat saling membantu mengatasi masalah masing-masing. Misalnya, apabila satu item barang tidak laku di suatu tempat mereka akan segera melemparkannya ke tempat yang masih laku penjualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang dibutuhkan sangat variatif. Karena ini merupakan usaha kecil, konsentrasi modal dalam kisaran 10-30 juta tergantung tempat dan kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya atau tersedianya sumber daya manusia yang sangat membludak. Orang-orang Mandailing, yakni generasi mudanya, merupakan kalangan perantau yang menjamin tersedianya SDM untuk menopang usaha ini. Mereka-mereka yang masih baru merantau dari Tanah Mandailing akan sangat berguna sebagai petugas magang di toko-toko tersebut, sehingga pemilik toko dapat mempekerjakan pekerja dengan gaji yang ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak paguyuban dan Koperasi sangat membantu dalam pengurusan perijinan dan pendirian toko sembako kecil sehingga menghemat kost dan biaya yang harus dikeluarkan oleh investor kecil tersebut. Di samping itu para anggota juga saling menjaga keselamatan dan keamanan anggota masing-masing dari pihak-pihak yang menjadi penyakit sosial seperti maling, pencuri, preman dan pejabat yang korup. Dengan demikian para toko sembako ini sangat disegani di tempat perkampungan-perkapungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu titik keistimewaan dari kelompok Mandailing yang sebagian besar bermarga Nasution, Lubis, Daulay, Rangkuti dll ini adalah kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan sosial di Indonesia. Banyak para pemilik toko sembako tersebut juga diangkat oleh masyarakat setempat sebagai pemimpin agama, imam, khatib dan lain sebagainya di mesjid-mesjid setempat. Dengan demikian posisi mereka sebagai saudagar mendapat dukungan dari masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari segi sejarah, paguyuban saudagar Mandailing ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sejak abad pertengahan (abad 15-16), orang-orang Mandailing telah terlibat dalam persatuan perdagangan yang terealisir ke dalam kelompok-kelompok pedagang. Marga harahap misalnya merupakan kelompokm pedagang kuda (sebagai ternak dan alat transportasi) sejak dahulu kala. Dapat dipastikan bahwa seluruh tanah Batak pernah dikuasasi oleh perdagangan kuda kelompok komunitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marga Hasibuan, Pulungan, Nasution misalnya merupakan kelompok pedaganga emas yang menguasasi perdagangan akasesoris perhiasan emas di seluruh tanah Batak. Setiap onan di tanah Batak pasti terdapat sebuah kios atau toko perhiasan emas dan barang berharga lainnya dari kelompok marga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya marga Hutagalung dan Marpaung dengan perdagangan kelontong mereka yang menghubungkan setiap huta-huta yang terpencil dari daerah-daerah pedalaman tanah Batak. Semuanya merupakan latar belakang dari bentuk tren sosial seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, profesi seperti Mandailing Mart ini seharusnya mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait. Termasuk pemerintah, pemilik modal dari orang-orang Mandailing, kelompok pemerhati masalah-masalah sosial dan lain sebagainya. Karena sebagaimana sebuah tren, profesi ini dapat saja tidak dapat bertahan karena pertukaran dan perputaran zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang ini orang-orang Mandailing sudah banyak yang teremansipasi. Kelompok Mandailing tidak saja terlibat dalam sektor yang sekarang ini. Beberapa di antaranya sudah menduduki posisi-posisi puncak di Indonesia. Sebagai pengusaha ternama, politikus, petinggi militer, pejabat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor-sektor usaha orang-orang Mandailing juga sudah mencakup sebuah skala yang lebih besar. Sepeti misalnya pertambangan, kontraktor bangunan, keuangan, jasa dan lain sebagainya. Namun, walaupun begitu, Mandailing Mart, sebagai sebuah lahan profesi bagi kalangan menengah ke bawah harus tetap dipertahan dan dikembangkan agar dapat bersaing dengan kelompok-kelompok sejenisnya dari komunitas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok menengah ke bawah yang kuat dan solid akan membantu ketahanan sistem sosial dan budaya sebuah kelompok masyarakat. Sehingga kita tidak usah heran mengapa kelompok Mandailing dapat berusah berdiri sendiri di kancah peradaban Indonesia dengan sistem budaya dan identitas sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Julkifli Marbun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116687525638373027?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116687525638373027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116687525638373027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/12/mandailing.html' title='Mandailing'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116426654620175687</id><published>2006-11-23T18:17:00.000+11:00</published><updated>2006-11-23T18:22:27.793+11:00</updated><title type='text'>Sejarah Pendidikan Batak</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5&gt;SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM BATAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di peradaban Batak bukanlah sesuatu yang baru. Institusi ‘partungkoan’ bisa dikatakan sebuah media yang sudah dikenal sejak dahulu kala sebagai cara untuk meneruskan ilmu pengetahuan dan sarana pengembangan sosial bagi generasi muda berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali kedatangan Islam ke tanah Batak melalui, tanah Batak pesisir, Barus, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting saat itu. Melihat konstelasi politik di pesisir dan tanah Batak yang berubah-ubah disinyalir bahwa sistem pendidikan Islam di tanah Batak juga berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, ada dua aliran besar yang pernah memasuki tanah Batak. Pertama adalah kalangan Sunni dengan empat mazhabnya: Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi. Namun nampaknya pengaruh mazhab maliki tidak terlalu nampak dalam kedudayaan Islam di tanah Batak. Satu aliran lain adalah dari golongan syiah yang paling kuat menancapkan pengaruhnya di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan bahwa syiahlah yang pertama sekali membentuk sistem pendidikan keagaaman di tanah Batak melalui Barus, pantai barat sumatera dan porsea danm kota-kota Batak lainnnya yang dialiri sungai asahan, dimana sumber airnya berasasl dari danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan syiah tersebut, merupakan sistem tyang lazin dipakai di negeri-negeri Islam di tanah Arab saat itu. Perlu diketahui bahwa Universitas Al Azhar merupakan istitusi pendidikan tertua yang didirikan oleh kaum syiah. Salah satu sisa dari kejayaan syiah di tanah Batak adalah praktek tasawuf dan tarekat yang masih diamalkan oleh tetua Batak di pedalaman Batak. Sistem tarekat ini terkenal dengan sistem pembelajaran yang menggunakan kelambu. Pusat-pusat pengembangannya adalah di tanah Batak selatan, Barus dan lain sebagainya. Orang-orang dari tanah Batak utara biasanya akan pergi ke daerah-daerah tersebut untuk menimba ilmu dan mengamalkannya di kampung halaman masing-masing dengan istilah ‘mangaji’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari Hanafi dibawa oleh warga muslim Cina yang banyak datang berdagang di kawasan Batak Simalungun. Namun,  sistem yang dibawa oleh kalangan Cina tersebut menyatu dengan sistem yang dibawa oleh orang-orang Persia, yang syiah sehingga sampai sekarang tidak terlalu terasa pengaruhnya. Sistem pendidikan hanafi menekankan kepada kemampuan analisa akal yang dibarengi oleh arguentasi-argumentasi dari kitab suci. Di pedalaman Batak, sistem ini ternyata sangat manjur karena kurangnya kesempatan mereka untuk kontak dengan ulama atau da’i yang tidak selalu datang untuk meng-upgrade atau memberi solusi atas masalah-masalah dan pengetahuan mereka ke desa-desa mereka yang terisolir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan hambali yang ditandai atas kepatuhan dan kejuhudan serta penghormatan terhadap tradisi nabi mulai diterapkan saat masuknya orang-orang Padri ke tanah Batak. Sementara itu sistem syafii, yang menekankan hukum-hukum fiqih, baru terasa belakangan saat hubungan antara penduduk Batak dengan dunia luar sudah sangat minim akibat penjajahan Belanda. Paska kemerdekaan, sistem syafii ini pula yang banyak diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sistem syafii adalah sistem pendidikan yang diterapkan oleh kalangan muslim yang bermazhab syafii di seluruh dunia. Begitu juga dengan sistem lainnya. Kalangan syafii, khusunya di Indonesia, menekankan pembelajaran kepada tokoh dan individu yang dianggap mahir dalam ilmu fiqih. Sehingga masalah dan ilmu pengetahuan apapunm yang akan mereka hadapi akan didasarkan kepada paradigma berpikir fiqhiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan hambali lebih menekankan jalur hadits dan al-Quran, sedangkan kalangan hanafi lebih menekankan kemampuan filosofi dan ilmu kalam. Sementara itu kalangan syiah, sebagai sistem pendidikan yang paling tua di tanah Batak lebih menekankan kepada kemampuan memahami fenomena dunia melalui tarekat dan suluk. Agama parmalim di tanah Batak diyakini merupakan sistem kepercayaan tradisional Batak yang banyak dipengaruhi oleh cara berpikir tarekat dan suluk yang banyak berkembang di Barus pada awal-awal masuknya Islam. Istilah malim sendiri, yang berarti seorang yang dianggap parmalim, sama-sama dipakai oleh kalangan Islam dan Parmalim paska pengkristalan kepercayaan ini menjadi sebuah agama, juga berarti seorang yang alim dan dekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, semua sistem pendidikan tersebut, bisa saja memakai cara yang sama ketika berhadapan dengan masalah-masalah sehari-hari. Misalnya semua sistem terbut akan menggunakan ilmu hisab, ilmu hayat dan al jabar serta ilmu-ilmu lainnya untuk menangani hal-hal yang dianggap masalah duniawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah angka tahun pendidikan Islam di tanah Batak. Yang meliputi tanah Batak pedalaman yang sering disebut pusat tanah Batak atau Batak utara, Barus, Mandailing, Angkola atau Batak selatan, Gayo, Simalungun, Karo dan kawasan Batak di sekitar sungai Asahan sampai ke hilir sungainya di sumatera bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;633-661 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir pemerintahan Khulafa’ Al Rasyidin telah menjalin hubungan dengan beberapa kerajaan di Sumatera, termasuk Batak. Tapi hubungan itu masih sekedar hubungan antar negara dalam sebuah upaya untuk menjalin hubungan kerjasama ekonomi. Kapur barus, emas, merica dan rempah-rempah lainnya. Sumatera dikenal dengan istilah Zabag. Beberapa catatan mengenai kedatangan utusan dan pelaut muslim ke Barus dan pelabuhan sumatera lainnya yang dikuasasi Sriwijaya pernah didokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;661-750&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaut-pelaut Arab yang Islam mulai berdatangan secara intens di masa pemerintahan Dinasti Umayyah. Kedatangan mereka untu misi dagang tersebut telah membentuk kantong-kantong muslim di tanah Batak, khususnya Barus, yang tentunya terjadinya transfer ilmu pengetahuan kepada penduduk setempat melalui medium non-formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;718-726&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berkembang pesat di tanah Barus. Di lain pihak Islam berkembang di Sumatera masuknya beberapa raja Sriwijaya kepada Islam. Diantaranya Sri Indra Warman di Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;730&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang Arab di pesisir Sumatera mendapat persaingan dari pedagang Cina yang sangat aktif menyebarkan agama buddha mahayana. Kerajaan-kerajaan buddha dengan Sriwijaya-nya menjadi kekuatan yang sangat kuat menguasai sebagian besar pelabuhan-pelabuhan penting di Nusantara. Diyakini orang-orang Sriwijaya ini juga berhasil memasukkan ajaran Buddha ke komunitas Batak khusunya yang di Mandailing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;851&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang Arab berhasil mendokumentasikan kedatangannya di kota Barus. Laporan Sulaiman itu pada tahun 851 M membicarakan tentang penambangan emas dan perkebunan barus (kamper) di Barus (Ferrand 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir bahwa para pendatang asing seperti Romawi, Yunani, Arab, Cina, India, Persia dan dari kepulauan Indonesia lainnya telah membangun kantong-kantong pemukiman yang lengkap dengan prasarana pendukungnya di Barus. Penambangan emas dan perkebunan kamper tersebut merupakan contoh bahwa kedua komoditas ini telah diolah secara modern dan bukan didapat secara tradisional di hutan-hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini ahli sejarah menemukan bukti-bukti arkeologis yang memperkuat dugaan bahwa sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang awal di Sumatera seperti Peurlak dan Samudera Pasai, yaitu sekitar abad-9 dan 10, di Barus telah terdapat kelompok-kelompok masyarakat Muslim dengan kehidupan yang cukup mapan (Dada Meuraxa dalam Ali Hasymi, Sejarah Masuk dan Perkembangan Islam di Indonesia, bandung PT Al Ma'arif 1987). Kehidupan yang mapan itu pula memungkinkan mereka untuk hidup secara permanen di kawasan ini yang sudah pasti didukung oleh sarana pengembangan ilmu pengetahuan agar mereka tidak tertinggal dengan pesaing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelabuhan yang sangat masyhur, Barus menjadi tujuan pendidikan tertua bagi masyarakat Batak. Hal ini dikarenakan bahwa Barus merupakan wilayah Batak yang paling mudah dicapai oleh orang-orang Batak dari pedalaman yang ingin menimba ilmu. Jalan-jalan menuju Barus telah dirintis rapi oleh pedagang-pedagang Batak yang ingin menjual kemenyan dan membeli produk jadi dari Barus. Sampai era tahun 1980-an, madrasah-madrasah tradisional Barus masih menjadi primadona tujuan pendidikan di tanah Batak sebelum akhirnya digantikan oleh Mandailing dengan pesantren-pesantrennya yang sudah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya gelombang pedagang dan saudagar ke Barus mengakibatkan penduduk lokal Batak di lokasi tersebut; Singkil, Fansur, Barus, Sorkam, Teluk Sibolga, Sing Kwang dan Natal memeluk Islam setelah sebelumnya beberapa elemen sudah menganutnya. Walaupun begitu, mayoritas masyarakat Batak di sentral Batak masih menganut agama asli Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Marga Tanjung di Fansur, marga Pohan di Barus, Batu Bara di Sorkam kiri, Pasaribu di Sorkam Kanan, Hutagalung di Teluk Sibolga, Daulay di Sing Kwang merupakan komunitas Islam pertama yang menjalankan Islam dengan kaffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;900&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rustih kurang lebih pada tahun 900 M menyebut Fansur, nama kota di Barus, sebagai negeri yang paling masyhur di kepulauan Nusantara (Ferrand 79). Sementara itu tahun 902, Ibn Faqih melaporkan bahwa Barus merupakan pelabuhan terpenting di pantai barat Sumatera (Krom 204).