Advertisement

14 Jan 2017

#Sufisme: Melihat Sisi #Spiritualitas pada #Olahraga #Wingsuit

 
Olahraga wingsuit, dengan tingkat keamanan yang optimal, diyakini mempunyai sisi spiritualitas dalam mengeksplorasi alama semesta tanpa batas.

Walau sekilas terdengar sebagai olahraga ekstrem, tapi beberapa atlet menceritakan pengalaman kenikmatan (ekstasi) dalam mencoba jenis olahraga terbang ini.




Beberapa buku dan kajian telah dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara spiritualitas dan olahraga ekstrem.

Kaum sufi pada dahulu kala juga menggunakan metode yang sama. Saat mereka mencoba berbagai cara untuk menciptakan kondisi ekstasi, walaupun begitu tetap tidak keluar dari kaidah-kaidah umum; seperti adanya sistem keselamatan yang baik, mengetahui cuaca sebelum terbang dan lain sebagainya.

Here is the last great illusion of the ego: that it can take charge, control you and manipulate you, without you ever knowing. You can be smugly celebrating your latest sacred insight, transcendent experience or world-shattering spiritual breakthrough, while behind the scenes the ego, resolutely dug in, firmly seizes the reins of your life. Like seeing wrong-doing where it is acceptable to the majority consensus or surprising a perpetrator in the act of committing a violent crime, simply to witness, to see it for what it is, is a daring feat, an act of heroism.

The heroic aspects of the spiritual life have always appealed to me—shedding illusion and delusion, overcoming oneself to find truth, removing the obstacles to Love and enlightenment. So when Jung announced that there was one last great journey left for man and that that was the journey within, I was thrilled. (sumber)


24 Des 2016

Pesawat Latih Tiongkok dan AS Sama-Samat Pamer di Dunia Maya

 
Amerika Serikat dan Tiongkok sama-sama memamerkan pesawat lahir teranyarnya di internet.

Gambar di bawah ini, yang pertama buatan Tiongkok, FTC-200, dan yang kedua buatan AS, T-X.













19 Des 2016

Petani Ini Ciptakan Mobil Angkutan Pertanian Sendiri

Simalungun, Sumut, 12/12 (Antarasumut) - Seorang petani di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, merakit mobil sederhana menggunakan mesin sepeda motor untuk mengangkut hasil panen tanamannya.
   
Ide Kartolo Purba, 40-an tahun, untuk merakit mobil itu muncul beranjak dari susahnya alat angkutan barang hasil pertanian dari ladang menuju ke rumahnya.
   
"Pakai kereta (sepeda motor) harus berkali-kali," kata warga Nagori (Desa) Huta Raja, Kecamatan Purba itu, Minggu.
   
Kartolo menceritakan proses modifikasi mobil yang membutuhkan waktu kira-kira dua bulan dengan biaya Rp3,3 juta.
   
"Sebelum mobil, saya membuat becak untuk mengangkut hasil panen pakai mesin Honda Cup tahun 1970," kata Kartolo dilaporkan antarasumut.com.
   
Setelah kendaraan roda tiga itu tidak lagi mampu mengangkut beban, Kartolo berkreasi membuat mobil yang sederhana dan kecil.
   
Mobil mini itu menggunakan mesin dari sepeda motor Honda Kharisma 125 CC dengan transmisi manual yang digerakan oleh rantai, sedangkan rodanya menggunakan ban Vespa.
   
"Kini mengangkut hasil panen panen lebih mudah, lebih murah dan hemat tenaga," kata Kartolo.
   
Bupati Simalungun, JR Saragih memberikan apresiasi dan  salut atas kreativitas yang dilakukan Kartolo Purba, meski masih banyak yang harus disempurnakan dari mobil kreasinya itu, seperti sistem transmisi, bentuk, hingga posisi mesin dan lampu dari kendaraan tersebut.
   
Bupati yang memotivasi Kartolo untuk menyempurnakan mobil ciptaannya itu, berharap kendaraan itu nantinya bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
   
"Para pemuda di Simalungun hendaknya mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kartolo Purba," pesan Bupati.

Links

TOBAPOS