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdagang, para saudagar-saudagar Batak, marga Hutagalung, Pasaribu, Pohan dan Daulay biasanya akan memberikan ceramah dan majlis pendidikan kepada penduduk Batak pedalaman. Tradisi ini masih berlangsung sampai era 1980-an di negeri Rambe, Sijungkang dan lain sebagainya. Di daerah Bakkara, komunitas yang aktif dalam pendidikan Islam adalah kalangan Marpaung sejak abad-15. Pembelajaran secara cuma-cuma dan gratis ini bisa diartikan sebagai taktik dagang untuk mendekatkan mereka dengan penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;976-1168&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham syiah mulai datang ke daerah Barus. Hal itu karena ekspansi perdagangan Dinasti Fatimiyah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1128-1204&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Barus, dan beberapa daerah Batak lainnya seperti Gayo pernah direbut oleh Kesultanan Daya Pasai, dengan rajanya Kafrawi Al Kamil. Ekspanasi ini terlaksana dengan motif monopoli perekonomian. Sistem pendidikan yang lebih sitematis dari kalangan syiah menjadi marak di Barus dan daerah Batak lainnya. Kalangan intelektual Batak mulai unjuk gigi. Khususnya mereka kawin campuran dengan pedagang asing dari Arab, India dan Persia. Namun penguasaan pihak Aceh tersebut berlangsung hanya sementara. Di Barus kepemimpinan Dinasti Pardosi yang menjadi penguasa tunggal menjadi kesultanan Batak muslim yang sangat kuat. Kesultanan ini mempunyai aliansi yang kuat dengan Aceh, khusunya Singkel dan Meulaboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Batak Hatorusan yang menjadi penguasa di Barus dan pesisir Sumatera bagian barat sejak abad sebelum masehi tidak tampak hegemoninya. Disinyalir keturunannya menjadi raja-raja huta di Sorkam dengan penduduknya yang bermarga Pasaribu. Pada abad ke-16, Kerajaan Hatorusan ini muncul kembali dengan naiknya Sultan Ibrahimsyah Pasaribu menjadi Sultan Barus Hilir. Dinasti Pardosi kemudian dikenal sebagai Sultan Barus Hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan politik antar mereka membuat kedua kesultanan ini sering berpecah. Sultan di Hulu lebih dekat kepada Aceh dan yang di Hilir lebih dekat kepada Minang. Minang dan Aceh sendiri merupakan dua kekuatan yang saling berkompetisi dalam memperebutkan pengaruh di Barus. Baik pada saat mereka Islam maupun Buddha dan Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan intelektual Arab mulai berdatangan ke Barus. Ekspor kapur barus meningkat tajam seiring dengan meningkatnya permintaan. Barus menjadi rebutan banyak kekuatan asing dan lokal. Pada permulaan abad ke-12, seorang ahli geografi Arab, Idrisi, memberitakan mengenai ekport kapur di Sumatera (Marschall 1968:72). Kapur bahasa latinnya adalah camphora produk dari sebuah pohon yang bernama latin dryobalanops aromatica gaertn. Orang Batak yang menjadi produsen kapur menyebutnya hapur atau todung atau haboruan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa istilah asing mengenai Sumatera adalah al-Kafur al-Fansuri dengan istilah latin Canfora di Fanfur atau Hapur Barus dalam bahasa Batak dikenal sebagai produk terbaik di dunia (Drakard 1990:4) dan produk lain adalah Benzoin dengan bahasa latinnya Styrax benzoin. Semua ini adalah produk-produk di Sumatera Barat Laut dimana penduduk aselinya dalah orang-orang Pakpak dan Toba (Associate Prof. Dr Helmut Lukas, Bangkok 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1275-1292&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Hindu Jawa mulai unjuk gigi dengan Ekspedisi Pamalayu kerajaan Singosari. Beberapa daerah Batak dijadikan menjadi kerajaan Hindu, khususnya yang di Simalungun. Pihak Hindu Jawa yang menggantikan kekuatan Buddha mengancam perdagangan saudagar-saudagar muslim yang didukung oleh Kesultanan Daya Pasai dengan beberapa sekutunya seperti Kesultanan Samudera Pasai, Kesultanan Kuntu Kampar, Aru Barumun, Bandar Kalipah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1285-1522&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Samudera Pasai mulai tampak kepermukaan dengan raja pertamanya Sultan Malik Al Shaleh, seorang putera Batak Gayo, bekas prajurit Kesultanan Daya Pasai. Samudera Pasai berdiri di atas puing-puing kerajaan Nagur di sungai Pasai, yang dirobohkan oleh orang Batak Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, kesultanan ini telah memakai paham syafii yang menjadi kompetitor terhadap syiah yang sudah lama menancapkan kekuatan politik dan budayanya kepada masyarakat Indonesia. Sistem pendidikan ala syafii mulai masuk ke tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Samudera Pasai sekarang ini dikenal sebagai kesultanan Aceh karena secara geografis memang terletak di tanah Aceh. Namun sebagai sebuah kesultanan yang dibangun oleh maha putera Batak Gayo dari Nagur, posisinya tidak dapat dihilangkan dalam percaturan sistem budaya dan pendidikan di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Sultan Malik Al Shaleh, yakni Syarif Hidayat Fatahillah merupakan tokoh yang mendirikan kota Jakarta dan menjadi Sultan Banten (Emeritus) dan ikut serta mendirikan Kesultanan Cirebon. Dia, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, adalah tokoh yang berhasil menyelamatkan penduduk pribumi dari amukan bangsa Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Malik Al Shaleh sendiri lahir di Nagur, di tanah Batak Gayo. Dia adalah mantan prajurit Kesultanan Daya Pasai. Sebuah kerajaan yang berdiri di sisa-sisa kerajaan Nagur atau tanah Nagur. Nama lahirnya adalah Marah Silu. Marah berasal dari kata Meurah yang artinya ketua. Sedangkan Silu adalah marga Batak Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggalannya (1285-1296) dia digantikan oleh anaknya  Sultan Malik Al Tahir (1296-1327). Putranya yang lain Malik Al Mansyur pada tahun 1295 berkuasa di barumun dan mendirikan Kesultanan Aru Barumun pada tahun 1299.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik Al Mansyur sangat berbeda keyakinannya dengan keluarganya yang sunni. Dia adalah penganut taat syiah yang kemudian menjadikan kesultanannya sebagai daerah syiah. Dengan demikian dia dapat dijadikan sebagai tokoh Batak Syiah (Gayo). Semua ini dikarenakan karena dia menikah dengan putri Nur Alam Kumala Sari binti Sultan Muhammad Al Kamil, pemimpin di Kesultanan Muar Malaya yang syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Kesultanan Aru Barumun terletak di sekitar area sungai Barumun yang menjadi titik penting perdagangan antara Padanglawas sampai Sungai Kampar. Penghasilan negara didapat dari ekspor dan impor merica dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Aru barumun berhubungan baik dengan pihak Cina pada era Dinasti Ming (1368-1643). Pada periode 1405-1425 beberapa utusan dari Cina pernah singgah, di antaranya Laksamana Ceng Ho dan Laksamana Haji Kung Wu Ping. Di era ini paham Hanafi ikut serta dalam memperkaya khazanah sistem pendidikan di tanah Batak, karena para utusan dari Cina yang muslim tersebut menganut faham hanafi dalam praktek sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Batak Gayo di Kesultanan Barumun adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Malik Al Mansyur (1299-1322)&lt;br /&gt;2. Sultan Hassan Al Gafur (1322-1336)&lt;br /&gt;3. Sultan Firman Al Karim (1336-1361), pada era nya banyak bertikai dengan kekuatan imperialis Jawa Majapahit. Di bawah panglima Laksamana Hang Tuah dan Hang Lekir, pasukan marinir Aru Barumun berkali-kali membendung kekuatan Hindu Majapahit dari Jawa.&lt;br /&gt;4. Sultan Sadik Al Quds (1361). Wafat akibat serangan jantung.&lt;br /&gt;5. Sultan Alwi Al Musawwir (1361-1379)&lt;br /&gt;6. Sultan Ridwan Al Hafidz (1379-1407). Banyak melakukan hubungan diplomatik dengan pihak Cina&lt;br /&gt;7. Sultan Hussin Dzul Arsa yang bergelar Sultan Haji. Pada tahun 1409 dia ikut dalam rombongan kapal induk Laksamana Cengho mengunjungi Mekkah dan Peking di zaman Yung Lo. Dia terkenal dalam annals dari Cina pada era Dinasti Ming dengan nama “Adji Alasa” (A Dji A La Sa). Orang Batak yang paling dikenal di Cina.&lt;br /&gt;8. Sultan Djafar Al Baki (1428-1459). Meninggal dalam pergulatan dengan seekor Harimau.&lt;br /&gt;9. Sultan Hamid Al Muktadir (1459-1462), gugur dalam sebuah pandemi.&lt;br /&gt;10. Sultan Zulkifli Al Majid. Lahir cacat; kebutaan dan pendengaran. Pada tahun 1469, kesultanan Aru Barumun diserang oleh kesultanan Malakka, atas perintah Sultan Mansyur Syah yang memerintah antara tahun 1441-1476. Kota pelabuhan Labuhanbilik dibumihanguskan dan Angkatan Laut Kesultanan Aru Barumun dimusnahkan.&lt;br /&gt;11. Sultan Karim Al Mukji (1471-1489)&lt;br /&gt;12. Sultan Muhammad Al Wahid (1489-1512). Gugur dalam pertempuran melawan bajak laut Portugis.&lt;br /&gt;13. Sultan Ibrahim Al Jalil (1512-1523) ditawan dan diperalat oleh Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota dinasti di atas adalah bersuku Batak Gayo. Saat menurunnya kekuasaan Kesultan Aru, maka pihak Aceh mulai menancapka hegemoninya di Aru Barumun. Pihak Aceh berkompetisi dengan para bajak laut Eropa di kekosongan kekuatan politik di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1802-1816, di bawah pimpinan Fachruddin Harahap, seorang Batak Mandailing, dengan gelar Baginda Soripada, penduduk khususnya dari Gunung Tua merebut bagian hulu dari bekas Kesultanan Aru Barumun. Semua lambang kerajaan disita termasuk cap dan simbol-simbol lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1331-1364&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Majapahit. Hegemoni kekuatan Imperialisme Hindu Jawa di Nusantara, tak terkecuali tanah Batak. Perkembangan pendidikan di tanah Batak sedikit tidak mengalami penambahan yang signifikan. Kekuatan penduduk yang menjadi militer di tanah Batak sibuk membendung kekuatan Majapahit dengan bantuan pihak Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Mula Setia dan Samudera Pasai berhasil mengusir kekuatan Majapahit dari Sumatera bagian Utara. Pada tahun 1409, tentara Majapahit dimusnahkan oleh kekuatan tentara Pagarruyung di Minang, Sumatera Barat. Kekuatan Majapahit melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan para intelektual Arab dan asing kembali terjadi di beberapa kota pelabuhan di Sumatera. Tidak terkecuali Barus. Pada abad-13 Ibnu Said membicarakan peranan Barus sebagai pelabuhan dagang utama untuk wilayah Sumatera (Ferrand 112). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1450-1515&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samudera Pasai menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sosial mazhab syafii yang bersaing melawan pusat-pusat pendidikan dan sosial syiah yang banyak bertebaran di beberapa tempat di Sumatera termasuk tanah batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1451&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi pedagang dari Malaka yang menjadi sekutu Samudera Pasai berhasil menjalin kerjasama ekonomi dengan para saudagar Batak di sepanjang sungai Asahan. Tokoh seperti Datuk Sahilan menjadi inspirator bagi saudagar Batak untuk masuk agama Islam (Syafii). Di pedalaman Batak pada tahun 1450-1500 M, Islam menjadi agama resmi orang-orang Batak Toba, khususnya dari kelompok marga Marpaung yang bermukim di aliran sungai Asahan. Demikian juga halnya dengan Batak Simalungun yang bermukim di Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Bangun Purba dan Sungai Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tahun 1450-1818 M, kelompok marga Marpaung menjadi supplaier utama komoditas garam ke Tanah Batak di pantai timur. Mesjid pribumi pertama didirikan oleh penduduk setempat di pedalaman Tanah Batak; Porsea, lebih kurang 400 tahun sebelum mesjid pertama berdiri di Mandailing. Menyusul setelah itu didirikan juga mesjid di sepanjang sungai Asahan antara Porsea dan Tanjung Balai. Setiap beberapa kilometer sebagai tempat persinggahan bagi musafir-musafir Batak yang ingin menunaikan sholat. Mesjid-mesjid itu berkembang, selain sebagai termpat ibadah, juga menjadi tempat transaksi komoditas perdagangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi pedagang muslim marga Hutagalung dalam bidang ekonomi di Tanah Batak terjadi antara 1513-1818 M. Komunitas Hutagalung dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan dan Pahae. Marga Hutagalung di Silindung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung. Marga Hutagalung menjadi komunitas Islam syiah di pedalaman Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad 15-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barus dengan kepemimpinan Dinasti Pardosi yang menjadi Sultan Hulu dan Dinasti Pasaribu yang menjadi Sultan Hilir Barus, membangun sistem pendidikan yang modern di Barus. Zaman kejayaan pendidikan Islam muncul di era ini. Beberapa tokoh intelektual lokal bermunculan. Barus menjadi kota tujuan utama musafir asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan abad-16, Tome Pires-seorang pengembara Portugis- yang terkenal dan mencatat di dalam bukunya "Suma Oriental" bahwa Barus merupakan sebuah kerajaan kecil yang merdeka, makmur dan ramai didatangi para pedaganga asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan bahwa di antara komoditas penting yang dijual dalam jumlah besar di Barus ialah emas, sutera, benzoin, kapur barus, kayu gaharu, madu, kayu manis dan aneka rempah-rempah (Armando Cartesao, The Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Rodrigues, Nideln-Liechtenstein: Kraus Reprint Ltd,.1967; hal. 161-162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Arab terkenal Sulaiman al-Muhri juga mengunjungi Barus pada awal abad ke-16 dan menulis di dalam bukunya al-Umdat al-Muhriya fi Dabt al-Ulum al-Najamiyah (1511) bahwa Barus merupakan tujuan utama pelayaran orang-orang Arab, Persia dann India. Barus, tulis al-Muhri lagi, adalah sebuah pelabuhan yang sangat terkemuka di pantai Barat Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan abad ke-16 seorang ahli sejarah Turki bernama Sidi Ali Syalabi juga berkunjung ke Barus, dan melaporkan bahwa Barus merupakan kota pelabuhan yang penting dan ramai di Sumatera. (Lihat. L.F. Brakel, Hamza Pansuri, JMBRAS vol. 52, 1979).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah misi dagang Portugis mengunjungi Barus pada akhir abad ke-16, dan di dalam laporannya menyatakan bahwa di kerajaan Barus, benzoin putih yang bermutu tinggi didapatkan dalam jumlah yang besar. Begitu juga kamfer yang penting bagi orang-orang Islam, kayu cendana dan gaharu, asam kawak, jahe, cassia, kayu manis, timah, pensil hitam, serta sulfur yang dibawa ke Kairo oleh pedagang-pedagang Turki dan Arab. Emas juga didapatkan di situ dan biasanya dibawa ke Mekkah oleh para pedagang dari Minangkabau, Siak, Indragiri, Jambi, Kanpur, Pidie dan Lampung. (Lihat B.N. Teensma, "An Unkown Potugese Text on Sumatera from 1582", BKI, dell 145, 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair Hamzah Fansuri menggambarkan keindahan kota Barus saat itu. Keramaian dan kesibukan kota pelabuhan dengan pasar-pasar dan pandai emasnya yang cekatan mengubah emas menjadi "ashrafi", kapal-kapal dagang besar yang datang dan pergi dari dan ke negeri-negeri jauh, para penjual lemang tapai di pasar-pasar, proses pembuatan kamfer dari kayu barus dan keramaian pembelinya, lelaki-lelaki yang memakai sarung dan membawa obor yang telah dihiasi dalam kotak-kotak tempurung bila berjalan malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis-gadis dengan baju kurung yang anggun dan di leher mereka bergantung kalung emas penuh untaian permata, yang bila usia nikah hampir tiba akan dipingit di rumah-rumah anjung yang pintu-pintunya dihiasi berbagai ukiran yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain syair-syairnya juga memperlihatkan kekecewaanya terhadap perilaku politik sultan Aceh, para bangsawan dan orang-orang kaya yang tamak dan zalim. (Mengenai kesusateraan Hamzah Fansuri lihat S.N. al-Attas, The Origin of Malays Sha'ir, Kulala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1968. Juga baca V.I. Braginsky, Tasawuf dan Sastra Melayu, Jakarta: RUL,. 1993, khususnya esai "Sekali Lagi Tentang Asal-usul Sya'ir"; hal 63-76.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah Fansuri yang hidup di masa perebutan kekuatan maritim antara Aceh dan Minang mendapat pengaruh besar di kalangan intelektual Aceh. Van Nieuwenhuijze (1945) dan Voerhoeve (1952) berpendapat bahwa Hamzah Fansuri memainkan peran penting di dalam kehidupan kerohanian di Aceh sampai akhir pemerintahan Sultan Ala'uddin Ri'ayat Syah Sayyid al-Mukammil (1590-1604). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu muridnya Syamsuddin al-Sumatrani naik peranannya baru pada zaman Sultan Iskandar Muda saat dia bermigrasi ke Aceh. Diyakini dalam mundurnya pamor Barus, banyak sarjana-sarjana Batak yang pindah ke Aceh, Kutaraja, karena kehadiran mereka disana sangat disegani. Mengenai Syamsuddin sebaiknya baca C.A.O. Niewenhujze, Syamsu'l Din van Pasai, Bijdrage tot de Kennis der Sumatranche Mystiek, disertasi Universitas Leiden, 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pemikiran filsafat Wujudiyah Hamzah Fansuri mendapat tantangan dari ulama Aceh. Ahmad Daudy di dalam bukunya Allah dan Manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin Ar-Raniry, Jakarta; CV Rajawaki Press, 1983; hal. 41, antara lain menulis, "Selain sebagai mufti, Syeikh Nuruddin juga seorang penulis yang menyanggah Wujudiyah. Seringkali ia mengadakan perdebatan dengan penganut ajaran ini, dan kadang-kadang majelis diskusi diakadakan di istana dimana sultan sendiri menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perdebatan itu Syeikh Nuruddin berkali-kali memperlihatkan adanya kelemahan dan penyimpangan dalam ajaran Wujudiyah...., serta meminta agar mereka ini bertobat... tetapi himbauannya tidak dihiraukan mereka, dan akhirnya mereka dihukum kafir yang boleh dibunuh, sedangkan kitab-kitab karangan Hamzah dan Syamsuddin dikumpulkan dan kemudian dibakar di halaman mesjid raya Baiturrahman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang peristiwa pembakaran kitab karangan penulis Wujudiyah, dan hukum bunuh terhadap pengikut-pengikut Hamzah Fansuri dan Syamsuddin, Lihat buku Nuruddin al-Raniry, Bustan al-Salatin edisi T. Iskandar, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1966: hal. 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan itu diterima Hamzah Fansuri, karena kritik-kritik tajamnya terhadap pemerintahan monolitik Sultan Aceh, perilaku buruk orang-orang kaya dan praktik yoga (dari Hindu India) yang diamalkan ahli-ahli tarekat di Aceh pada awal abad ke-17, baca S.N. al-Attas The Mysticism of Hamzah Fansuri, Kuala Lumpur: Universiti malaya Press, 1970; hal. 16-17. juga baca L.F. Brakel, 'Hamzah Pansuri'; V.I. Braginsky "Puisi Sufi Perintis Jalan" (Analisis Syair-syair Hamzah Fansuri tentang Kekasih, Anggur dan Laut") ceramah di Sudut Penulis, Dewan Bahasa dan Pusataka, Kuala Lumpur, 27-28 Oktober 1992; juga Abdul Hadi W.M. 'Syeikh Hamzah Fansuri 'Ulumul Qur'an, No. 2, Vol. V, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pertentangan politik antara Barus dan Aceh, berakibat pula kepada pertentangan faham keyakinan. Intelektual Barus yang banyak condong ke paham syiah dibasmi oleh kekuatan Aceh sehingga menyebabkan kemunduran atas kemajuan pendidikan di Barus. Dikatakan bahwa orang-orang yang mendukung faham Fansur bahkan harus hidup dalam persembunyian untuk menyelamatkan jiwa mereka. Kuburan-kuburan tokoh yang sepaham dengannya sengaja tidak ditandai batu nisannya agar keberadaan mereka tidak terdeteksi oleh pihak Aceh yang penduduknya banyak berdagang di Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sarjana Batak yang berpaham syiah mengalami kendala dalam melanjutkan sistem pendidikan di Barus yang sudah sangat modern saat itu. Praktis pendidikan di Barus dan wilayah-wilayah Batak lainnya mengalami kepunahan. Di tanah Batak sendiri hanya Parmalim yang terus eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1497-1513&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Manang Sukka, oranga Batak Karo, mendirikan Kesultanan Haru Delitua dengan nama Sultan Makmun Al Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1697&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Islam Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat, menjadi pusat pengembangan Islam syiah dengan tokoh Syekh Burhanuddin. Pengaruh universitas ini sampai ke tanah Natal, Singkuang, teluk Sibolga dan Barus. Sumatera Barat menjadi tujuan mencari ilmu pengetahuan bagi orang-orang Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1804-1807&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi sistem pendidikan berbasis syiah yang sedikit dicampur dengan faham syafii dan hanafi mendapat kompetisi dari mazhab hambali yang muncul di Sumatera Barat dengan gerakan padrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1873&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mesjid di Tarutung, Silindung, dirombak oleh Belanda. Haji-haji dan orang-orang Islam, kebanyakan, dari marga Hutagalung, diusir dari tanah leluhur dan pusaka mereka di Lembah Silindung. Belanda melakukan pembersihan etnis, terhadap muslim Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1912&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Islam, yang tidak diperbolehkan Belanda untuk mengecap pendidikan, walau paska kebijakan balas budi, kemudian bangkit mendirikan Perguruan Mustofawiyah. Disinyalir sebagai sekolah pribumi pertama di tanah Batak yang sudah modern dan sistematis. Peran mazhab syafii mulai terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Mustofa Husein Purba Baru, dari marga Nasution, merupakan penggagas perguruan ini. Dia, yang dikenal sebagai Tuan Guru, merupakan murid dari Syeikh Muhammad Abduh, seorang reformis dan rektor Universitas Al Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan perguruan Musthofawiyah ini kemudian menyebar dan mendirikan perguruan-perguruan lain di berbagai daerah di Tanah Batak. Di Humbang Hasundutan di tanah Toba, alumnusnya yang dari Toba Isumbaon mendirikan Perguruan Al Kaustar Al Akbar pada tahun 1990-an setelah mendirikan perguruan lain di Medan tahun 1987. Daerah Tatea Bulan di Batak Selatan merupakan pusat pengembangan Islam di Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1928, di tanah Batak selatan mulai memodernisasi sistem pendidikan oleh para sarjana Batak yang belajar dari berbagai universitas di luar negeri. Di antaranya Maktab Ihsaniyah di Hutapungkut Kotanopan oleh Muhammad Ali bin Syeikh Basyir. Maktab merupakan transformasi partungkoan, sebuah sistem pendidikan tradisional Batak yang berubah menjadi sikola arab dan madrasah di era berikutnya. (lihat: Pesantren Musthofawiyah Purba Baru Mandailing, Dr. H. Abbas Pulungan, Cita Pustaka Media Bandung, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para lulusan Maktab Islamiyah Tapanuli mendirikan "Debating Club" pada tahun 1928. Dua tahun kemudian anggota "Debating Club" ikut serta dalam mendirikan Jamiatul Washliyah sebuah organisasi pendidikan dan sosial di Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diniyah School didirikan di Botung Kotanopan tahun 1928 oleh sarjana Batak lainnya, Haji Fakhruddin Arif.  Berikutnya berdiri Madrasah Islamiyah di Manambin Kotanopan tahun 1928 oleh Tuan Guru Hasanuddin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madrasah Subulussalam berdiri di Sayur Maincat Kotanopan pada tahun 1929 oleh Haji Muhammad Ilyas. Berikutnya Madrasah Syariful Majalis di Singengu Kotanopan pada tahun 1929 oleh Haji Nurdin Umar. Di Hutanamale, Maga, Kotanopan Syeikh Juneid Thala mendirikan sebuah Madrasah Islamiyah pada tahun yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1930&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Batak mendirikan Jamiatul Washliyah pada tanggal 30 November 1930. Sebuah organisasi yang bertujuan untuk mengembangkan agama dalam arti yang luas. Organisasi ini memakai mazhab syafii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jamiatul Washliyah berarti perkumpulan yang hendak menghubungkan. Menurut Muhammad Junus, tokoh paling penting dalam organisasi ini, nama Jamiatul Washliyah dihubungkan dengan keinginnan untuk menghubungkan manusia dengan Tuhannya, menghubungkan antar sesame manusia, menghubungkan suku dengan suku antara bangsa dengan bangsa dan lain sebagainya. Lihat "Peringatan Al Djamiatul Washliyah 1/4 abad" hal 41-42; Nukman Sulaiman dalam Al Washliyah I, hal. 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tokoh penting dalam organisasi Al Washliyah adalah Abdurrahman Syihab, seorang organisatoris yang dapat menghimpun khalayak ramai, Udin Syamsuddin, seorang yang ahli administrasi dan Arsyad Thalib Lubis, mufti organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1933&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan komisi yang bertugas mengadakan inspeksi ke sekolah-sekolah Alwashliyah untuk standarisasi mutu. Didirikan juga sebuah lembaga pendidikan yang besar di Tapanuli Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1934&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan peraturan yang mengatur hubungan antar sekolah di Alwashliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1935&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ini Madrasah Mardiyatul Islamiyah didirikan di Penyabungan oleh Syeikh Ja'far Abdul Qadir. Sebelumnya, sejak tahun 1929, madrasah ini dikenal dengan nama madrasah mesjid karena kegiatan pendidikannya dilakukan di sekitar sebuah mesjid sebelum dimodifikasi menjadi sistem madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1936&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Batak mendirikan Fond atau Yayasan untuk mengirimkan beberapa generasinya, khususnya yang di Alwashliyah, ke Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1937&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamiatul Washliyah memberikan perhatian khusus pada pemahaman Islam khusunya mereka yang belum beragama. Di Porsea didirikan HIS untuk mereka yang membutuhkan pendidikan. Melalui lembaga "Zending Islam" perkumpulan ini berinisiatif untuk berdakwah ke seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1940&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisasi pendidikan Islam Batak, khususnya yang di Alwashliyah dengan menyusun peraturan pusat untuk mengadakan ujian dan pemberian ijazah yang dikeluarkan kantor pusat di medan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan modern diterapkan di tanah Batak. Banyak madrasah dan tempat pengajian tradisional diubah menjadi tsanawiyah dan aliyah dibawah departemen agama. Negatifnya adalah, institusi pendidikan di tanah Batak menjadi kerdil. Institusi yang bermutu yang lulusannya bisa ditandingkan dengan lulusan universitas modern akhirnya hanya diakui sebagai lulusan madrasah aliyah yang pengakuannya sangat minimal di tengah-tengah masyarakat. Banyak desa-desa di tanah Batak (khususnya yang utara) ditinggalkan oleh penduduknya yang muslim karena ketiadaan regenerasi kalangan pendidik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116426654620175687?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116426654620175687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116426654620175687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/11/sejarah-pendidikan-batak.html' title='Sejarah Pendidikan Batak'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116160071344271144</id><published>2006-10-23T20:41:00.000+10:00</published><updated>2006-10-23T20:51:54.116+10:00</updated><title type='text'>APBD Simalungun disahkan</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt; APBD Simalungun Tahun 2007 Diprakirakan Naik Lebih        &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;22 Oktober 2006 jam 21:22  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simalungun (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APBD Simalungun tahun 2007 diprakirakan naik Rp 100 miliar lebih dari sebelumnya tahun 2006 Rp 653 miliar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Draft APBD Simalungun tahun 2007 direncanakan diserahkan ke DPRD pada Desember 2006 dengan harapan menjadi pembahasan dewan pada Januari 2007 untuk selanjutnya disahkan menjadi Perda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disampaikan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM, Selasa (17/10) yang menyebutkan, prakiraan kenaikan APBD merupakan usulan yang disampaikan kepada pemerintah pusat berdasarkan jumlah pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pembangunan di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penyegeraan penyampaikan draft APBD tahun 2007 akan diserahkan Desember 2006 kepada DPRD merupakan salah satu bentuk pelayanan pembangunan untuk kepentingan publik. Menurutnya, semakin cepat pembahasan dan pengesahan APBD di Perda kan maka pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor akan segera dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan potensi daerah Kabupaten Simalungun sebagai daerah agraris dan sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian dari pertanian maka sasaran pembangunan diprioritaskan mendukung kegiatan usaha tani dan sektor lainnya yang dianggap mendesak mendapat penanggulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, alokasi pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan kabupaten tahun 2006 Rp 42 miliar lebih maka pada tahun 2007 anggaran tersebut diharapkan dapat ditambah. Penambahan  anggaran pembangunan jalan dari dan ke sentra produksi pertanian dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pemasaran berbagai jenis hasil pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam pembinaan potensi sumber daya manusia, Pemkab Simalungun juga merencanakan optimalisasi kinerja Dinas Penjar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Mutu lulusan diharapkan dapat bersaing dengan lulusan daerah lain di berbagai jenjang pendidikan dan pada satu saat nanti putra-putri daerah ini dapat mengabdi mengelola potensi daerahnya sendiri untuk kesejahteraan masyarakat. (E11/h)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116160071344271144?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116160071344271144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116160071344271144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/apbd-simalungun-disahkan.html' title='APBD Simalungun disahkan'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116107532092096049</id><published>2006-10-17T18:54:00.000+10:00</published><updated>2006-10-17T18:55:21.046+10:00</updated><title type='text'>Forum Masyarakat Islam Simalungun</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt; Umat Islam Simalungun Tolak Pansus Ijazah GateRibuan umat Islam Kabupaten Simalungun gabungan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Kamis (29/6), berunjukrasa ke DPRD dan Polres Simalungun. Mereka menolak rencana dewan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Ijazah Gate Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Islam Simalungun (FMIS) itu datang menggunakan sekitar 20 buah bus dan 20 truk, yang tiba sekira pukul 10.00 WIB di Kantor DPRD Simalungun. Aksi damai tersebut, merupakan gabungan dari PD Alwasliyah Simalungun, DPD BKPRMI, PD Muhammadiyah, Forbita Simalungun, PC Nahdlatul Ulama, dan UPAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kordinator FMIS Irwansyah Sinaga dalam orasinya menegaskan bahwa massa yang diklaimnya sebanyak 2000 orang itu menolak DPRD Simalungun membentuk Pansus untuk mengusut ijazah Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM. ”Kami menolak DPRD membentuk Pansus karena masalah ini bukan masalah politik tetapi masalah hukum. Jangan politisir,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun mengingatkan agar jangan ada oknum-oknum tak bertanggungjawab memperkeruh suasana yang selama ini aman dan kondusif di Simalungun. “Kami ingatkan agar jangan ada oknum yang memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan pribadinya, sebab hal itu akan berpotensi membuat daerah yang aman tentram ini jadi rusuh,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tersebut diterima sejumlah anggota DPRD, antara lain, Nasom Damanik BA, Burhannuddin Sinaga, Sarman Purba, Pdt Anthoni Tondang dan H Binsar Pasaribu. Massa pengunjuk rasa diterima di ruang Fraksi PDI Perjuangan dengan didelegasikan 10 orang. Nasom Damanik, yang menjadi juru bicara anggota DPRD, menyetujui tidak dibentuknya Pansus tersebut. ”DPRD sependapat sepanjang belum ada kepastian hukum supaya Bupati kita biarkan bekerja. Jadi tidak perlu lagi dilakukan demo besar seperti ini, cukup delegasi saja,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasom sendiri mengakui adanya keinginan sebagian anggota DPRD Simalungun untuk membentuk Pansus. “Setelah mencuatnya kasus itu, sebagian anggota DPRD merasa perlu untuk membentuk Pansus, tetapi sebagian lagi menganggap itu tidak perlu karena sudah diusut oleh aparat penegak hukum,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melakukan unjuk rasa di gedung dewan, massa meneruskan aksinya ke Polres Simalungun, yang diterima Kasat Reskrim AKP Den Martin Nasution. Mereka menyampaikan surat pernyataan dan meminta jajaran Kepolisian segera menuntaskan kasus dugaan ijazah palsu tersebut. Usai memberikan surat pernyataan sikap, akhirnya massa bergerak ke Lapangan Adam Malik untuk kemudian membubarkan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116107532092096049?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116107532092096049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116107532092096049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/forum-masyarakat-islam-simalungun.html' title='Forum Masyarakat Islam Simalungun'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116107510042279597</id><published>2006-10-17T18:50:00.000+10:00</published><updated>2006-10-17T18:51:40.860+10:00</updated><title type='text'>All About Simalungun</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="200" height="450" HSPACE=5 &gt; Asal-usul Suku Bangsa dan Bahasa Simalungun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Klik Judul untuk sumber bacaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan Sdr Ir Gunawan Napitupulu di harian SIB (meski minus dukungan referensi dan data-data literatur ilmiah) sebagai putera Simalungun asli, saya teringat akan percakapan-percakapan formal maupun informal di masyarakat kita, di mana saudara-saudara etnis Batak Toba sepertinya tidak mampu dan tidak rela menerima dan mengakui "otherness" antara suku bangsa Simalungun dan Batak Toba. Dan supaya Sdr Ir Gunawan Napitupulu ketahui, oleh karena inilah sehingga Pdt. J. Wismar Saragih dan kawan-kawan dalam wadah Comite Na Ra Marpodah Simaloengoen pada tahun 1928 mengadakan perlawanan kultural dan intelektual terhadap pandangan dan kebijakan RMG dengan agency penginjil yang didominasi kaum Kristen Batak Toba yang dirasakan sangat meminggirkan dan merendahkan orang Simalungun yang pandangannya sama persis dengan pandangan Sdr Ir Gunawan Napitupulu. Untuk yang satu ini saya anjurkan agar Sdr membaca disertasi Pak Pdt. Dr. J. R. Hutauruk yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan BPK Gunung Mulia yang berjudul Kemandirian Gereja juga buku sejarah GKPS yang saya tulis bersama Pdt. Dr. Martin Lukito Sinaga yang berjudul Tole den Timorlanden das Evangelium (Jakarta, 2003). Di kedua buku yang sarat dengan data-data ilmiah itu, dibentangkan bagaimana RMG plus agency Kristen Batak Toba tetap tidak mampu mengakui "otherness"nya etnis Simalungun dari Batak Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Otherness-nya Suku bangsa Simalungun dengan Batak Toba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca dan mendiskusikannya dengan pemuka-pemuka adat/budaya Simalungun seperti Bapak Kadim Morgan Damanik (mantan Ketua Umum Partuha Maujana Simalungun Perwakilan Kabupaten Simalungun) dan Bapak Djaiman Saragih (Ketua Umum Madjelis Kebudajaan Simalungun Indonesia) dan membaca uraian Bapak Tuan Djariaman Damanik. SH dalam surat-suratnya kepada penulis dan membaca literatur asing dalam bahasa Belanda, Inggris, saya akan menanggapi point-point saya yang Sdr bantah itu sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Menurut Sdr Napitupulu, Etnis Simalungun bukan berasal dari India Selatan karena tidak mempunyai dasar sejarah yang sah. Perlu Sdr ketahui dari data-data dan penelitian yang dilakukan Bapak Djariaman Damanik, SH (mantan Kajati Sumut dan Bali) semuanya mengarah ke India Selatan tepatnya di Nagore. Ini apalagi dikaitkan dengan adat kebiasan, karakter dan anatomi tubuh keturunan raja-raja di Simalungun yang berbeda dengan orang Batak Toba yang kemudian mengaku menjadi orang Simalungun (seperti marga Saragih Simbolon, Sijabat, Manihuruk, Damanik Malau, Gurning, Ambarita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis-penulis Belanda juga tidak menafikan kalau ada keturunan raja-raja Simalungun yang berasal dari India Selatan. Dan satu lagi apabila Sdr membaca disertasi Bapak Prof Dr Bungaran Simanjuntak, Konflik dan Status Kekuasaan Orang Batak Toba (Yogyakarta, 2002), beliau dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa nenek moyang orang Batak besar kemungkinannya berasal dari keturunan suku bangsa Munda dan Nagpur di India Selatan, dan menilik adanya Kerajaan Nagur (di India ada kota "Nagpur") di Simalungun yang jelas merupakan kerajaan Hindu pertama di Sumatera Timur, makin menguatkan pandangan beliau. Prof Payung Bangun berpendapat adanya konsep raja (monarch) di Simalungun yang berpola "tuan-hamba" berasal dari budaya&lt;br /&gt;India (Hindu) yang mengenal "raj" sebagai perwakilan dewa di bumi yang menjamin keselarasan hubungan antara dewa-dewa dengan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Simalungun konsep "raj" ini jelas kelihatan pada saat sebelum masuknya zanding dan&lt;br /&gt;agama Islam, di mana raja-raja itu digelari dengan "tuhanta" artinya pemilik kita. RW Liddle malah meyimpulkan, raja-raja Simalungun itu dilihat sebagai representasi ilahi di bumi yang dianggap memiliki kekuatan adikodrati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, konsep pengormatan itu masih ada sisa-sisanya di masyarakat Simalungun, yaitu pandangan orang Simalungun terhadap tondong (Toba: hula-hula), tondong dianggap sebagai pemberi berkat (tuah) yang wajib dihormati seperti nyata dalam kalimat, "Tondong pangalopan podah, sanina pangalopan riah, boru pangalopan gogoh". Dalam upacara-upacara adat Simalungun asli, tondong ini selalu berada di depan disambut oleh borunya dengan tarian yang khusyuk dan takzim sampai menyentuh tanah dengan sikap menyembah ke arah tondong dengan iringan gual Rambing-rambing Ramos sambil membawa persembahan kepada tondong tanda penghormatan yang berupa uang yang ditaruh dalam piring putih bertutup bulung tinapak dengan demban yang terdiri dari dua buah, satu untuk bapa dan satu lagi untuk inang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara kematian orangtua yang sudah "sayur matua" semua kaum laki-laki&lt;br /&gt;mengikatkan gotong porsa di kepalanya masing-masing yang bermakna, "keikhlasan keluarga dan orang yang hadir untuk memberangkatakan almarhum." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sumatera Utara ini hanya pada suku Simalungun yang mempunyai adat seperti&lt;br /&gt;itu. Adat ini jelas dari India (Hinduisme), karena sampai sekarang orang Bali Hindu juga masih memakai porsa kalau bersembahyang di pura. Ada memang beberapa kebiasaan dari Siam yang terbawa ke Simalungun seperti "manurduk dayok na binatur" yang sekarang masih ditemukan di Laos. Ini dibawa oleh sebagian nenek moyang suku Simalungun yang berasal dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, suku Simalungun berketurunan dari beragam nenek moyang, bukan dari satu&lt;br /&gt;keturunan, yang semuanya ada yang berasal dari India Selatan dan dari Siam. Ada yang masuk dari pantai timur, dan juga dari pantai barat melalui Aceh (menyusuri sungai Simpang Kanan di Singkel terus ke Pakpak, Tanah Karo dan akhirnya masuk ke Simalungun). Groeneveldt menulis dari tulisan Ying Yai Shenglan pusat kerajaan Nagur pernah berada di Pidie sekitar abad XIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batrlett (1952:633) menulis sebagaimana dikutip Arlin Dietrich (2003:13) bahwa nenek moyang orang Simalungun pada awalnya berkedudukan di pesisir pantai timur dan akibat desakan dari populasi orang Melayu dari Semenanjung Melayu yang mendirikan kesultanan Melayu berpindah ke pedalaman sampai mencapai pantai Danau Toba. Dan sampai sekarang pun penduduk Melayu di Serdang dan Deli masih ada yang mengakui kalau nenek moyangnya berketurunan dari suku Simalungun. Itulah sebabnya keempat marga itu bisa saling mengawini karena berbeda nenek moyang. Dan di Simalungun adat yang melarang kawin semarga itu masih ketat sekali dipegang. Orang yang kawin semarga itu dihukum oleh huta karena dianggap mardawan begu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dari jalan sejarahnya Simalungun, penduduk yang menjadi etnis Simalungun sekarang ini secara garis besarnya terdiri dari dua keturunan nenek moyang, yakni Proto Simalungun (Simalungun Tua) yang merupakan keturunan raja-raja Simalungun yang berasal dari India Selatan dan Siam yang menurunkan marga-marga raja di Simalungun yakni : Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba yang pada awalnya tanpa lineage (cabang marga/sub sib) dan keturunan kedua Deutero Simalungun (Simalungun Muda) yang secara umum berketurunan dari Samosir dan Toba yang zaman dahulu sewaktu raja-raja masih ada, menyesuaikan marganya dengan marga raja-raja yang sepengetahuan mereka di Toba Samosir ada kaitannya agar menjadi rakyat Simalungun (paruma ni harajaan Simalungun). Mereka ini memakai adat, bahasa dan budaya Simalungun dan bahkan ada di antaranya yang diangkat menjadi yang dipertuan (parbapaan) di Simalungun seperti Tigaras oleh marga Saragih Turnip dan Silampuyang oleh marga Saragih Sidauruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini pun di Bosar Maligas dan Tanah Jawa masih ada yang berketurunan&lt;br /&gt;dari marga Butara-butar, Sitorus dan Sirait yang mengaku dirinya suku Simalungun karena mereka sudah beberapa generasi tinggal di Simalungun dan memakai bahasa, adat dan budaya Simalungun dalam kesehariannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek moyang mereka dahulu sudah berjanji dengan sumpah (marbulawan) di hadapan raja&lt;br /&gt;Tanoh Jawa bermarga Sinaga untuk menjadi paruma ni Harajaan Tanoh Djawa. Sedangkan marga Silalahi, Sitopu dan Sipayung pada zaman raja-raja memasuki marga Sinaga. Persoalan kependudukan ini masih berlangsung terus sampai zaman Belanda, di mana pada tahun 1930 pendatang dari Tapanuli menuntut agar pada mereka diangkat pemimpin sendiri (hoofd der Tobanezen), karena pendatang dari Tapanuli ini tidak bersedia di bawah kekuasaan raja-raja Simalungun. Tetapi ini tidak lama, karena raja-raja Simalungun merasa dilecehkan, sehingga mereka mengadukan persoalannya kepada pemerintah tinggi di Batavia. Dan akhirnya kedudukan mereka dikembalikan, seluruh pendatang wajib menaati hukum pemerintahan kerajaan. Barulah setelah raja-raja itu&lt;br /&gt;dibantai dalam aksi revolusi sosial 3 Maret 1946, ada kebebasan penuh kepada&lt;br /&gt;para pendatang dan foedalisme pun hapus di Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Mengenai posisi dan pengertian raja di Toba dan Simalungun sebenarnya sangat jauh perbedaanya. Mengenai hal ini, saya anjurkan agar Sdr Napitupulu membaca kertas kerja dari Pdt. Dr. S.M. Siahaan yang berjudul, "Peranan dan Kedudukan Raja dalam Struktur Suku dan Masyarakat Batak Toba" dalam Buletin STT HKBP Vocatio Dei VIII (April-Juni 1984) hal. 25-36. Saya kutip saja sebagian, ".....disimpulkan oleh AB Sinaga bahwa pengertian "raja" dalam masyarakat Batak Toba berbeda jauh dengan segala ide yang mengelilingi kata ini dalam bahasa Indonesia. Dijelaskannya perbedaan pengertian ini dengan pemakaian ungkapan : "raja disi, raja dison, samasama raja". Dengan demikian, pengertian raja berarti bukan hamba atau "ndang hatoban." Sebagai akibat dari sistim perkampungan yang tertutup, maka setiap kampung tidak tergantung kepada seorang raja yang administratif dan feodal" (hal 26). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya Raja Sisingamangaraja dalam kajian para sejarawan seperti diungkapkan&lt;br /&gt;Castles dalam disertasinya, "...hanyalah sekedar pendeta tertinggi dalam moitie kelompok Sumba yang mencakup marga Ompu Pulobatu, yaitu marga Sinambela" marga dinasti Sisingamangaraja bukan seorang raja sebagaimana pengertian ketetanegaraan modern. Karena itulah dalam disertasi Dr. Lance Castles yang sudah diterjemahkan bejudul Tapanuli (2001:13) ia jelas menerangkan, "Sebelum masa kolonial masyarakat Batak Toba hampir tidak mengenal negara (stateless). Penduduk kampung tinggal di kampung-kampung yang disebut huta. Dan untuk kelancaran administrasi pemerintahan di&lt;br /&gt;Tapanuli, Belanda kemudian mengangkat kepala-kepala kampung menjadi pemimpin dengan pangkat "radja ihoetan" dan "kapala nagari", sedangkan di Mandailing dengan "kapala kuria. Akan halnya di Simalungun, berbeda jauh dengan masyarakat Tapanuli. Dalam disertasi Wolfgang Clauss, Economic and Social Change among the Simalungun Batak of North Sumatra (1982:48), beliau menjelaskan: "Of all Batak people, only the Simalungun had developed political structure that resembled a form of state. Before the coming of the Dutch, several small kingdoms headed by radjas exixted in Simalungun, but these lacked both clearly defined territorial boundaries and internal&lt;br /&gt;coherence. .....the radja's direct rule was limited to his capital (pematang) and neighboring villages." Dalam sejarah Simalungun kerajaan tertua di Sumatera Timur adalah Kerajaan Parpandanan Na Bolag (sekitar abad V) yang kemudian disebut Nagur yang bertentangga dengan Haru (cikal bakal Kesultanan Deli) dan Gasip (cikal bakal Kesultanan Siak). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nagur dengan dinasti Damanik kemudian pecah menjadi Raja Maroppat sekitar abad XIV&lt;br /&gt;(Panei, Silou, Tanoh Djawa dan Siantar). Setelah ditekennya Korte Verklaring oleh raja-raja Simalungun, partuanan banggal Purba, Raya dan Silimahuta yang semula daerah vassal dari Panei dan Silou diangkat statusnya menjadi kerajaan. Sehingga sampai revolusi sosial tahun 1946 ada tujuh kerajaan di Simalungun. Masing masing mempunyai pola pemerintahan yang sama yang disebut Sioppat Suhu dengan harajaan sebagai kabinetnya dan sub ordinat partuanan dan parbapaan sampai kepada pangulu dengan masing-masing gamot (pejabat pemerintah) yang dikendalikan dari pusat pemerintahan yang disebut "pamatang" (bukan pematang). Menurut J.R. Hutauruk, satu-satunya hanya ada di Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Bahasa Simalungun. Sdr Napitupulu menyimpulkan, sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok sekali antara bahasa Simalungun dengan bahasa Batak Toba dan tidak ada kedekatan antara bahasa Simalungun dengan bahasa Sansekerta. Apa yang saudara ketahui itu adalah pengetahuan orang awam, mereka yang tidak paham dan kenal betul sejarah, struktur, grammatikal bahasa dan jiwa serta vokabulari bahasa Simalungun asli (karena dari daftar kata yang saudara tulis itu ada banyak kata yang bukan termasuk bahasa Simalungun asli dalam hal ini bahasa ibu saya bahasa Simalungun Sin Raya bahasa asli Simalungun). Dan untuk itu ada baiknya saudara membaca karya&lt;br /&gt;pakar bahasa dan aksara Batak Dr Uli Kozok yang berjudul, Warisan Leluhur: Sastra Lama dan Aksara Batak (KPG-Jakarta, 1999). Dan disertasi Prof Hendry Guntur Tarigan, Morfologi Bahasa Simalungun yang berhasil dipertahankannya di Fakultas Sastra Unibersitas Indonesia Jakarta pada tanggal 5 Juni 1979).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untuk lebih jelasnya saya akan merangkumkannya sebagai berikut : Memang benar, bahwa pada zaman zending, anggapan umum selalu mengkaitkan etnis Simalungun berasal dari Samosir (Toba) dan bahasanya hanyalah dialek saja dari bahasa Batak Toba. Itulah sebabnya bahasa dan kebiasaan di Tapanuli diterapkan di Simalungun oleh para zendeling Jerman yang mahir dalam adat dan bahasa Batak Toba. Sejak ketibaan Injil di Simalungun, bahasa Batak Toba-lah yang menjadi bahasa Gereja dan Pendidikan di Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August Theis, Guillaume dan Meissel sebagai pionir zending Kristen di Simalungun bukanlah orang yang paham dan menguasai bahasa Simalungun. Mereka bersama pembantunya dari penginjil Batak Toba selalu berkomunikasi dalam bahasa Batak Toba dalam mengabarkan Injil. Dalam sejarah hanya Simon-lah yang pertama sekali menganjurkan pemakaian bahasa Simalungun dalam mengabarkan Injil kepada pembantu-pembantunya dari Toba dalam mengabarkan Injil di Bandar pada tahun 1905. Simon-lah orang Jerman pertama yang sadar akan perbedaaan yang sangat mencolok antara bahasa Batak Toba dengan Simalungun. Dan karena "kesalahan" inilah sehingga zending RMG "tidak sukses" mengkristenkan orang Simalungun. Barulah sejak Pdt. J. Wismar&lt;br /&gt;Saragih (oppung-nya Jan Wiserdo Saragih) menjadi "oposan" bagi zending RMG dan kaum Kristen Batak Toba dalam memperjuangkan harkat, martabat suku Simalungun, bahasa dan budaya Simalungun kembali pada tempatnya semula, menjadi tuan di rumahnya di Tanoh Simalungun. Sebagai seorang Simalungun yang bertahun-tahun tinggal di Tapanuli, beliau paham benar bahwa ada banyak kata-kata dalam bahasa Simalungun dan Batak Toba yang sama bunyinya tetapi berbeda artinya. Tidak saya cantumkan di sini karena akan terlalau panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya ini sudah ia daftarkan (ada 200 buah) dan dipublikasikan di Sinalsal No. 52/Juli/1935. Dan sejak didirikannya Comite Na Ra Marpodah 1928, pertumbuhan orang Simalungun yang menjadi Kristen berlipat ganda, itu disebabkan pemakaian adat, budaya dan bahasa Simalungun dalam proses penginjilan. Pangulu Balei Djaudin Saragih sebagai pejabat pemerintah sampai mengancam guru-guru Toba yang masih ngotot memakai bahasa Batak Toba akan mengadukannya ke Kerapatan Bolon Raja-raja Simalungun agar dihukum penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak itu makin surutlah pengaruh bahasa Toba di gereja-gereja Simalungun dan akhirnya hilang sama sekali. Nah itulah sebentuk perlawanan orang Simalungun tempo doeloe terhadap pandangan inferiornya orang Toba terhadap orang Simalungun sebagaimana dalam pandangan Sdr Napitupulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita kembali pada persoalan semula. Menurut ahli bahasa Dr Uli Kozok, bahasa Simalungun adalah bahasa tersendiri yang berdiri di antara bahasa-bahasa Batak (sebab tidak ada bahasa Batak yang tunggal secara ilmiah). Saya kutip selengkapnya : "Kelima suku Batak memiliki bahasa yang satu sama lain mempunyai banyak persamaan. Namun demikian, para ahli bahasa membedakan sedikitnya dua cabang bahasa-bahasa Batak yang perbedaannyabegitu besar, sehingga tidak memungkinkan adanya komunikasi antara kedua kelompok tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Angkola, Mandailing dan Toba membentuk rumpun selatan, sedangkan bahasa Karo dan Pakpak Dairi termasuk rumpun utara. Bahasa Simalungun sering digolongkan sebagai kelompok ketiga yang berdiri di antara rumpun utara dan rumpun selatan (demikian juga pandangan Dr. P. Voorhoeve), namun menurut ahli bahasa Adelaar (1981) secara historis bahasa Simalungun merupakan cabang dari rumpun selatan yang berpisah dari cabang Batak Selatan sebelum bahasa Batak Toba dan Angkola-Mandailing terbentuk.&lt;br /&gt;Nah untuk lebih jelasnya Sdr Napitupulu agar membaca buku Dr. Uli Kozok tersebut di hal. 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Pengaruh India/Sansekerta melalui Djawa-Hindu dan Pagaruyung pada suku bangsa Simalungun. Tideman, Tichelman dan Dr. P. Voorhoeve sebagai sarjana-sarjana Belanda mengakui bahwa suku Simalungun sangat dipengaruhi oleh India/Hinduisme. Pertama, sistem pemerintahan monarkinya Simalungun jelas merupakan adaptasi dari budaya India dengan "raj"nya yang menggolongkan masyarakat Simalungun dalam tiga kelas: partongah (high class), paruma (middle class) dan jabolon/hatoban (lowest class). Bandingkan&lt;br /&gt;dengan brahmana, vaisja dan sudra di India. Kedua, gual (kesenian asli) Simalungun yang sangat dekat dengan India, khususnya "inggou sarunei".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang seniman Simalungun, yang dapat memainkan gonrang dan sarunei Simalungun, saya merasakan kalau seni musik Simalungun asli ini punya punya nilai seni yang khas dan daya "magic" tinggi, dan saya lihat ada banyak persamaan iramanya dengan irama tradisional India dan juga Thailand (saya pernah bermain musik tradisional dengan rombongan mahasiswa dari Universitas Thaksin dari Chiang Mai). Ketiga, upacara penabalan dan pemakaman raja-raja Simalungun tempo doeloe (masih ada microfilimnya di Leiden), sangat dekat dengan upacara penabalan dan pemakaman di India dan jauh beda dengan Batak Toba. Upacaranya agung, khidmat dan penuh dengan nilai-nilai kesakralaan dan dengan protokoler yang rumit serta khas. Untuk ini ada baiknya memang saudara membaca karya Dr. Harry Parkin, Batak Fruit and Hindu Thought&lt;br /&gt;(Madras, 1978). Keempat, bahasa Simalungun, jelas dipengaruhi bahasa Sansekerta atau Pallawa (India Selatan), hanya pada etnis Simalungun ada akiran ei, ou, ah, dan huruf penutup g, d yang oleh Dr. P. Voorhoeve diterangkannya merupakan bahasa bona-bona dari satu bahasa purba (proto language), di Karo dan Toba, huruf penutup ini hilang, karena semakin menjauh dari bahasa induknya. Yang uniknya, seperti diterangkan Dr. P. Voorhoeve, ada kata yang sama dalam bahasa Simalungun tetapi apabila huruf penutup dan akhirannya berbeda, maka artinya juga sudah berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, "balog" artinya "perbatasan/boundaries", "balok" artinya, "kayu gelondongan"&lt;br /&gt;, "dokdok" artinya, "cabut" seperti dalam sebaris kalimat Pustaha Tuan Bandar Hanopan tentang cerita Kerajaan Silou, "dokdok ma urat ni padang silah on, anggo idokdok ho taridah ma jambulan ni panakboru puteri Ijou", "dokdog" artinya "bulir padi yang kosong/Toba: lapung", "pusog" artinya "pusar manusia", "pusok" artinya bisa "lang siat be/rapat" dan "berdukacita" , "parah" artinya "orang yang sakit", "para" artinya "tempat perkakas di dapur", "rub" artinya "bunyi kayu tumbang", "rup" artinya bersama-sama, "pak" artinya suara benda jatuh, "pag" artinya "berani". Di Simalungun ada terdapat bahasa tinggi mirip dengan bahasa Jawa Ngoko dan Jawa Inggil pada etnis Jawa. Menurut ahli bahasa Voorhoeve, bahasa ini hanya terdapat pada suku Simalungun dan sedikit pada suku Karo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebabkan struktur masyarakat Simalungun yang berpola "monarki feodalistis", zaman dahulu seluruh percakapan dengan raja punya pola tersendiri yang rumit jauh beda dengan bahasa "awam" Simalungun sekarang ini. Untuk berbicara dengan raja,&lt;br /&gt;sipembicara harus menyebut raja "tuhanta", permaisuri (puangbolon) dengan "lai" atau "lani". Saya kutip sepenggal kalimat dalam Pustaha Parpandanan Na Bolag, "Ou, amang umbei-umbei, pardja do lai ham?" Marsampang homai ma guru ondi, "Ou amang pardusun, ulang ihatahon ham au amang umbei-umbei, dong do lai goranku Guru Langgam Banua Holing, hunjai ni Si Lindung do anggo ahu, hun tanoh Batang Toru, jayu silopak ulu, dapot do hubahen mardaras mardorus bulungni torop salih menjadi begu." Di Simalungun dan Karo untuk menyapa orang yang lebih tua dengan kata "ham/kam", sedangkan untuk di bawah tingkatan/sederajat dengan kata "ho." Tetapi dibanding Karo, Simalungun masih punya "kekhususan". "Apabila ada orang tua melemparkan pertanyaan kepada kita (yang lebih rendah), pamali apabila dijawab dengan "alo" (Toba" "olo"), karena akan dianggap menghina, karenanya harus dijawab dengan "eak&lt;br /&gt;Atturang" atau "eak dahkam", demikian juga apabila menyebut lebih dari satu&lt;br /&gt;orang harus "nasiam" kepada yang lebih tua dan "hanima" atau "handian" kepada yang lebih muda/sederajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, bahasa prokem di Simalungun itu ada dan rumit, ini tidak ada di Toba. Mengenai keterkaitan Hinduisme dengan Simalungun saya kutip tulisan Arlin Diertrich (2003:18-19), "istilah "Jawa" ....mengacu ke Pulau Jawa atau ....be rkaitan dengan kata "Jau" dan dengan demikian mengacu pada "orang asing". Legenda sehubungan dengan&lt;br /&gt;berdirinya Kerajaan Tanoh Djawa ini mengisahkan seorang pangeran dari Djawa atau "Djawa Silepahipoen" (orang-orang Djawa bergigi putih". Nama yang terakhir ini mendorong Tideman untuk meyakini bahwa para penguasa Tanoh Djawa ada kemungkinan berasal dari Tanah Minangkabau atau campuran antara Jawa-Minangkabau." Selanjutnya dijelaskan Arlin lagi, "...peninggalan budaya di Simalungun seperti anisan (tiang kubur) dan bangunan suci tertutup yang zaman dahulu yang berfungsi sebagai kuil pemujaan (dahulu banyak terdapat di Dolog Sinumbah-Pardagangan, penelitian Martua Radja Siregar) membuktikan keberadaan unsur pengaruh Djawa Hindu. Unsur pengaruh Djawa-Hindu juga dijumpai dalam konsep pemerintahan raja dan istana yang jauh lebih&lt;br /&gt;berkembang di wilayah Simalungun dibandingkan dengan suku-suku Batak lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tidak mengherankan apabila Arlin menulis, "...seorang rekan warga India yang kebetulan berkunjung ke Sumatera Utara melontarkan pendapatnya bagaimana ia merasa seperti berada di kampung halamannya sendiri, karena banyaknya, "hal-hal yang berbau India" yang ia jumpai di daerah ini. Sebagai penutup, saya kutip tulisan Edwin M. Loeb dalam bukunya, Sumatra: Its History and People (1990:20), "The Bataks were influenced to a considerable extent by Hindu civilization. Direct Hindu influence is said by the natives themselves to have come from the east (Timur/Simalungun). The&lt;br /&gt;more important Hindu traits imported into the Batak country were wet rice culture, the horse ("batak"=penunggang kuda), the plow, the peculiar style of dwelling, chess, cotton and the spinning wheel, Hindu vocabulary, system of writing (dari aksara Pallawa-India Selatan) and religious ideas. Tulisnya lagi, "Of more practical importance was the influence exerted by the Hindus among the Timur (Simalungun) and Karo Bataks toward state formation. The Timur (Simalungun) district ruled by radjas and their families are the only large territorial units" (hal. 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;Menilik perjalanan sejarah suku bangsa Simalungun, nenek moyang suku bangsa Simalungun asli yang menurunkan marga Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba (Sansekerta: "Naga", "Ragih", "Manik" dan "Purba") jelas tidak benar berasal&lt;br /&gt;dari Toba Samosir melainkan dari keturunan sekelompok pengembara dari India&lt;br /&gt;Selatan (Nagore) yang mendirikan Kerajaan Nagur dinasti Damanik Nagur (500-1295) dan Siam (yang leluhurnya mendirikan Kerajaan Panei, Silou, Tanoh Djawa dan Siantar) yang masuk ke Simalungun via Aceh dan pantai Sumatera Timur. Pada abad ke-15 secara bertahap (bnd. teori sungsang) terjadi perpindahan antara masyarakat Simalungun ke Samosir (legenda sappar) dan menurunkan marga Sinaga, Manik, Purba dan Saragi (menurut sebutan orang Samosir) atau sebaliknya bermigrasi ke Simalungun dan memasuki marga raja-raja tersebut agar dapat memperoleh tanah di Simalungun. Jelasnya, di Simalungun ada dua keturunan nenek moyang, yaitu : Simalungun Tua (Proto&lt;br /&gt;Simalungun) dan Simalungun Muda (Deutro Simalungun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;Bahasa dan aksara Simalungun berawal dari bahasa tua (Sansekerta/Pallawa) di&lt;br /&gt;India Selatan yang bercampur dengan bahasa Melayu Tua. Sedangkan, aksara Simalungun (surat sapuluhsiah) berasal dari aksara Pallawa yang menurut penelitian Dr Uli Kozok bermula di Padang Lawas (Mandailing) dari sana ke Simalungun kemudian ke Toba dan Dairi dan berakhir di Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;Kebudayaan dan adat istiadat Simalungun asli banyak merupakan duplikasi adat dan budaya di India Selatan dan Siam yang pada abad ke XIII dan XIV akibat invasi Singosari dan Madjapahit budaya Jawa-Hindu turut menanamkan pangaruhnya. Pengaruh Melayu Islam dan Aceh masuk kemudian mulai abad XV dan XVIII dan budaya Eropa melalui zending RMG masuk pada permulaan abad XX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;Mengingat banyaknya unsur budaya dan keturunan yang masuk ke Simalungun, sehingga etnis Simalungun tercatat merupakan etnis yang terbuka dengan pendatang (sehingga etnis Simalungun hanya + 20 % saja dari penduduk Kabupaten Simalungun sekarang dan toleransinya tinggi, sepanjang kepentingan dan harkat martabatnya tidak diutak-atik. Sebab suku Simalungun hidup dalam Habonaron do Bona yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penutup&lt;br /&gt;Demikianlah tanggapan saya atas bantahan Sdr Gunawan Napitupulu seorang etnis Batak Toba; yang menurut saya cukup "berani" menjelaskan eksistensi suku bangsa Simalungun. Koentjaraningrat begawan antropolog itu menulis, "yang dapat menjelaskan persis ekesistensi suatu suku bangsa adalah suku bangsa itu sendiri, bukan orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Habonaron do Bona. Penulis adalah pendeta GKPS dan Pengurus Presidium Partuha Maujana Simalungun di Seksi Sejarah, tinggal di tepian Danau Toba (Tongging Taneh Karo Simalem).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116107510042279597?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116107510042279597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116107510042279597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/all-about-simalungun.html' title='All About Simalungun'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116088734855494743</id><published>2006-10-15T14:35:00.000+10:00</published><updated>2006-10-15T14:42:28.570+10:00</updated><title type='text'>Datuk Sahilan di Siantar</title><content type='html'>&lt;img src ="http://www.pbs.org/treasuresoftheworld/taj_mahal/images/taj_page_pix/humayun_tomb_arch.jpg" align= "left" border=3 width="250" height="300" HSPACE=5 &gt; September 03, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di peradaban Batak bukanlah sesuatu yang baru. Institusi ‘partungkoan’ bisa dikatakan sebuah media yang sudah dikenal sejak dahulu kala sebagai cara untuk meneruskan ilmu pengetahuan dan sarana pengembangan sosial bagi generasi muda berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali kedatangan Islam ke tanah Batak melalui, tanah Batak pesisir, Barus, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting saat itu. Melihat konstelasi politik di pesisir dan tanah Batak yang berubah-ubah disinyalir bahwa sistem pendidikan Islam di tanah Batak juga berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, ada dua aliran besar yang pernah memasuki tanah Batak. Pertama adalah kalangan Sunni dengan empat mazhabnya: Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi. Namun nampaknya pengaruh mazhab maliki tidak terlalu nampak dalam kedudayaan Islam di tanah Batak. Satu aliran lain adalah dari golongan syiah yang paling kuat menancapkan pengaruhnya di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan bahwa syiahlah yang pertama sekali membentuk sistem pendidikan keagaaman di tanah Batak melalui Barus, pantai barat sumatera dan porsea danm kota-kota Batak lainnnya yang dialiri sungai asahan, dimana sumber airnya berasasl dari danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan syiah tersebut, merupakan sistem tyang lazin dipakai di negeri-negeri Islam di tanah Arab saat itu. Perlu diketahui bahwa Universitas Al Azhar merupakan istitusi pendidikan tertua yang didirikan oleh kaum syiah. Salah satu sisa dari kejayaan syiah di tanah Batak adalah praktek tasawuf dan tarekat yang masih diamalkan oleh tetua Batak di pedalaman Batak. Sistem tarekat ini terkenal dengan sistem pembelajaran yang menggunakan kelambu. Pusat-pusat pengembangannya adalah di tanah Batak selatan, Barus dan lain sebagainya. Orang-orang dari tanah Batak utara biasanya akan pergi ke daerah-daerah tersebut untuk menimba ilmu dan mengamalkannya di kampung halaman masing-masing dengan istilah ‘mangaji’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari Hanafi dibawa oleh warga muslim Cina yang banyak datang berdagang di kawasan Batak Simalungun. Namun, sistem yang dibawa oleh kalangan Cina tersebut menyatu dengan sistem yang dibawa oleh orang-orang Persia, yang syiah sehingga sampai sekarang tidak terlalu terasa pengaruhnya. Sistem pendidikan hanafi menekankan kepada kemampuan analisa akal yang dibarengi oleh arguentasi-argumentasi dari kitab suci. Di pedalaman Batak, sistem ini ternyata sangat manjur karena kurangnya kesempatan mereka untuk kontak dengan ulama atau da’i yang tidak selalu datang untuk meng-upgrade atau memberi solusi atas masalah-masalah dan pengetahuan mereka ke desa-desa mereka yang terisolir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan hambali yang ditandai atas kepatuhan dan kejuhudan serta penghormatan terhadap tradisi nabi mulai diterapkan saat masuknya orang-orang Padri ke tanah Batak. Sementara itu sistem syafii, yang menekankan hukum-hukum fiqih, baru terasa belakangan saat hubungan antara penduduk Batak dengan dunia luar sudah sangat minim akibat penjajahan Belanda. Paska kemerdekaan, sistem syafii ini pula yang banyak diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sistem syafii adalah sistem pendidikan yang diterapkan oleh kalangan muslim yang bermazhab syafii di seluruh dunia. Begitu juga dengan sistem lainnya. Kalangan syafii, khusunya di Indonesia, menekankan pembelajaran kepada tokoh dan individu yang dianggap mahir dalam ilmu fiqih. Sehingga masalah dan ilmu pengetahuan apapunm yang akan mereka hadapi akan didasarkan kepada paradigma berpikir fiqhiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan hambali lebih menekankan jalur hadits dan al-Quran, sedangkan kalangan hanafi lebih menekankan kemampuan filosofi dan ilmu kalam. Sementara itu kalangan syiah, sebagai sistem pendidikan yang paling tua di tanah Batak lebih menekankan kepada kemampuan memahami fenomena dunia melalui tarekat dan suluk. Agama parmalim di tanah Batak diyakini merupakan sistem kepercayaan tradisional Batak yang banyak dipengaruhi oleh cara berpikir tarekat dan suluk yang banyak berkembang di Barus pada awal-awal masuknya Islam. Istilah malim sendiri, yang berarti seorang yang dianggap parmalim, sama-sama dipakai oleh kalangan Islam dan Parmalim paska pengkristalan kepercayaan ini menjadi sebuah agama, juga berarti seorang yang alim dan dekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, semua sistem pendidikan tersebut, bisa saja memakai cara yang sama ketika berhadapan dengan masalah-masalah sehari-hari. Misalnya semua sistem terbut akan menggunakan ilmu hisab, ilmu hayat dan al jabar serta ilmu-ilmu lainnya untuk menangani hal-hal yang dianggap masalah duniawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah angka tahun pendidikan Islam di tanah Batak. Yang meliputi tanah Batak pedalaman yang sering disebut pusat tanah Batak atau Batak utara, Barus, Mandailing, Angkola atau Batak selatan, Gayo, Simalungun, Karo dan kawasan Batak di sekitar sungai Asahan sampai ke hilir sungainya di sumatera bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;633-661 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir pemerintahan Khulafa’ Al Rasyidin telah menjalin hubungan dengan beberapa kerajaan di Sumatera, termasuk Batak. Tapi hubungan itu masih sekedar hubungan antar negara dalam sebuah upaya untuk menjalin hubungan kerjasama ekonomi. Kapur barus, emas, merica dan rempah-rempah lainnya. Sumatera dikenal dengan istilah Zabag. Beberapa catatan mengenai kedatangan utusan dan pelaut muslim ke Barus dan pelabuhan sumatera lainnya yang dikuasasi Sriwijaya pernah didokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;661-750&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaut-pelaut Arab yang Islam mulai berdatangan secara intens di masa pemerintahan Dinasti Umayyah. Kedatangan mereka untu misi dagang tersebut telah membentuk kantong-kantong muslim di tanah Batak, khususnya Barus, yang tentunya terjadinya transfer ilmu pengetahuan kepada penduduk setempat melalui medium non-formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;718-726&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berkembang pesat di tanah Barus. Di lain pihak Islam berkembang di Sumatera masuknya beberapa raja Sriwijaya kepada Islam. Diantaranya Sri Indra Warman di Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;730&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang Arab di pesisir Sumatera mendapat persaingan dari pedagang Cina yang sangat aktif menyebarkan agama buddha mahayana. Kerajaan-kerajaan buddha dengan Sriwijaya-nya menjadi kekuatan yang sangat kuat menguasai sebagian besar pelabuhan-pelabuhan penting di Nusantara. Diyakini orang-orang Sriwijaya ini juga berhasil memasukkan ajaran Buddha ke komunitas Batak khusunya yang di Mandailing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;851&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang Arab berhasil mendokumentasikan kedatangannya di kota Barus. Laporan Sulaiman itu pada tahun 851 M membicarakan tentang penambangan emas dan perkebunan barus (kamper) di Barus (Ferrand 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir bahwa para pendatang asing seperti Romawi, Yunani, Arab, Cina, India, Persia dan dari kepulauan Indonesia lainnya telah membangun kantong-kantong pemukiman yang lengkap dengan prasarana pendukungnya di Barus. Penambangan emas dan perkebunan kamper tersebut merupakan contoh bahwa kedua komoditas ini telah diolah secara modern dan bukan didapat secara tradisional di hutan-hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini ahli sejarah menemukan bukti-bukti arkeologis yang memperkuat dugaan bahwa sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang awal di Sumatera seperti Peurlak dan Samudera Pasai, yaitu sekitar abad-9 dan 10, di Barus telah terdapat kelompok-kelompok masyarakat Muslim dengan kehidupan yang cukup mapan (Dada Meuraxa dalam Ali Hasymi, Sejarah Masuk dan Perkembangan Islam di Indonesia, bandung PT Al Ma'arif 1987). Kehidupan yang mapan itu pula memungkinkan mereka untuk hidup secara permanen di kawasan ini yang sudah pasti didukung oleh sarana pengembangan ilmu pengetahuan agar mereka tidak tertinggal dengan pesaing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelabuhan yang sangat masyhur, Barus menjadi tujuan pendidikan tertua bagi masyarakat Batak. Hal ini dikarenakan bahwa Barus merupakan wilayah Batak yang paling mudah dicapai oleh orang-orang Batak dari pedalaman yang ingin menimba ilmu. Jalan-jalan menuju Barus telah dirintis rapi oleh pedagang-pedagang Batak yang ingin menjual kemenyan dan membeli produk jadi dari Barus. Sampai era tahun 1980-an, madrasah-madrasah tradisional Barus masih menjadi primadona tujuan pendidikan di tanah Batak sebelum akhirnya digantikan oleh Mandailing dengan pesantren-pesantrennya yang sudah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya gelombang pedagang dan saudagar ke Barus mengakibatkan penduduk lokal Batak di lokasi tersebut; Singkil, Fansur, Barus, Sorkam, Teluk Sibolga, Sing Kwang dan Natal memeluk Islam setelah sebelumnya beberapa elemen sudah menganutnya. Walaupun begitu, mayoritas masyarakat Batak di sentral Batak masih menganut agama asli Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Marga Tanjung di Fansur, marga Pohan di Barus, Batu Bara di Sorkam kiri, Pasaribu di Sorkam Kanan, Hutagalung di Teluk Sibolga, Daulay di Sing Kwang merupakan komunitas Islam pertama yang menjalankan Islam dengan kaffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;900&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rustih kurang lebih pada tahun 900 M menyebut Fansur, nama kota di Barus, sebagai negeri yang paling masyhur di kepulauan Nusantara (Ferrand 79). Sementara itu tahun 902, Ibn Faqih melaporkan bahwa Barus merupakan pelabuhan terpenting di pantai barat Sumatera (Krom 204).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdagang, para saudagar-saudagar Batak, marga Hutagalung, Pasaribu, Pohan dan Daulay biasanya akan memberikan ceramah dan majlis pendidikan kepada penduduk Batak pedalaman. Tradisi ini masih berlangsung sampai era 1980-an di negeri Rambe, Sijungkang dan lain sebagainya. Di daerah Bakkara, komunitas yang aktif dalam pendidikan Islam adalah kalangan Marpaung sejak abad-15. Pembelajaran secara cuma-cuma dan gratis ini bisa diartikan sebagai taktik dagang untuk mendekatkan mereka dengan penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;976-1168&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham syiah mulai datang ke daerah Barus. Hal itu karena ekspansi perdagangan Dinasti Fatimiyah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1128-1204&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Barus, dan beberapa daerah Batak lainnya seperti Gayo pernah direbut oleh Kesultanan Daya Pasai, dengan rajanya Kafrawi Al Kamil. Ekspanasi ini terlaksana dengan motif monopoli perekonomian. Sistem pendidikan yang lebih sitematis dari kalangan syiah menjadi marak di Barus dan daerah Batak lainnya. Kalangan intelektual Batak mulai unjuk gigi. Khususnya mereka kawin campuran dengan pedagang asing dari Arab, India dan Persia. Namun penguasaan pihak Aceh tersebut berlangsung hanya sementara. Di Barus kepemimpinan Dinasti Pardosi yang menjadi penguasa tunggal menjadi kesultanan Batak muslim yang sangat kuat. Kesultanan ini mempunyai aliansi yang kuat dengan Aceh, khusunya Singkel dan Meulaboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Batak Hatorusan yang menjadi penguasa di Barus dan pesisir Sumatera bagian barat sejak abad sebelum masehi tidak tampak hegemoninya. Disinyalir keturunannya menjadi raja-raja huta di Sorkam dengan penduduknya yang bermarga Pasaribu. Pada abad ke-16, Kerajaan Hatorusan ini muncul kembali dengan naiknya Sultan Ibrahimsyah Pasaribu menjadi Sultan Barus Hilir. Dinasti Pardosi kemudian dikenal sebagai Sultan Barus Hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan politik antar mereka membuat kedua kesultanan ini sering berpecah. Sultan di Hulu lebih dekat kepada Aceh dan yang di Hilir lebih dekat kepada Minang. Minang dan Aceh sendiri merupakan dua kekuatan yang saling berkompetisi dalam memperebutkan pengaruh di Barus. Baik pada saat mereka Islam maupun Buddha dan Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan intelektual Arab mulai berdatangan ke Barus. Ekspor kapur barus meningkat tajam seiring dengan meningkatnya permintaan. Barus menjadi rebutan banyak kekuatan asing dan lokal. Pada permulaan abad ke-12, seorang ahli geografi Arab, Idrisi, memberitakan mengenai ekport kapur di Sumatera (Marschall 1968:72). Kapur bahasa latinnya adalah camphora produk dari sebuah pohon yang bernama latin dryobalanops aromatica gaertn. Orang Batak yang menjadi produsen kapur menyebutnya hapur atau todung atau haboruan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa istilah asing mengenai Sumatera adalah al-Kafur al-Fansuri dengan istilah latin Canfora di Fanfur atau Hapur Barus dalam bahasa Batak dikenal sebagai produk terbaik di dunia (Drakard 1990:4) dan produk lain adalah Benzoin dengan bahasa latinnya Styrax benzoin. Semua ini adalah produk-produk di Sumatera Barat Laut dimana penduduk aselinya dalah orang-orang Pakpak dan Toba (Associate Prof. Dr Helmut Lukas, Bangkok 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1275-1292&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Hindu Jawa mulai unjuk gigi dengan Ekspedisi Pamalayu kerajaan Singosari. Beberapa daerah Batak dijadikan menjadi kerajaan Hindu, khususnya yang di Simalungun. Pihak Hindu Jawa yang menggantikan kekuatan Buddha mengancam perdagangan saudagar-saudagar muslim yang didukung oleh Kesultanan Daya Pasai dengan beberapa sekutunya seperti Kesultanan Samudera Pasai, Kesultanan Kuntu Kampar, Aru Barumun, Bandar Kalipah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1285-1522&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Samudera Pasai mulai tampak kepermukaan dengan raja pertamanya Sultan Malik Al Shaleh, seorang putera Batak Gayo, bekas prajurit Kesultanan Daya Pasai. Samudera Pasai berdiri di atas puing-puing kerajaan Nagur di sungai Pasai, yang dirobohkan oleh orang Batak Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, kesultanan ini telah memakai paham syafii yang menjadi kompetitor terhadap syiah yang sudah lama menancapkan kekuatan politik dan budayanya kepada masyarakat Indonesia. Sistem pendidikan ala syafii mulai masuk ke tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Samudera Pasai sekarang ini dikenal sebagai kesultanan Aceh karena secara geografis memang terletak di tanah Aceh. Namun sebagai sebuah kesultanan yang dibangun oleh maha putera Batak Gayo dari Nagur, posisinya tidak dapat dihilangkan dalam percaturan sistem budaya dan pendidikan di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Sultan Malik Al Shaleh, yakni Syarif Hidayat Fatahillah merupakan tokoh yang mendirikan kota Jakarta dan menjadi Sultan Banten (Emeritus) dan ikut serta mendirikan Kesultanan Cirebon. Dia, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, adalah tokoh yang berhasil menyelamatkan penduduk pribumi dari amukan bangsa Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Malik Al Shaleh sendiri lahir di Nagur, di tanah Batak Gayo. Dia adalah mantan prajurit Kesultanan Daya Pasai. Sebuah kerajaan yang berdiri di sisa-sisa kerajaan Nagur atau tanah Nagur. Nama lahirnya adalah Marah Silu. Marah berasal dari kata Meurah yang artinya ketua. Sedangkan Silu adalah marga Batak Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggalannya (1285-1296) dia digantikan oleh anaknya Sultan Malik Al Tahir (1296-1327). Putranya yang lain Malik Al Mansyur pada tahun 1295 berkuasa di barumun dan mendirikan Kesultanan Aru Barumun pada tahun 1299.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik Al Mansyur sangat berbeda keyakinannya dengan keluarganya yang sunni. Dia adalah penganut taat syiah yang kemudian menjadikan kesultanannya sebagai daerah syiah. Dengan demikian dia dapat dijadikan sebagai tokoh Batak Syiah (Gayo). Semua ini dikarenakan karena dia menikah dengan putri Nur Alam Kumala Sari binti Sultan Muhammad Al Kamil, pemimpin di Kesultanan Muar Malaya yang syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Kesultanan Aru Barumun terletak di sekitar area sungai Barumun yang menjadi titik penting perdagangan antara Padanglawas sampai Sungai Kampar. Penghasilan negara didapat dari ekspor dan impor merica dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Aru barumun berhubungan baik dengan pihak Cina pada era Dinasti Ming (1368-1643). Pada periode 1405-1425 beberapa utusan dari Cina pernah singgah, di antaranya Laksamana Ceng Ho dan Laksamana Haji Kung Wu Ping. Di era ini paham Hanafi ikut serta dalam memperkaya khazanah sistem pendidikan di tanah Batak, karena para utusan dari Cina yang muslim tersebut menganut faham hanafi dalam praktek sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Batak Gayo di Kesultanan Barumun adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Malik Al Mansyur (1299-1322)&lt;br /&gt;2. Sultan Hassan Al Gafur (1322-1336)&lt;br /&gt;3. Sultan Firman Al Karim (1336-1361), pada era nya banyak bertikai dengan kekuatan imperialis Jawa Majapahit. Di bawah panglima Laksamana Hang Tuah dan Hang Lekir, pasukan marinir Aru Barumun berkali-kali membendung kekuatan Hindu Majapahit dari Jawa.&lt;br /&gt;4. Sultan Sadik Al Quds (1361). Wafat akibat serangan jantung.&lt;br /&gt;5. Sultan Alwi Al Musawwir (1361-1379)&lt;br /&gt;6. Sultan Ridwan Al Hafidz (1379-1407). Banyak melakukan hubungan diplomatik dengan pihak Cina&lt;br /&gt;7. Sultan Hussin Dzul Arsa yang bergelar Sultan Haji. Pada tahun 1409 dia ikut dalam rombongan kapal induk Laksamana Cengho mengunjungi Mekkah dan Peking di zaman Yung Lo. Dia terkenal dalam annals dari Cina pada era Dinasti Ming dengan nama “Adji Alasa” (A Dji A La Sa). Orang Batak yang paling dikenal di Cina.&lt;br /&gt;8. Sultan Djafar Al Baki (1428-1459). Meninggal dalam pergulatan dengan seekor Harimau.&lt;br /&gt;9. Sultan Hamid Al Muktadir (1459-1462), gugur dalam sebuah pandemi.&lt;br /&gt;10. Sultan Zulkifli Al Majid. Lahir cacat; kebutaan dan pendengaran. Pada tahun 1469, kesultanan Aru Barumun diserang oleh kesultanan Malakka, atas perintah Sultan Mansyur Syah yang memerintah antara tahun 1441-1476. Kota pelabuhan Labuhanbilik dibumihanguskan dan Angkatan Laut Kesultanan Aru Barumun dimusnahkan.&lt;br /&gt;11. Sultan Karim Al Mukji (1471-1489)&lt;br /&gt;12. Sultan Muhammad Al Wahid (1489-1512). Gugur dalam pertempuran melawan bajak laut Portugis.&lt;br /&gt;13. Sultan Ibrahim Al Jalil (1512-1523) ditawan dan diperalat oleh Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota dinasti di atas adalah bersuku Batak Gayo. Saat menurunnya kekuasaan Kesultan Aru, maka pihak Aceh mulai menancapka hegemoninya di Aru Barumun. Pihak Aceh berkompetisi dengan para bajak laut Eropa di kekosongan kekuatan politik di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1802-1816, di bawah pimpinan Fachruddin Harahap, seorang Batak Mandailing, dengan gelar Baginda Soripada, penduduk khususnya dari Gunung Tua merebut bagian hulu dari bekas Kesultanan Aru Barumun. Semua lambang kerajaan disita termasuk cap dan simbol-simbol lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1331-1364&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Majapahit. Hegemoni kekuatan Imperialisme Hindu Jawa di Nusantara, tak terkecuali tanah Batak. Perkembangan pendidikan di tanah Batak sedikit tidak mengalami penambahan yang signifikan. Kekuatan penduduk yang menjadi militer di tanah Batak sibuk membendung kekuatan Majapahit dengan bantuan pihak Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Mula Setia dan Samudera Pasai berhasil mengusir kekuatan Majapahit dari Sumatera bagian Utara. Pada tahun 1409, tentara Majapahit dimusnahkan oleh kekuatan tentara Pagarruyung di Minang, Sumatera Barat. Kekuatan Majapahit melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan para intelektual Arab dan asing kembali terjadi di beberapa kota pelabuhan di Sumatera. Tidak terkecuali Barus. Pada abad-13 Ibnu Said membicarakan peranan Barus sebagai pelabuhan dagang utama untuk wilayah Sumatera (Ferrand 112). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1450-1515&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samudera Pasai menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sosial mazhab syafii yang bersaing melawan pusat-pusat pendidikan dan sosial syiah yang banyak bertebaran di beberapa tempat di Sumatera termasuk tanah batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1451&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi pedagang dari Malaka yang menjadi sekutu Samudera Pasai berhasil menjalin kerjasama ekonomi dengan para saudagar Batak di sepanjang sungai Asahan. Tokoh seperti Datuk Sahilan menjadi inspirator bagi saudagar Batak untuk masuk agama Islam (Syafii). Di pedalaman Batak pada tahun 1450-1500 M, Islam menjadi agama resmi orang-orang Batak Toba, khususnya dari kelompok marga Marpaung yang bermukim di aliran sungai Asahan. Demikian juga halnya dengan Batak Simalungun yang bermukim di Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Bangun Purba dan Sungai Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tahun 1450-1818 M, kelompok marga Marpaung menjadi supplaier utama komoditas garam ke Tanah Batak di pantai timur. Mesjid pribumi pertama didirikan oleh penduduk setempat di pedalaman Tanah Batak; Porsea, lebih kurang 400 tahun sebelum mesjid pertama berdiri di Mandailing. Menyusul setelah itu didirikan juga mesjid di sepanjang sungai Asahan antara Porsea dan Tanjung Balai. Setiap beberapa kilometer sebagai tempat persinggahan bagi musafir-musafir Batak yang ingin menunaikan sholat. Mesjid-mesjid itu berkembang, selain sebagai termpat ibadah, juga menjadi tempat transaksi komoditas perdagangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi pedagang muslim marga Hutagalung dalam bidang ekonomi di Tanah Batak terjadi antara 1513-1818 M. Komunitas Hutagalung dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan dan Pahae. Marga Hutagalung di Silindung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung. Marga Hutagalung menjadi komunitas Islam syiah di pedalaman Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad 15-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barus dengan kepemimpinan Dinasti Pardosi yang menjadi Sultan Hulu dan Dinasti Pasaribu yang menjadi Sultan Hilir Barus, membangun sistem pendidikan yang modern di Barus. Zaman kejayaan pendidikan Islam muncul di era ini. Beberapa tokoh intelektual lokal bermunculan. Barus menjadi kota tujuan utama musafir asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan abad-16, Tome Pires-seorang pengembara Portugis- yang terkenal dan mencatat di dalam bukunya "Suma Oriental" bahwa Barus merupakan sebuah kerajaan kecil yang merdeka, makmur dan ramai didatangi para pedaganga asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan bahwa di antara komoditas penting yang dijual dalam jumlah besar di Barus ialah emas, sutera, benzoin, kapur barus, kayu gaharu, madu, kayu manis dan aneka rempah-rempah (Armando Cartesao, The Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Rodrigues, Nideln-Liechtenstein: Kraus Reprint Ltd,.1967; hal. 161-162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Arab terkenal Sulaiman al-Muhri juga mengunjungi Barus pada awal abad ke-16 dan menulis di dalam bukunya al-Umdat al-Muhriya fi Dabt al-Ulum al-Najamiyah (1511) bahwa Barus merupakan tujuan utama pelayaran orang-orang Arab, Persia dann India. Barus, tulis al-Muhri lagi, adalah sebuah pelabuhan yang sangat terkemuka di pantai Barat Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan abad ke-16 seorang ahli sejarah Turki bernama Sidi Ali Syalabi juga berkunjung ke Barus, dan melaporkan bahwa Barus merupakan kota pelabuhan yang penting dan ramai di Sumatera. (Lihat. L.F. Brakel, Hamza Pansuri, JMBRAS vol. 52, 1979).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah misi dagang Portugis mengunjungi Barus pada akhir abad ke-16, dan di dalam laporannya menyatakan bahwa di kerajaan Barus, benzoin putih yang bermutu tinggi didapatkan dalam jumlah yang besar. Begitu juga kamfer yang penting bagi orang-orang Islam, kayu cendana dan gaharu, asam kawak, jahe, cassia, kayu manis, timah, pensil hitam, serta sulfur yang dibawa ke Kairo oleh pedagang-pedagang Turki dan Arab. Emas juga didapatkan di situ dan biasanya dibawa ke Mekkah oleh para pedagang dari Minangkabau, Siak, Indragiri, Jambi, Kanpur, Pidie dan Lampung. (Lihat B.N. Teensma, "An Unkown Potugese Text on Sumatera from 1582", BKI, dell 145, 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair Hamzah Fansuri menggambarkan keindahan kota Barus saat itu. Keramaian dan kesibukan kota pelabuhan dengan pasar-pasar dan pandai emasnya yang cekatan mengubah emas menjadi "ashrafi", kapal-kapal dagang besar yang datang dan pergi dari dan ke negeri-negeri jauh, para penjual lemang tapai di pasar-pasar, proses pembuatan kamfer dari kayu barus dan keramaian pembelinya, lelaki-lelaki yang memakai sarung dan membawa obor yang telah dihiasi dalam kotak-kotak tempurung bila berjalan malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis-gadis dengan baju kurung yang anggun dan di leher mereka bergantung kalung emas penuh untaian permata, yang bila usia nikah hampir tiba akan dipingit di rumah-rumah anjung yang pintu-pintunya dihiasi berbagai ukiran yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain syair-syairnya juga memperlihatkan kekecewaanya terhadap perilaku politik sultan Aceh, para bangsawan dan orang-orang kaya yang tamak dan zalim. (Mengenai kesusateraan Hamzah Fansuri lihat S.N. al-Attas, The Origin of Malays Sha'ir, Kulala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1968. Juga baca V.I. Braginsky, Tasawuf dan Sastra Melayu, Jakarta: RUL,. 1993, khususnya esai "Sekali Lagi Tentang Asal-usul Sya'ir"; hal 63-76.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah Fansuri yang hidup di masa perebutan kekuatan maritim antara Aceh dan Minang mendapat pengaruh besar di kalangan intelektual Aceh. Van Nieuwenhuijze (1945) dan Voerhoeve (1952) berpendapat bahwa Hamzah Fansuri memainkan peran penting di dalam kehidupan kerohanian di Aceh sampai akhir pemerintahan Sultan Ala'uddin Ri'ayat Syah Sayyid al-Mukammil (1590-1604). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu muridnya Syamsuddin al-Sumatrani naik peranannya baru pada zaman Sultan Iskandar Muda saat dia bermigrasi ke Aceh. Diyakini dalam mundurnya pamor Barus, banyak sarjana-sarjana Batak yang pindah ke Aceh, Kutaraja, karena kehadiran mereka disana sangat disegani. Mengenai Syamsuddin sebaiknya baca C.A.O. Niewenhujze, Syamsu'l Din van Pasai, Bijdrage tot de Kennis der Sumatranche Mystiek, disertasi Universitas Leiden, 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pemikiran filsafat Wujudiyah Hamzah Fansuri mendapat tantangan dari ulama Aceh. Ahmad Daudy di dalam bukunya Allah dan Manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin Ar-Raniry, Jakarta; CV Rajawaki Press, 1983; hal. 41, antara lain menulis, "Selain sebagai mufti, Syeikh Nuruddin juga seorang penulis yang menyanggah Wujudiyah. Seringkali ia mengadakan perdebatan dengan penganut ajaran ini, dan kadang-kadang majelis diskusi diakadakan di istana dimana sultan sendiri menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perdebatan itu Syeikh Nuruddin berkali-kali memperlihatkan adanya kelemahan dan penyimpangan dalam ajaran Wujudiyah...., serta meminta agar mereka ini bertobat... tetapi himbauannya tidak dihiraukan mereka, dan akhirnya mereka dihukum kafir yang boleh dibunuh, sedangkan kitab-kitab karangan Hamzah dan Syamsuddin dikumpulkan dan kemudian dibakar di halaman mesjid raya Baiturrahman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang peristiwa pembakaran kitab karangan penulis Wujudiyah, dan hukum bunuh terhadap pengikut-pengikut Hamzah Fansuri dan Syamsuddin, Lihat buku Nuruddin al-Raniry, Bustan al-Salatin edisi T. Iskandar, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1966: hal. 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan itu diterima Hamzah Fansuri, karena kritik-kritik tajamnya terhadap pemerintahan monolitik Sultan Aceh, perilaku buruk orang-orang kaya dan praktik yoga (dari Hindu India) yang diamalkan ahli-ahli tarekat di Aceh pada awal abad ke-17, baca S.N. al-Attas The Mysticism of Hamzah Fansuri, Kuala Lumpur: Universiti malaya Press, 1970; hal. 16-17. juga baca L.F. Brakel, 'Hamzah Pansuri'; V.I. Braginsky "Puisi Sufi Perintis Jalan" (Analisis Syair-syair Hamzah Fansuri tentang Kekasih, Anggur dan Laut") ceramah di Sudut Penulis, Dewan Bahasa dan Pusataka, Kuala Lumpur, 27-28 Oktober 1992; juga Abdul Hadi W.M. 'Syeikh Hamzah Fansuri 'Ulumul Qur'an, No. 2, Vol. V, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pertentangan politik antara Barus dan Aceh, berakibat pula kepada pertentangan faham keyakinan. Intelektual Barus yang banyak condong ke paham syiah dibasmi oleh kekuatan Aceh sehingga menyebabkan kemunduran atas kemajuan pendidikan di Barus. Dikatakan bahwa orang-orang yang mendukung faham Fansur bahkan harus hidup dalam persembunyian untuk menyelamatkan jiwa mereka. Kuburan-kuburan tokoh yang sepaham dengannya sengaja tidak ditandai batu nisannya agar keberadaan mereka tidak terdeteksi oleh pihak Aceh yang penduduknya banyak berdagang di Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sarjana Batak yang berpaham syiah mengalami kendala dalam melanjutkan sistem pendidikan di Barus yang sudah sangat modern saat itu. Praktis pendidikan di Barus dan wilayah-wilayah Batak lainnya mengalami kepunahan. Di tanah Batak sendiri hanya Parmalim yang terus eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1497-1513&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Manang Sukka, oranga Batak Karo, mendirikan Kesultanan Haru Delitua dengan nama Sultan Makmun Al Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1697&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Islam Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat, menjadi pusat pengembangan Islam syiah dengan tokoh Syekh Burhanuddin. Pengaruh universitas ini sampai ke tanah Natal, Singkuang, teluk Sibolga dan Barus. Sumatera Barat menjadi tujuan mencari ilmu pengetahuan bagi orang-orang Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1804-1807&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi sistem pendidikan berbasis syiah yang sedikit dicampur dengan faham syafii dan hanafi mendapat kompetisi dari mazhab hambali yang muncul di Sumatera Barat dengan gerakan padrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1873&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mesjid di Tarutung, Silindung, dirombak oleh Belanda. Haji-haji dan orang-orang Islam, kebanyakan, dari marga Hutagalung, diusir dari tanah leluhur dan pusaka mereka di Lembah Silindung. Belanda melakukan pembersihan etnis, terhadap muslim Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1912&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Islam, yang tidak diperbolehkan Belanda untuk mengecap pendidikan, walau paska kebijakan balas budi, kemudian bangkit mendirikan Perguruan Mustofawiyah. Disinyalir sebagai sekolah pribumi pertama di tanah Batak yang sudah modern dan sistematis. Peran mazhab syafii mulai terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Mustofa Husein Purba Baru, dari marga Nasution, merupakan penggagas perguruan ini. Dia, yang dikenal sebagai Tuan Guru, merupakan murid dari Syeikh Muhammad Abduh, seorang reformis dan rektor Universitas Al Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan perguruan Musthofawiyah ini kemudian menyebar dan mendirikan perguruan-perguruan lain di berbagai daerah di Tanah Batak. Di Humbang Hasundutan di tanah Toba, alumnusnya yang dari Toba Isumbaon mendirikan Perguruan Al Kaustar Al Akbar pada tahun 1990-an setelah mendirikan perguruan lain di Medan tahun 1987. Daerah Tatea Bulan di Batak Selatan merupakan pusat pengembangan Islam di Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan modern diterapkan di tanah Batak. Banyak madrasah dan tempat pengajian tradisional diubah menjadi tsanawiyah dan aliyah dibawah departemen agama. Negatifnya adalah, institusi pendidikan di tanah Batak menjadi kerdil. Institusi yang bermutu yang lulusannya bisa ditandingkan dengan lulusan universitas modern akhirnya hanya diakui sebagai lulusan madrasah aliyah yang pengakuannya sangat minimal di tengah-tengah masyarakat. Banyak desa-desa di tanah Batak (khususnya yang utara) ditinggalkan oleh penduduknya yang muslim karena ketiadaan regenerasi kalangan pendidik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116088734855494743?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088734855494743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088734855494743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/datuk-sahilan-di-siantar.html' title='Datuk Sahilan di Siantar'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116088654252534983</id><published>2006-10-15T14:28:00.000+10:00</published><updated>2006-10-15T14:34:48.890+10:00</updated><title type='text'>Jangan Rusak Simalungun!</title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="250" height="200" HSPACE=5 &gt;Jangan Rusak Suasana Kondusif di Simalungun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunday, 18-September-2005, 12:30:47 163 klik   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketua LVRI Simalungun Letkol (Purn) W Damanik berharap, agar semua pihak bisa bersikap dewasa serta tidak merusak suasana kondusif yang sudah terbangun di Simalungun. Pelaksanaan pemilihan yang baru berlangsung tersebut menurutnya, sangat patut diacungi jempol, mengingat tingginya animo masyarakat serta bagusnya hasil yang diperoleh &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketua LVRI Simalungun Letkol (Purn) W Damanik berharap, agar semua pihak bisa bersikap dewasa serta tidak merusak suasana kondusif yang sudah terbangun di Simalungun. Pelaksanaan pemilihan yang baru berlangsung tersebut menurutnya, sangat patut diacungi jempol, mengingat tingginya animo masyarakat serta bagusnya hasil yang diperoleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hal di atas, W Damanik melihat bahwa kemenangan Zulkarnain Damanik-Pardamean Siregar terjadi karena masyarakat sudah sangat mengerti apa yang terjadi di Simalungun selama ini. Masyarakat awam sudah bisa membanding-bandingkan tingkat perkembangan pembangunan sesuai dengan alokasi dana yang tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika belum otonom di bawah kepemimpinan Djabanten Damanik, dana APBD hanya Rp 120 miliar, dimana Rp 90 miliar di antaranya sudah habis untuk belanja pegawai tinggal Rp 30 miliar untuk pembangunan. Sesudah periode Djabanten, ternyata masyarakat melihat, lima tahun terakhir ini tidak ada perkembangan menyolok dengan sebelum-sebelumnya. Wajar saja kalau masyarakat akhirnya menginginkan perubahan dan pembauran,” papar mantan tentara yang pernah “turun” ke Timor Timur itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan itu semua hanya ada pada pasangan Drs HT Zulkarnain Damanik MM–Pardamean Siregar SP yang akhirnyamemenangkan Pilkada Simalungun dengan mutlak,” sambungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kesederhanaan pasangan Zulkarnain Damanik–Pardamean Siregar juga menjadi faktor penting kemenangan tersebut. Kata W Damanik, kalau hanya mau bicara dana, dirinya tidak akan mau ikut mendukung pasangan nomor 4 tersebut sampai turun ke desa-desa maupun nagori-nagori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi saya dan kawan-kawan yang lain melihat kebenaran dalam pasangan ini, sehingga meski dengan dana minim, tetap bersemangat untuk berjuang. Kita lihat saja kampanye Zulkarnain–Pardamean yang sederhana dan tidak jor-joran. Tapi massa tetap datang meski tahu di sana tidak akan ada makan-makan enak atau pembagian uang,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal mengapa dia mau mendukung Zulkarnain–Pardamean meski tidak mendapatkan apa-apa dikatakannya hanya pasangan inilah yang lebih mau menghormati veteran dari seluruh calon yang ikut pilkada. Yang lain tidak punya perhatian sama sekali, bahkan permintaan audiensi LVRI ke Pemkab Simalungun tak kunjung dikabulkan sampai masa pemerintahan periode sekarang bakal berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tidak salah dengan pilihan ini. Zulkarnain–Pardamean akan berhasil membawa Simalungun menjadi sebuah daerah yang maju,” tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah berhasil melaksanakan tahapan-tahapan Pilkada Simalungun dengan baik, menurut sumber di KPUD Selasa (20/9), KPUD Simalungun akan pleno untuk membuat penetapan hasil penghitungan suara, sekaligus mengumumkannya pada hari itu juga. Sebenarnya pleno rencananya dilaksanakan 17 September kemarin, namun karena sesuatu hal, lantas diundurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, berdasarkan data-data yang dihimpun khususnya dari Kantor Panwas Pilkada Simalungun, perolehan suara Zulkarnain–Pardamean mendominasi hasil pemilihan setelah “mendulang” 151.144 suara. Disusul dengan selisih mencapai 40 ribuan oleh pasangan Hugo–Iskandar 106.537, lalu Rajisten–Ponidi 84.971, dan pasangan Yan Santoso –Fatimah 40.512 suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pengamat, dengan total 383.164 partisipan (di atas 80%) maka pelaksanaan Pilkada Simalungun termasuk salah satu yang paling berhasil di Indonesia. Rata-rata partisipan pelaksanaan pilkada di daerah-daerah lain hanya sekisaran 70%, bahkan di kota-kota besar seperti Medan tidak sampai 60%.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116088654252534983?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088654252534983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088654252534983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/jangan-rusak-simalungun.html' title='Jangan Rusak Simalungun!'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35278045.post-116088628763367894</id><published>2006-10-15T14:22:00.000+10:00</published><updated>2006-10-15T14:24:47.640+10:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img src ="http://muslim-heirat.de/images/paar.gif" align= "left" border=3 width="250" height="200" HSPACE=5 &gt; Bupati Simalungun : IKEIS Harus Berkembang dan Dapat Memajukan Pembangunan        &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;24 September 2006 jam 11:15  &lt;br /&gt;Simalungun (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) harus dapat berkembang&lt;br /&gt;dan memberikan kontribusi kepada pemerintah, serta dapat membangun bumi “Habonaron Do Bona” kabupaten Simalungun demi kesejahteraan masyarakat. Sebab membangun Simalungun agar bisa terwujud, kalau semua organisasi kemasyarakatan dapat bersatu bersama pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM dalam kata sambutannya di hadapan lebih kurang 3.000 keluarga Islam Simalungun, di Simalungun, Kamis (21/9) di halaman UISU Jalan Asahan  Siantar. Hadir Wakil Bupati Pardamean Siregar SP, Muspida Plus, Ketua DPRD H Syahmidun Saragih SSos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Damanik, organisasi IKEIS salah satu asset bagi pemerintah untuk dapat bersama-sama membangun kabupaten Simalungun bersama organisasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ketua Umum IKEIS Drs H Lio Jamariah Damanik menegaskan ada 3 (tiga) yang harus dipahami oleh setiap anggota, yakni “Na ra marpodah” (mau menerima nasehat), “Na ra markorja” (mau bekerja) dan “Na ra Mambere” (mau memberi). Artinya, kalau setiap anggota mau melaksanakan ketiga hal tersebut diyakini organisasi ini dapat berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita tidak usah mengingat keberadaan bagaimana organisasi ini dimasa lalu, tetapi mulai dari sekarang, mari kita susun program kerja dalam mengembangkan organisasi ini, sehingga organisasi ini dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk membangun Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan pengurus IKEIS periode 2006-2011 yang dilantik diantaranya yang duduk di unsur Wakil Ketua Syahrun Purba BA, H Jual Damanik, Masdin Saragih SH, Sanusi Damanik SH dan Delianto Sinaga, Sekretaris Rusling Saragih SSos dibantu wakil-wakil Sekretaris. Bendahara Ir Muknir Damanik dibantu para wakil-wakil Bendahara. (E8/c)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35278045-116088628763367894?l=mussim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088628763367894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35278045/posts/default/116088628763367894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mussim.blogspot.com/2006/10/bupati-simalungun-ikeis-harus.html' title=''/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
